MBMA rancang private placement, lepas 10,79 miliar saham baru

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA, — PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) bersiap menggelar penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD II) atau private placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10,79 miliar saham baru.

Advertisements

Berdasarkan keterbukaan informasi, manajemen MBMA berencana meminta restu pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan diselenggarakan pada 8 Desember 2026.

Melalui aksi korporasi ini, perseroan akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10.799.541.990 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham. Langkah strategis ini diambil guna memperkuat struktur permodalan ditempatkan dan disetor penuh, serta mematuhi ketentuan Pasal 4 ayat (2) Anggaran Dasar Perseroan sesuai POJK No.14/POJK.04/2019.

Advertisements

Presiden Direktur Merdeka Battery Materials Teddy Nuryanto Oetomo menyampaikan bahwa langkah ini dirancang untuk menjaga fleksibilitas keuangan sekaligus mendukung ekspansi jangka panjang perseroan.

“Rencana PMTHMETD II ini dilakukan sebagai penguatan struktur permodalan, menjaga fleksibilitas, mendukung strategi bisnis jangka panjang sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Jumat (30/10/2026).

Teddy menambahkan, eksekusi private placement ini akan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan ketahanan finansial serta ekuitas perseroan, dengan tambahan modal disetor hingga setinggi-tingginya 10%.

Sebagai catatan, MBMA sebelumnya telah menggelar PMTHMETD I pada 2024 lalu untuk memperkuat permodalan dan membiayai ekspansi strategis, termasuk pembangunan pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) dan Feed Preparation Plant (FPP) berkapasitas 55.000 ton MHP per tahun.

Aksi korporasi ini turut dibarengi oleh performa bisnis emiten nikel terintegrasi tersebut yang tengah berada di tren positif. Pada Semester I/2026, MBMA mencatatkan lonjakan kinerja keuangan seiring dengan kenaikan produksi dan penjualan bijih nikel, penguatan lini pengolahan, serta tingginya harga jual realisasi.

Alhasil, laba bersih yang dapat didistribusikan kepada pemilik entitas induk (NPATMI) melesat hingga 830% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi US$54 juta, dibandingkan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar US$6 juta.

Melalui penguatan modal ini, MBMA menegaskan komitmennya untuk terus mengokohkan posisi di rantai pasok global industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle), sekaligus mendukung posisi Indonesia sebagai pusat produksi bahan baku baterai dunia.

Profil PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA)

PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) adalah perusahaan penyedia bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle) terintegrasi di Indonesia yang berfokus pada penambangan dan pengolahan mineral strategis.

Berdiri sejak 2019 dan merupakan anak perusahaan dari PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA), MBMA mengoperasikan sejumlah aset vital di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara.

Daftar Proyek MBMA:

  1. Tambang Sulawesi Cahaya Mineral (SCM): Salah satu sumber daya nikel laterit terbesar di dunia dengan luasan konsesi 21.100 hektar yang mengandung sekitar 13,8 juta ton nikel dan 1,0 juta ton kobalt.
  2. Smelter RKEF & Konverter Nickel Matte: Memiliki 8 jalur smelter Rotary Kiln-Electric Furnace (RKEF) berkapasitas 88.000 ton nikel per tahun yang memproduksi nickel pig iron (NPI), serta fasilitas konverter nickel matte untuk memproduksi High Grade Nickel Matte (HGNM).
  3. Pabrik HPAL & AIM: Mengoperasikan fasilitas pengolahan High-Pressure Acid Leach (HPAL) untuk memproses bijih limonit menjadi mixed hydroxide precipitate (MHP) berkapasitas 55.000 ton per tahun (serta proyek HPAL ketiga berkapasitas 90.000 ton), dan pabrik Acid Iron Metal (AIM).
  4. Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP): Kawasan industri terpadu yang dikembangkan bersama Tsingshan Group untuk memperkuat ekosistem rantai pasok baterai EV di Indonesia.
Advertisements

Also Read