Wall Street lesu imbas kekhawatiran capex saham AI hingga lonjakan harga minyak

Hikma Lia

Indeks bursa Wall Street di Amerika Serikat mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Kamis (22/10). Penurunan tersebut dipicu kekhawatiran baru terhadap belanja perusahaan kecerdasan buatan (AI). Sementara itu, harga minyak melonjak di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Advertisements

Indeks Nasdaq Composite terkoreksi 2,6% ke level 26.008,86, sedangkan S&P 500 turun 1,21% dan ditutup di level 7.663,43. Sebaliknya, Dow Jones Industrial Average naik tipis 11,89 poin atau 0,02% ke level 52.867,98.

Saham Meta Platforms merosot sekitar 7% meski pendapatannya melampaui ekspektasi pasar dan perusahaan memberikan proyeksi kinerja yang optimistis. Saham sektor teknologi secara lebih luas juga tertekan seiring berlanjutnya kekhawatiran terhadap besarnya belanja untuk pengembangan AI.

Advertisements

Saham Advanced Micro Devices (AMD) anjlok lebih dari 8%, sedangkan Micron Technology dan Nvidia masing-masing turun 6% dan 4%.

CoreWeave, salah satu pemain utama di sektor neocloud atau penyedia infrastruktur komputasi awan yang berfokus pada kebutuhan AI, juga merosot 10%. “Imbal hasil obligasi dan credit default swaps (CDS) perusahaan tersebut masih bertahan di level tinggi,” bunyi analisis yang dikutip CNBC, Jumat (23/10.

Penurunan saham CoreWeave terjadi setelah CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan permintaan terhadap layanan neocloud berada pada level yang sangat tinggi. Namun, ia menambahkan bahwa keterbatasan modal menghambat pertumbuhan sektor tersebut.

Komentar Huang mengenai kelangkaan modal memicu kekhawatiran di pasar dan kembali menghidupkan kecemasan mengenai kapasitas pasar kredit dalam menampung kebutuhan pendanaan perusahaan, menurut para trader Wells Fargo dalam sebuah catatan.

Mereka juga menyebut pernyataan Meta mengenai besarnya kebutuhan pendanaan AI menyebabkan saham perusahaan tersebut berbalik melemah dan turut menekan pasar secara keseluruhan.

Para trader JPMorgan mencatat bahwa sentimen optimistis pada Rabu berbalik arah pada perdagangan semalam. Perubahan ini terjadi setelah saham Meta berbalik melemah dalam perdagangan prapasar (pre-market), sementara kekhawatiran mengenai potensi eskalasi konflik dengan Iran setelah pemilihan paruh waktu AS bulan depan semakin menguat.

Selain itu, pergerakan harga saham dan masukan dari tim perdagangan mereka menunjukkan bahwa kekhawatiran mengenai pendanaan AI masih membayangi pasar. Kepercayaan investor terhadap pemulihan saham teknologi baru-baru ini juga dinilai masih rapuh, menurut catatan JPMorgan kepada klien.

Di sisi lain, harga minyak melonjak setelah The New York Times melaporkan, dengan mengutip sejumlah sumber, bahwa AS dan Israel memiliki rencana untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS bulan depan.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak internasional, naik 4% dan ditutup di level US$ 113,17 per barel. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) meningkat 2,39% menjadi US$ 99,47 per barel.

Advertisements

Also Read

Tags