Rupiah tertekan dolar AS, BI andalkan NDF hingga pembelian SBN

Hikma Lia

 

BANYU POS – – Bank Indonesia (BI) memastikan akan terus melakukan intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Advertisements

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan tekanan di pasar keuangan global turut mendorong arus keluar dana dari aset portofolio domestik.

Meski demikian, pergerakan rupiah secara umum masih sejalan dengan mata uang negara-negara kawasan. Pelemahan rupiah tercatat terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date (QTD).

Advertisements

“Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026,” ujar Erwin dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (18/10).

Erwin menegaskan, BI berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas rupiah agar bergerak sesuai dengan fundamentalnya. Bank sentral juga memastikan mekanisme pasar tetap berjalan dengan baik.

Upaya stabilisasi dilakukan melalui sejumlah instrumen, mulai dari transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, hingga pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain intervensi pasar, BI juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang. Langkah tersebut ditempuh untuk mendukung stabilitas pasar keuangan domestik di tengah tekanan eksternal.

“Bank Indonesia juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang, serta terus berkoordinasi dan berkomunikasi secara intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait lainnya,” ungkapnya.

Advertisements

Also Read

Tags