BANYU POS JAKARTA. PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) akan menerbitkan 502.866.937 saham baru melalui aksi penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Perseroan menetapkan harga pelaksanaan sebesar Rp 200 per saham sehingga berpotensi meraup dana sekitar Rp 100,57 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Selasa (27/10/2026), pelaksanaan private placement tersebut telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Independen pada 16 Oktober 2026.
BIPP menjadwalkan distribusi atau penerbitan saham baru pada 4 November 2026, sedangkan pencatatan saham tambahan di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan berlangsung pada 5 November 2026.
IHSG Melemah 1,99%, Intip Rekomendasi Saham LSIP, UNTR, ADRO, ERAA, dan VKTR
Adapun saham baru tersebut akan diserap oleh dua pihak terafiliasi, yakni Safire Capital Pte. Ltd. dan PT Gratamulia Pratama.
Manajemen BIPP menyebutkan, pemilihan pihak terafiliasi dilakukan dengan pertimbangan bahwa kedua pihak telah memahami kondisi dan kegiatan usaha perusahaan. Dengan demikian, pelaksanaan aksi korporasi diharapkan lebih efektif dan tepat waktu serta memberikan kepastian ketersediaan pendanaan untuk mendukung pengembangan bisnis.
Dana hasil private placement, setelah dikurangi biaya pelaksanaan, akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan serta memenuhi kebutuhan pendanaan dan modal kerja perusahaan maupun entitas anak.
Dana tersebut juga akan mendukung pengembangan dan ekspansi usaha, termasuk belanja modal (capital expenditure) dan pengeluaran operasional (operational expenditure).
BIPP menyatakan pelaksanaan private placement ini tidak akan mengakibatkan perubahan pengendalian atas perusahaan.




