BANYU POS JAKARTA. Saham yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) berpeluang kembali diperhitungkan dalam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) apabila tidak lagi memenuhi kriteria yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menjelaskan, penentuan saham dalam daftar HSC mempertimbangkan konsentrasi kepemilikan saham pada sejumlah pihak, price impact ratio (PIR), serta aspek pengawasan pasar.
“Kalau kriteria-kriteria tersebut sudah tidak lagi terpenuhi, saham terkait nantinya akan masuk kembali dalam perhitungan IHSG,” demikian penjelasan Iding kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
BRMS Genjot Produksi Emas, Kapasitas Pabrik Ditargetkan Naik Empat Kali Lipat
BEI sebelumnya berencana mengeluarkan 80 saham yang masuk dalam daftar HSC dari perhitungan IHSG. Rencana tersebut menyusul pertemuan BEI dengan penyedia indeks global MSCI pada Senin (19/10/2026).
Meski demikian, jadwal efektif penerapan kebijakan tersebut belum diumumkan. BEI berharap langkah ini dapat meningkatkan keterbukaan informasi mengenai struktur kepemilikan saham sekaligus memperkuat integritas data pasar modal Indonesia.
Iding menambahkan, evaluasi saham yang masuk dalam daftar HSC berdasarkan PIR akan dilakukan secara berkala setiap tiga bulan. Evaluasi tersebut disesuaikan dengan jadwal peninjauan IHSG dan indeks utama BEI lainnya.
“HSC berdasarkan PIR secara reguler akan dievaluasi tiga bulan sekali, menyesuaikan dengan review IHSG dan indeks utama,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).
IHSG Berbalik Menguat, Waspadai Dead Cat Bounce di Tengah Potensi Outflow Dana Asing
Lebih lanjut, Iding menegaskan bahwa hingga saat ini BEI belum memiliki aturan maupun rencana kebijakan yang mengatur batas maksimal porsi saham HSC dalam portofolio reksa dana, termasuk ketentuan pembobotannya.
Namun, saham yang masuk dalam daftar HSC secara otomatis tidak akan dimasukkan oleh reksa dana yang mengikuti indeks utama BEI sebagai acuan investasinya.
“Tapi secara otomatis reksadana yang tracking indeks utama BEI, tidak akan memasukkan saham HSC,” ungkapnya.




