BANYU POS JAKARTA. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) mencatatkan kenaikan kinerja sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2026.
PANI membukukan pendapatan usaha sebesar Rp3,7 triliun, meningkat 19% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk mencapai Rp1,9 triliun, meningkat 145% secara tahunan alias year on year (YoY).
Laba Emiten Tambang MIND ID Melonjak, Saham ANTM dan TINS Jadi Pilihan Analis
Presiden Direktur PANI, Sugianto Kusuma alias Aguan mengatakan, kinerja keuangan PANI terutama ditopang oleh serah terima lahan komersial (commercial land plots) di kawasan CBD PIK2, yang mencakup sekitar 60% dari total pendapatan perusahaan.
“Sementara itu, segmen residensial berkontribusi sebesar 21% terhadap total pendapatan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi, Jumat (30/10/2026).
Serah terima unit pada segmen ini meliputi Manhattan Residence, Rumah Milenial, Permata Hijau Residence, Bukit Nirmala, Pantai Bukit Villa, Pasir Putih Residence, Sapporo Residence, Pasadena Spring, dan Ilona @Pasadena Hills.
Segmen komersial mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8% YoY dengan kontribusi terhadap pendapatan total sebesar 16%.
Serah terima produk komersial meliputi SOHO Manhattan, Bizpark PIK2, Rukan Milenial, Rukan Asia Afrika, Rukan Pasadena Walk, Rukan Little Siam, dan Rukan Marina Bay.
“Serah terima pada segmen residensial maupun komersial seluruhnya mencakup proyek-proyek yang berlokasi di kawasan PIK2, Kabupaten Tangerang, Banten,” ungkapnya.
Per kuartal III 2026, total aset PANI konsisten meningkat menjadi Rp51,1 triliun, naik dari posisi Rp50,6 triliun per 31 Desember 2025.
PANI Chart by TradingView
Aguan bilang, aset ini menjadi modal utama perseroan dalam mendanai operasional dan kelanjutan mega proyek perkotaan terpadu di kawasan PIK2.
Di periode yang sama total liabilitas berhasil ditekan turun menjadi Rp16,9 triliun, lebih rendah sekitar 10,4% dibandingkan posisi akhir tahun 2025 yang sebesar Rp18,9 triliun.
“Penurunan kewajiban ini dipicu oleh realisasi serah terima produk properti kepada konsumen yang berjalan lancar,” katanya.
Kenaikan total ekuitas PANI tercatat sebesar 8% ditopang oleh kombinasi akumulasi laba bersih berjalan serta realisasi dana segar dari PMTHMETD IV (Private Placement) yang dieksekusi pada akhir Juni 2026.
Melalui aksi tersebut, PANI menyerap dana sekitar Rp 498 miliar, sehingga struktur modal lebih tangguh dan tercermin dari rasio utang terhadap modal (Debt-to-Equity Ratio/DER) PANI menjadi 0,01x, yang mana jika dibandingkan dengan periode lalu sebesar 0,02x.
Saat ini, PANI mengelola total cadangan lahan seluas 1.828 ha melalui 12 entitas anak, dengan total nilai persediaan sebesar Rp 38,3 triliun.
“Didukung hal tersebut, PANI berkomitmen untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan dan terus memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Aguan menuturkan, kegiatan usaha PANI dijalankan secara konsisten tanpa ada perubahan signifikan sepanjang kuartal III 2026. Namun, perseroan berusaha terus beradaptasi dengan perkembangan pasar dan perubahan kondisi ekonomi yang terjadi.
Fokus PANI pun masih tetap pada pengembangan PIK2 sebagai kawasan terpadu yang dapat mendukung aktivitas ekonomi dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Harga Emas Antam Minggu (1/11) Stabil di Rp 2.526.000 per Gram, Cek Daftar Terbaru
Lebih lanjut, strategi pengembangan PIK2 disebut dilakukan melalui peningkatan konektivitas kawasan melalui Tol KATARAJA yang telah beroperasi parsial sejak tahun lalu, serta kehadiran Nusantara International Convention Exhibition (NICE) yang turut mendorong aktivitas MICE (Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions) di PIK2.
“Kami optimistis akan potensi pertumbuhan aktivitas di kawasan PIK2. Kami juga melanjutkan pembangunan Hilton Hotel PIK2, hotel bintang lima setinggi 20 lantai dan 271 kamar yang diperkirakan mulai beroperasi pada semester II 2027,” ungkapnya.




