Sumber Global (SGER) lunasi surat utang Rp 273,64 miliar, siap lanjutkan ekspansi

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) melaporkan telah melunasi seluruh surat utang atau obligasi. Kali ini, obligasi yang dilunasi adalah obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk Tahap II Tahun 2025 Seri A sebesar Rp 273,64 miliar.

Advertisements

Obligasi ini jatuh tempo pada tanggal 25 Oktober 2026. SGER telah melunasi obligasi tersebut dengan menggunakan kas internal perusahaan.

Sekretaris Perusahaan SGER Michael Harold  mengatakan, pelunasan obligasi ini menjadi bagian dari komitmen SGER dalam memenuhi kewajiban finansialnya kepada para pemegang obligasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

Advertisements

“Pelunasan obligasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap kemampuan SGER dalam mengelola struktur permodalan dan memenuhi kewajiban keuangannya,” terang Michael dalam siaran pers, Jumat (23/10/2026).

Laba AKR (AKRA) Melonjak 34% Menjadi Rp 2,21 Triliun per Kuartal III-2026

Sebagai informasi, SGER menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) Tahap II Tahun 2025 dalam 2 seri. Pertama, Obligasi Berkelanjutan I Tahap II seri A senilai Rp 273,64 miliar, dengan bunga tetap 10% per tahun dan dengan jangka waktu 370 hari. 

Kedua, Obligasi Berkelanjutan I Tahap II seri B senilai Rp 9,46 miliar dengan bunga tetap 10,75% yang akan jatuh tempo pada 15 Oktober 2027. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut digunakan untuk modal kerja dalam rangka pengadaan batubara sesuai kegiatan bisnis yang dijalankan sebagai pembayaran atas pembelian batubara kepada supplier SGER.

Pada semester II-2026, SGER mencatatkan kinerja solid dengan membukukan pendapatan Rp4,32 triliun atau naik 6,73% dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 4,05 triliun.

Pendapatan SGER didominasi oleh pendapatan dari segmen Batu bara senilai Rp 3,16 triliun, disusul pendapatan dari pasir dan kapur senilai Rp 495,16 miliar, pendapatan kokas minyak bumi senilai Rp 379 miliar, dan pendapatan nikel senilai Rp 284,29 miliar

Adapun SGER membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp 137.95 miliar atau naik 8,83% secara year-on-year (YOY).

Siapkan Langkah Ekspansi

Emiten yang bergerak di sektor perdagangan Batubara atau coal trading ini juga menyiapkan rencana ekspansi lainnya. Michael mengatakan, SGER sedang melakukan run test commencing Pabrik Hidrogen Peroxide (H2O2).

Segera Right Issue Dana Rp8,2 Triliun, Intip Profil Emiten PACK dan Kinerja Terbaru

Untuk diketahui, SGER melalui anak usahanya, PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI), membangun pabrik hidrogen peroksida di daerah Merak, Banten, dengan kapasitas produksi 20.000 metrik ton per tahun (100% konsentrasi) atau 40.000 metrik ton per tahun (50% konsentrasi). 

Kapasitas tersebut menjadikan pabrik milik PT Hidrogen Peroxida Indonesia sebagai pabrik H2O2 kedua terbesar di Indonesia. Dengan hadirnya pabrik ini, Michael berharap SGER dapat mendiversifikasikan bisnisnya di luar segmen trading batubara.

”Dengan prospek industri yang baik, operasional pabrik ini tentunya bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi SGER di masa depan,” tutup Michael. 

Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia yang tergolong ramah lingkungan dan memiliki beragam aplikasi di berbagai sektor industri, seperti industri pulp dan kertas, tekstil, hingga pertambangan.

Advertisements

Also Read

Tags