PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 45,5 triliun hingga kuartal ketiga 2026, tumbuh 20,7% secara tahunan atau year-on year (yoy). Pertumbuhan laba ini ditopang oleh ekspansi kredit, peningkatan pendapatan nonbunga serta efisiensi operasional.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita mengatakan, pendapatan perseroan tumbuh 7,08% secara tahunan menjadi Rp 97,3 triliun hingga September 2026. Pertumbuhan tersebut didukung oleh penyaluran kredit yang solid dan peningkatan aktivitas transaksi perbankan.
Pendapatan nonbunga mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 13,28% menjadi Rp 29,4 triliun, seiring meningkatnya aktivitas transaksi dan penggunaan layanan perbankan. Sementara itu, pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) tumbuh 6,20% menjadi Rp 61,2 triliun.
“Pertumbuhan ini memang lebih moderat dibandingkan pertumbuhan pendapatan bunga yang mencerminkan dinamika peningkatan biaya dana di industri. Namun demikian, dengan sumber pendapatan yang semakin kuat dan terdiversifikasi,” kata Novita dalam paparan kinerja kuartal ketiga 2026 Bank Mandiri secara virtual, Jumat (23/10).
Baca juga:
- Sido Muncul (SIDO) Bagi Dividen Interim Rp 300 M, Cek Jadwal dan Jatah per Saham
- Akrobat Emiten Haji Isam PACK Akuisisi dan Cari Dana Rp 8,19 T, Intip Rencananya
- Danantara Kebut Bisnis Data Center, TLKM, DCII, EDGE Berpeluang Kebagian Berkah?
Di sisi efisiensi, biaya operasional Bank Mandiri turun 9,03% menjadi Rp 32,7 triliun. Perbaikan ini turut mendorong pertumbuhan laba bersih konsolidasi sebesar 20,7% menjadi Rp 45,5 triliun hingga September 2026.
Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) terjaga di level 0,98%. Sementara itu, rasio cost to income ratio (CIR) berada di level 36,1%, mencerminkan perbaikan efisiensi operasional seiring transformasi bisnis dan digitalisasi yang dijalankan perseroan.
Novita mengatakan, pertumbuhan bisnis yang sehat, kualitas aset yang terjaga, dan efisiensi operasional yang membaik turut menopang profitabilitas Bank Mandiri.
Hingga September 2026, total aset Bank Mandiri tumbuh 20,1% secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh penyaluran kredit yang meningkat 16% dan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 17,7%.
Dari sisi profitabilitas, Bank Mandiri mencatatkan return on equity (ROE) sebesar 23,6% dan return on assets (ROA) sebesar 2,99%. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) terjaga di level 18,4%.




