IHSG Diprediksi Menguat, Cek Rekomendasi Saham BRMS hingga UNVR Hari Ini

Hikma Lia

BANYU POS – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan untuk melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Jumat (23/10), sebuah momentum yang dinanti-nantikan oleh para investor setelah penutupan pasar pada hari Kamis (22/10) menunjukkan performa positif. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG berhasil menguat sebesar 1,12 persen, mencapai level 5.387. Penguatan ini memberikan sinyal optimisme bagi pasar modal domestik, mengingat IHSG seringkali dijadikan barometer utama kondisi perekonomian Indonesia. Pergerakan naik ini juga mengindikasikan adanya sentimen positif yang melingkupi pasar, baik dari faktor domestik maupun global, yang mendorong aktivitas pembelian saham.

Advertisements

MNC Sekuritas, sebuah entitas yang dikenal dalam analisis pasar modal, melalui riset terbarunya, telah memproyeksikan posisi IHSG berada pada fase gelombang iv dari gelombang (iii) dari gelombang [v]. Analisis ini didasarkan pada Teori Gelombang Elliott, sebuah metode analisis teknikal yang digunakan untuk memprediksi pergerakan pasar dengan mengidentifikasi pola-pola berulang dalam harga saham. Dalam konteks ini, posisi gelombang iv dari gelombang (iii) dari gelombang [v] seringkali diinterpretasikan sebagai fase korektif dalam sebuah tren naik yang lebih besar. Meskipun ada potensi koreksi jangka pendek ke rentang 5.332-5.366, peluang penguatan tetap terbuka lebar, dengan target menuju rentang 5.458-5.563. Investor diimbau untuk tetap waspada terhadap volatilitas yang mungkin terjadi, namun dengan tetap memperhatikan potensi kenaikan yang signifikan.

Dalam memahami arah pergerakan IHSG, penting bagi investor untuk mencermati level-level teknikal kunci seperti support dan resistance. Saat ini, posisi support IHSG yang dapat dijadikan acuan berada di rentang 5.185 hingga 4.915. Level support adalah batas bawah harga yang cenderung menahan penurunan lebih lanjut, di mana tekanan beli diperkirakan akan muncul untuk mencegah harga jatuh di bawah level tersebut. Sebaliknya, level resistance IHSG saat ini terpantau di rentang 5.404 hingga 5.563. Level resistance merupakan batas atas harga yang cenderung menghambat kenaikan lebih lanjut, di mana tekanan jual diperkirakan akan dominan. Pemahaman terhadap level-level ini sangat krusial dalam merumuskan strategi investasi, baik untuk mengambil posisi beli maupun jual, serta dalam menentukan titik masuk dan keluar yang optimal.

Advertisements

Menyikapi proyeksi IHSG yang positif, MNC Sekuritas telah mengeluarkan rekomendasi terhadap empat saham pilihan yang dianggap menarik untuk dicermati oleh investor pada perdagangan Jumat (23/10). Keempat saham tersebut adalah PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR). Rekomendasi ini didasarkan pada analisis teknikal yang komprehensif, mempertimbangkan pola pergerakan harga, volume perdagangan, serta posisi dalam struktur gelombang Elliott. Setiap rekomendasi dilengkapi dengan strategi investasi spesifik, target harga, dan batas risiko, yang sangat penting bagi investor untuk mengelola portofolio mereka secara bijak.

Strategi investasi yang direkomendasikan untuk keempat saham tersebut bervariasi antara Buy on Weakness dan Trading Buy. Strategi Buy on Weakness (BoW) menyarankan investor untuk membeli saham ketika harganya mengalami koreksi atau penurunan, dengan harapan harga akan kembali menguat di kemudian hari. Pendekatan ini cocok untuk saham-saham yang memiliki fundamental kuat atau berada dalam tren naik jangka panjang, namun sedang mengalami koreksi sementara. Sementara itu, strategi Trading Buy (TB) lebih berorientasi pada perolehan keuntungan jangka pendek dari fluktuasi harga saham. Strategi ini umumnya diterapkan pada saham-saham yang menunjukkan momentum positif dalam waktu singkat, dengan target keuntungan yang lebih cepat namun juga dengan risiko yang perlu dikelola secara ketat. Kedua strategi ini, dilengkapi dengan target harga dan batas risiko (stop loss), memberikan panduan yang jelas bagi investor dalam mengambil keputusan transaksi.

Untuk saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), MNC Sekuritas merekomendasikan strategi Buy on Weakness. Saham BRMS sebelumnya tercatat terkoreksi sebesar 2,70 persen, ditutup pada level 432. Koreksi ini disertai dengan penurunan volume pembelian, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual sempat mendominasi pasar. Dalam analisis gelombang Elliott, posisi BRMS saat ini diperkirakan berada pada bagian dari gelombang 4 dari gelombang (C). Posisi gelombang 4 seringkali diinterpretasikan sebagai fase korektif sebelum potensi kenaikan lebih lanjut. Investor dapat mempertimbangkan untuk menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran harga 416–432. Dengan potensi penguatan, target harga yang ditetapkan adalah 474 dan 500, yang menunjukkan ruang apresiasi yang menarik. Untuk membatasi potensi kerugian, batas risiko (stop loss) yang disarankan adalah di bawah level 406. Kedisiplinan dalam menerapkan batas risiko ini sangat vital untuk melindungi modal investasi.

Selanjutnya, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) direkomendasikan dengan strategi Trading Buy. Saham CUAN sebelumnya juga mengalami koreksi sebesar 1,78 persen, ditutup pada level 496. Namun, yang menarik adalah koreksi ini didukung oleh munculnya volume pembelian, yang dapat diartikan sebagai minat beli yang mulai aktif meskipun harga sedang turun. Dalam kerangka Teori Gelombang Elliott, posisi CUAN saat ini diperkirakan berada pada bagian dari gelombang [iv] dari gelombang A. Penempatan gelombang ini menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan dalam waktu dekat. Investor disarankan untuk menerapkan strategi Trading Buy pada kisaran harga 484–494. Dengan strategi ini, target harga yang diharapkan dapat dicapai adalah 595 dan 670, mengindikasikan potensi keuntungan yang substansial dalam jangka pendek. Sementara itu, batas risiko (stop loss) yang perlu diperhatikan adalah di bawah level 470, sebagai langkah mitigasi risiko yang efektif.

Berikutnya, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) juga direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham HRTA sebelumnya menunjukkan penguatan sebesar 2,82 persen, mencapai level 1.640. Meskipun harga menguat, volume pembelian yang dominan dilaporkan mulai mengecil. Situasi ini bisa mengindikasikan bahwa momentum penguatan mungkin sedikit melambat, namun masih berada dalam tren positif. Menurut analisis MNC Sekuritas, posisi HRTA saat ini berada pada bagian dari gelombang [iv] dari gelombang C. Penempatan gelombang ini seringkali menandai fase konsolidasi atau koreksi minor sebelum melanjutkan tren utama. Investor dapat mempertimbangkan strategi Buy on Weakness pada kisaran harga 1.560–1.630. Target harga yang ditetapkan untuk saham ini adalah 1.750 dan 1.850, menunjukkan potensi kenaikan yang menarik. Untuk manajemen risiko, batas risiko (stop loss) yang disarankan adalah di bawah level 1.485, guna melindungi investasi dari pergerakan harga yang tidak terduga.

Sementara itu, saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga direkomendasikan dengan strategi Buy on Weakness. Saham UNVR sebelumnya berhasil menguat sebesar 3,28 persen, ditutup pada level 1.415. Penguatan ini disertai dengan munculnya volume pembelian yang signifikan, menunjukkan minat investor yang kuat terhadap saham ini. Dalam analisis gelombang Elliott, MNC Sekuritas memperkirakan posisi UNVR saat ini berada pada bagian dari gelombang [iv] dari gelombang C. Penentuan gelombang ini mengindikasikan bahwa saham UNVR mungkin sedang dalam fase korektif yang sehat dalam tren naik yang lebih besar. Investor disarankan untuk menerapkan strategi Buy on Weakness pada kisaran harga 1.375–1.415. Dengan potensi penguatan, target harga yang diharapkan dapat dicapai adalah 1.505 dan 1.570, menawarkan potensi keuntungan yang menjanjikan. Untuk meminimalisir risiko, batas risiko (stop loss) yang perlu diperhatikan adalah di bawah level 1.355. Penerapan stop loss secara disiplin merupakan elemen krusial dalam setiap strategi investasi untuk menjaga stabilitas portofolio.

Advertisements

Also Read

Tags