KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memperoleh fasilitas pinjaman dengan nilai pokok hingga US$ 435 juta.
Dana tersebut akan digunakan untuk melunasi utang perusahaan serta memenuhi berbagai kebutuhan korporasi, mulai dari belanja modal, biaya transaksi, pendanaan intragrup, hingga modal kerja.
Berdasarkan keterbukaan informasi pada Rabu (28/10/2026), fasilitas pinjaman tersebut tertuang dalam perjanjian antara EMAS dan para kreditur yang berlaku efektif pada 26 Oktober 2026.
Tambang Emas Pani Mulai Ngebut, Pendapatan Merdeka Gold (EMAS) Melejit 369 Kali Lipat
Fasilitas ini terdiri dari pinjaman berjangka (term loan) sebesar US$ 150 juta dan pinjaman bergulir (revolving credit facility) hingga US$ 285 juta.
Secara terperinci, dana pinjaman dapat digunakan untuk beberapa kebutuhan. Pertama, melunasi utang perusahaan. Kedua, membiayai belanja modal dan biaya transaksi.
Ketiga, memenuhi kebutuhan pendanaan intragrup, termasuk penyertaan modal dan pinjaman pemegang saham.
Selain itu, fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mengelola pembayaran obligasi berdenominasi rupiah dari waktu ke waktu, apabila ada, serta memenuhi kebutuhan modal kerja lainnya.
EMAS Chart by TradingView
Namun, keterbukaan informasi tersebut tidak merinci besaran alokasi dana untuk masing-masing kebutuhan tersebut.
Perjanjian fasilitas pinjaman ini memiliki jangka waktu 60 bulan sejak tanggal penyelesaian, dengan tanggal jatuh tempo akhir pada 26 Oktober 2031.
Merdeka Gold (EMAS) Eksekusi Opsi Kelebihan Penjatahan 3,04 HDR di Bursa Hong Kong
Tingkat bunga pinjaman merupakan penjumlahan dari suku bunga acuan majemuk dan marjin sebesar 2,75% per tahun. Perusahaan juga menyatakan tidak memberikan jaminan atas fasilitas pinjaman ini.
EMAS menjelaskan, transaksi tersebut bertujuan meningkatkan fleksibilitas pendanaan agar perusahaan dapat memenuhi kebutuhan korporasi secara tepat waktu.
Manajemen berharap fasilitas ini dapat mendukung keberlangsungan dan pengembangan kegiatan usaha perusahaan.
Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi material karena nilainya melebihi 50% dari ekuitas perusahaan berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim untuk periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Merdeka Gold (EMAS) Pacu Produksi, Fasilitas CIL 12 Mtpa Ditargetkan Operasi 2028
Meski demikian, perusahaan menyebut fasilitas pinjaman yang diperoleh langsung dari bank dan/atau perusahaan pembiayaan ini tidak memerlukan penilaian oleh penilai independen maupun persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham.
Manajemen menyatakan transaksi tersebut tidak menimbulkan dampak material terhadap kondisi keuangan perusahaan, tetapi diharapkan dapat memperkuat posisi keuangan dan mendukung pertumbuhan usaha.




