Meski pendapatan naik, Bukalapak (BUKA) catat rugi bersih di kuartal III 2026

Hikma Lia

BANYU POS  JAKARTA. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat pertumbuhan pendapatan hingga kuartal III-2026. Namun, kerugian investasi menekan kinerja perseroan hingga berbalik mencatatkan rugi bersih setelah tahun lalu membukukan laba.

Advertisements

Berdasarkan laporan kinerja keuangan per 30 September 2026, BUKA mencatat pendapatan bersih Rp 5,64 triliun atau meningkat 19% secara tahunan (YoY) dari Rp 4,72 triliun.

Rinciannya pendapatan dari segmen gaming Rp 4,88 triliun, online to offline mencapai Rp 483,55 miliar, ritel sebesar Rp 208,58 miliar dan segmen investasi sebesar Rp 67,23 miliar.

Advertisements

Bukalapak (BUKA) Derita Rugi Bersih pada Kuartal I-2025, Ini Penyebabnya

Namun BUKA menderita rugi usaha sebesar Rp 1,13 triliun, yang berbalik dari laba usaha Rp 2,32 triliun. Ini disebabkan oleh pos nilai investasi Bukalapak yang minus Rp 2,03 triliun. 

Alhasil, rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk BUKA mencapai Rp 885,88 miliar hingga kuartal III-2026. Ini berbalik dari laba bersih senilai Rp 2,9 triliun. 

Sementara itu, BUKA membukukan adjusted EBITDA positif Rp 11 miliar selama sembilan bulan pertama 2026. Ini berbalik dari posisi negatif Rp 53 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

  BUKA Chart by TradingView  

Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana mengatakan, perusahaan berusaha menjaga pendapatan tetap stabil dan membukukan adjusted EBITDA positif di tengah tantangan ekonomi global. 

“Transformasi bisnis yang telah kami jalankan bersama peningkatan operasional dan disiplin biaya menjadi fondasi bagi BUKA untuk pencapaian yang solid ini,” jelasnya belum lama ini. 

Bukalapak (BUKA) Membukukan Rugi Rp 425 Miliar Pada Kuartal I-2026

Victor bilang dengan kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp 16,8 triliun per akhir September 2026, BUKA memiliki fleksibilitas finansial untuk terus mengembangkan berbagai segmen usaha. 

“Ke depan, BUKA akan memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk serta peningkatan pengalaman pengguna, dengan tetap menjaga disiplin biaya dan investasi,” katanya. 

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menjelaskan bekaca dari kinerja per kuartal III-2026, BUKA mulai mampu mengendalikan biaya operasional dan memperbaiki kualitas profitabilitas bisnis intinya. 

“Sementara rugi usaha  menunjukkan kinerja BUKA masih menghadapi tekanan, terutama akibat faktor investasi dan komponen nonoperasional yang perlu dicermati lebih lanjut,” katanya kepada Kontan, Senin (26/10). 

Wijaya Karya (WIKA) Catat Rugi Bersih Sebesar Rp 1,13 Triliun pada Kuartal I 2026

Untuk 2027, kata Nafan, prospek BUKA akan bergantung pada kemampuan perusahaan menjaga keberlanjutan EBITDA positif, meningkatkan monetisasi ekosistem digital, memperkuat kontribusi segmen bisnis yang lebih produktif. 

Advertisements

Also Read

Tags