Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia secara resmi memberikan klarifikasi mendalam mengenai isu pencantuman nama serta logo instansi mereka dalam perhelatan bergengsi TIME100 Next Gala 2026. Acara internasional tersebut diselenggarakan di New York, Amerika Serikat, pada Kamis (29/10/2026). Langkah klarifikasi ini diambil untuk memberikan kejelasan publik serta informasi yang transparan dan akurat mengenai keterlibatan entitas BPI Danantara Indonesia dalam ajang tingkat dunia tersebut, sekaligus menjelaskan aspek pendanaan dan status keterikatan formal organisasi.
Dalam keterangan resminya, pihak BPI Danantara Indonesia menegaskan bahwa kemunculan logo institusi pada ajang TIME100 Next Gala 2026 di New York tersebut bukanlah hasil dari transaksi komersial atau pembelian hak sponsor. Pencantuman logo dan nama institusi secara formal merupakan bentuk appreciation in advance atau bentuk dukungan awal yang diberikan secara mandiri oleh pihak majalah internasional TIME. Gestur ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas proses penjajakan kerja sama strategis berorientasi non-finansial (in-kind) yang saat ini tengah berada dalam tahap diskusi intensif antara kedua belah pihak untuk berbagai forum global yang akan datang, termasuk forum strategis di Davos, Swiss.
Managing Director Global Relations & Communications BPI Danantara, Pahala N. Mansury, memberikan penegasan secara eksplisit mengenai struktur keuangan di balik keterlibatan tersebut. Beliau menyampaikan bahwa sama sekali tidak terdapat alokasi anggaran, pembayaran tunai, maupun pengeluaran dana sponsorship dalam bentuk apa pun dari pihak Danantara Indonesia untuk penyelenggaraan ajang TIME100 Next Gala 2026. Penjelasan ini mematahkan spekulasi bahwa terdapat penggunaan dana korporasi atau anggaran institusi untuk mensponsori acara perhelatan internasional yang berlangsung di New York tersebut.
Lebih lanjut, Pahala N. Mansury memaparkan mekanisme di balik kehadiran identitas visual Danantara pada acara tersebut. Menurut penjelasannya, pencantuman logo Danantara dalam rangkaian acara TIME100 Next merupakan bagian mutlak dari skema dukungan non-finansial (in-kind support). Skema dukungan ini disediakan langsung oleh pihak TIME seiring dengan bergulirnya proses dialog dan diskusi kerja sama yang sedang berlangsung untuk menyongsong berbagai forum internasional berskala besar, salah satu contoh utamanya adalah penyelenggaraan TIME Davos Forum di masa mendatang.
Dalam keterangannya yang disampaikan melalui rilis tertulis pada Minggu (1/11), Pahala N. Mansury mengungkapkan bahwa ruang lingkup penjajakan kerja sama ini dirancang secara khusus untuk mempromosikan berbagai sektor strategis nasional Indonesia. Sektor-sektor yang menjadi fokus utama ini dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar serta daya tarik investasi yang sangat tinggi bagi para investor global. Meskipun demikian, Pahala menggarisbawahi bahwa hingga saat ini seluruh pembahasan serta proses komunikasi mengenai kerja sama strategis tersebut masih berstatus dalam tahap penjajakan awal dan belum mencapai tahap akhir atau kesepakatan final yang mengikat secara formal.
Skema kerja sama non-finansial atau in-kind partnership yang tengah dijajaki oleh BPI Danantara Indonesia dan pihak TIME mencakup peluang keterlibatan serta partisipasi Danantara dalam sembilan forum internasional utama yang dikelola oleh TIME. Beberapa di antara ajang bereputasi tinggi tersebut meliputi TIME100 Davos Dinner & Talks, TIME100 Impact Dinner, TIME100 AI Leadership Forum, hingga ajang penghargaan lingkungan berskala global yaitu TIME Earth Awards. Keterlibatan dalam forum-forum puncak ini membuka akses komunikasi yang sangat luas dengan para pemimpin pemikir, pembuat kebijakan, serta pelaku industri dari seluruh belahan dunia.
Ruang lingkup kolaborasi non-finansial pada forum-forum internasional tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh BPI Danantara Indonesia sebagai sarana diplomasi ekonomi dan promosi investasi. BPI Danantara berfokus untuk memperkenalkan serta mempromosikan berbagai sektor strategis unggulan yang dimiliki oleh Indonesia. Sektor-sektor utama yang menjadi prioritas promosi dalam jejaring internasional ini meliputi sektor pariwisata, sektor ekonomi kreatif, kekayaan kebudayaan nasional, industri perfilman tanah air, serta pengembangan berbagai peluang investasi berkelanjutan (sustainable investment) yang ramah lingkungan dan berjangka panjang.
Partisipasi BPI Danantara Indonesia dalam ekosistem dan jejaring global tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk menempatkan potensi ekonomi Indonesia di panggung utama dunia. Melalui keterlibatan dalam berbagai forum internasional yang digagas oleh TIME, BPI Danantara berupaya secara aktif untuk memperkenalkan diversitas dan keunggulan potensi investasi Indonesia secara langsung kepada para pemangku kepentingan global. Langkah ini ditujukan untuk memperkuat serta memperluas jejaring hubungan diplomasi bisnis dengan para investor multinasional, pemimpin korporasi global, serta para pelaku bisnis internasional yang memiliki kapasitas modal besar.
Di sisi lain, BPI Danantara Indonesia menekankan pentingnya menjaga integritas institusional dalam setiap tahap interaksi global. Seluruh upaya penjajakan kerja sama dan promosi investasi di tingkat internasional diselaraskan dengan komitmen kuat untuk senantiasa mengedepankan serta menerapkan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Penerapan asas GCG ini mencakup aspek transparansi, akuntabilitas yang tinggi, serta perlindungan terhadap kepentingan nasional sebagai prioritas utama dalam setiap skema hubungan kemitraan yang dibangun dengan entitas asing.
Pernyataan resmi dari Pahala N. Mansury ini memberikan kejelasan faktual bahwa kemitraan yang sedang dibangun berfokus sepenuhnya pada pertukaran nilai strategis non-finansial, bukan pada transaksi komersial. Dalam skema in-kind ini, BPI Danantara memperoleh nilai tambah berupa panggung promosi internasional dan eksposur terhadap jejaring investor global, sementara pihak TIME memperoleh mitra strategis yang mewakili potensi ekonomi berkembang di kawasan Asia Tenggara. Kerjasama non-finansial semacam ini memungkinkan institusi untuk memperluas jangkauan komunikasi global tanpa harus membebankan anggaran keuangan korporasi.
Proses diskusi dan penjajakan kerja sama yang masih berlangsung ini menunjukkan pendekatan proaktif BPI Danantara dalam membangun citra positif investasi Indonesia di pasar internasional. Dengan membidik forum-forum bereputasi tinggi seperti TIME100 Davos Dinner & Talks dan TIME Earth Awards, BPI Danantara berupaya memastikan bahwa sektor-sektor kunci seperti ekonomi kreatif, budaya, film, pariwisata, dan proyek-proyek berkelanjutan mendapatkan perhatian yang layak dari komunitas investor dunia. Semua langkah strategis ini terus dijalankan secara cermat, terukur, dan tetap mematuhi koridor akuntabilitas institusional demi memberikan manfaat bagi kepentingan nasional Indonesia.




