BANYU POS – , JAKARTA — Saham bank-bank besar dinilai akan menjadi motor penggerak utama Indeks harga saham gabungan (IHSG) selepas PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengecualikan perhitungan saham terkonsentrasi tinggi dalam IHSG.
Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah Elandry Pratama, menerangkan dikeluarkannya saham-saham HSC dari perhitungan IHSG, akan mengubah distribusi bobot indeks ke depan. Menurutnya, saham-saham dengan free float dan likuiditas yang memadai akan memperoleh bobot yang lebih besar.
”Saham perbankan seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI berpotensi semakin berpengaruh terhadap pergerakan IHSG karena memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas yang besar,” katanya, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, kebijakan ini secara umum akan membuat IHSG lebih representatif terhadap kondisi pasar saat ini. Pasalnya, dominasi saham dengan konsentrasi kepemilikan yang tinggi kini telah dinihilkan dalam perhitungan indeks.
Hanya saja, dia menilai pergerakan indeks secara jangka panjang akan tetap dipengaruhi oleh sentimen global, aliran dana asing, dan pergerakan saham-saham berkapitalisasi jumbo. Meskipun begitu, hal ini juga tidak serta merta membuat laju IHSG tertekan, lantaran kondisi ini bergantung pada penyesuaian metodologi perhitungan indeks.
”Selain perbankan, sektor telekomunikasi dan energi juga berpeluang mendapat bobot lebih besar. Namun, besarnya perubahan bobot tetap bergantung pada metodologi final yang diterapkan BEI,” tegasnya.
Sebelumnya, BEI akan mengeluarkan saham yang masuk dalam kategori HSC dari kriteria seleksi IHSG mulai 2 November 2026. Hal itu termaktub dalam pengumuman BEI No. Peng-00201/BEI.POP/10-2026 tertanggal 21 Oktober 2026.
Penyesuaian kriteria seleksi yang merujuk pada penerapan konsep free float ini pun berpotensi menggeser sensitivitas pergerakan bursa ke saham-saham berlikuiditas tinggi, terutama deretan emiten perbankan berskala jumbo.
Kini, terdapat lebih dari 80 saham yang masuk dalam daftar HSC. Bursa mencatat bobot saham-saham ini terhadap IHSG sebesar 18%. Pengecualian ini, akan secara metodologi membuat laju indeks lebih nyata ke depan.
Track all markets on TradingView




