BANYU POS – , JAKARTA — PT Taspen (Persero) membatasi porsi keranjang investasi pada instrumen saham dan reksa dana saham di kisaran 10%, di tengah gejolak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belakangan.
Equity Cap Market & Mutual Fund Department Head PT Taspen (Persero) Prasasti Gilang Ekapaksi menegaskan bahwa penyesuaian porsi investasi tersebut merupakan strategi perusahaan dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian pasar saham.
Otoritas pengelola dana Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut kini membatasi investasi di saham-saham yang berada di bawah nilai wajarnya.
“Penempatan investasi saham saat ini dilakukan dengan mengoptimalkan alokasi pada saham-saham bernilai intrinsik tinggi [undervalued] dengan fundamental yang solid, likuiditas tinggi, dan prospek pertumbuhan positif,” ujar Gilang dalam Press Club Taspen di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Taspen, sambungnya, mengombinasikan pendekatan value investing tersebut dengan diversifikasi portofolio secara selektif. Oleh sebab itu, sekitar 80% dana kini diinvestigasi untuk obligasi dan deposito.
Lebih lanjut, Gilang memaparkan bahwa keputusan untuk memarkir porsi alokasi saham di level 10% ini juga sejalan dengan regulasi investasi terkait pengelolaan dana kelolaan ASN.
“Saat ini Taspen menjaga porsi alokasi investasi saham dan reksa dana di kisaran 10% dengan memperhatikan atau mempertimbangkan batasan dan kriteria investasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan [PMK] maupun pedoman internal Taspen,” tutupnya.
Sebagai informasi, IHSG telah mengalami penurunan sekitar 40% sejak awal tahun ini. Pada 2 Januari 2026, IHSG dibuka di level 8.748,13; sementara pada pembukaan 29 Oktober 2026, IHSG berada di level 5.286,27.
Track all markets on TradingView




