IHSG Diproyeksi Menguat, Intip 4 Rekomendasi Saham MNC Sekuritas

Hikma Lia

Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (3/11) diproyeksikan memiliki peluang besar untuk kembali melanjutkan tren penguatan. Proyeksi positif ini muncul setelah IHSG berhasil mengakhiri sesi perdagangan pada hari Senin (2/11) di zona hijau, dengan mencatatkan kenaikan sebesar 0,79 persen atau berada pada level 5.098. Laju pergerakan pasar saham domestik ini terus mencerminkan dinamika teknikal yang sangat menarik untuk dicermati oleh para investor dan pelaku pasar modal Indonesia.

Advertisements

Berdasarkan hasil analisis riset mendalam yang dirilis oleh MNC Sekuritas, pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari alur pembentukan wave (iv) dari wave [v] pada skenario label hitam. Melalui pembacaan pola gelombang teknikal tersebut, pergerakan indeks memiliki potensi yang cukup terbuka untuk terus melaju menguat menuju rentang target area di level 5.456 hingga 5.564. Kondisi teknikal ini memberikan dorongan optimisme bagi pergerakan pasar saham secara keseluruhan dalam jangka pendek.

Kendati demikian, para investor tetap dihimbau untuk selalu waspada terhadap potensi skenario pembalikan arah atau koreksi teknikal pada IHSG. Tim analis MNC Sekuritas mengingatkan bahwa IHSG juga berpotensi berbalik mengalami koreksi untuk membentuk bagian dari wave (v) dari wave [v]. Skenario koreksi ini berpeluang membawa indeks saham turun menuju kisaran level 4.763 hingga 4.845, terutama apabila pergerakan indeks menembus batas bawah penting di level 4.907.

Advertisements

Untuk memetakan potensi pergerakan IHSG secara lebih terukur pada sesi perdagangan kali ini, MNC Sekuritas telah menentukan sejumlah titik krusial terkait area support dan resistance teknikal. Posisi support IHSG saat ini teridentifikasi berada pada rentang level 5.012 hingga 4.907. Batas support ini menjadi landasan penting untuk menahan potensi penurunan harga lebih lanjut. Di sisi lain, area resistance IHSG diproyeksikan berada pada rentang level 5.326 hingga 5.460, yang menjadi tantangan utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi kelanjutan tren kenaikan indeks.

Menghadapi dinamika dan pergerakan IHSG tersebut, MNC Sekuritas merekomendasikan empat saham pilihan yang dinilai sangat menarik untuk dicermati oleh para pelaku pasar pada perdagangan Selasa (3/11). Empat emiten pilihan tersebut meliputi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), serta PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Seluruh saham tersebut dipandang memiliki konfigurasi teknikal yang potensial untuk dimanfaatkan melalui strategi perdagangan yang tepat.

Strategi utama yang disarankan oleh MNC Sekuritas untuk keempat saham pilihan tersebut adalah Buy on Weakness. Strategi Buy on Weakness ini dirancang agar investor dapat melakukan akumulasi pembelian secara bertahap ketika harga saham mengalami penurunan atau koreksi minor menuju area harga yang relatif aman dan strategis, sebelum saham-saham tersebut kembali melanjutkan tren kenaikannya.

Analisis Teknis Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Saham pertama yang direkomendasikan adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dengan kode saham BBRI. Pada sesi perdagangan sebelumnya, saham BBRI mencatatkan penguatan sebesar 0,71 persen dan ditutup pada level harga 2.820 per saham. Pergerakan penguatan tersebut tercatat disertai dengan hadirnya tekanan jual di pasar, sehingga membentuk pergerakan yang memerlukan kecermatan ekstra dari para investor.

Menurut hasil analisis teknikal MNC Sekuritas, posisi pergerakan saham BBRI saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [b] dari wave B. Formasi gelombang ini mengindikasikan bahwa pergerakan harga saham BBRI masih berada dalam rentang fase konsolidasi atau koreksi sehat sebelum potensi dorongan naik berikutnya terjadi.

Dalam merespons kondisi teknikal tersebut, investor disarankan untuk menerapkan strategi Buy on Weakness pada saham BBRI dengan mencermati kisaran area masuk di rentang harga 2.650 hingga 2.760. Area ini dinilai sebagai zona akumulasi yang cukup ideal bagi investor yang ingin masuk ke saham BBRI dengan risiko yang terukur.

Apabila saham BBRI mampu bergerak sesuai dengan skenario penguatan yang diharapkan, MNC Sekuritas menetapkan dua target harga yang berpotensi dicapai, yakni pada level target pertama di 2.950 dan target harga kedua di level 3.070. Sementara itu, guna memitigasi risiko kerugian apabila harga bergerak berlawanan dengan prediksi, investor sangat disarankan untuk menerapkan disiplin pembatasan risiko melalui pembatasan kerugian (stop loss) apabila harga saham jatuh dan ditutup di bawah level 2.590.

Analisis Teknis Saham PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)

Saham kedua yang menjadi fokus perhatian dalam riset MNC Sekuritas adalah PT ESSA Industries Indonesia Tbk dengan kode saham ESSA. Saham ESSA mencatatkan performa yang sangat impresif pada perdagangan sebelumnya dengan melonjak naik sebesar 6 persen hingga ditutup pada posisi harga 530 per saham. Kenaikan harga yang signifikan ini terkonfirmasi didukung oleh kemunculan volume akumulasi pembelian yang cukup solid dari para pelaku pasar.

Berdasarkan analisis struktur gelombang teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan bahwa posisi saham ESSA saat ini tengah berada pada bagian dari wave [c] dari wave 4. Tahapan gelombang ini mengindikasikan bahwa pergerakan ESSA memiliki potensi untuk menyelesaikan fase koreksinya dan berpeluang melanjutkan pergerakan ke arah yang lebih positif.

Untuk menangkap peluang dari saham ini, investor dapat mengaplikasikan strategi Buy on Weakness dengan memperhatikan area koreksi ideal pada rentang harga 505 hingga 520. Membeli pada area rentang tersebut memberikan kesempatan bagi investor untuk mendapatkan harga masuk yang kompetitif di tengah dinamika fluktuasi pasar.

Adapun target kenaikan harga bagi saham ESSA dalam periode perdagangan ini ditargetkan mencapai level 550 sebagai sasaran pertama dan level 585 sebagai target harga selanjutnya. Untuk menjaga keamanan modal dan mengendalikan risiko perdagangan, batas proteksi risiko atau stop loss direkomendasikan untuk dipasang jika pergerakan harga saham ESSA bergerak melemah hingga menembus di bawah level 492.

Analisis Teknis Saham PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA)

Emiten ketiga yang masuk dalam daftar rekomendasi riset MNC Sekuritas adalah PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk yang memiliki kode saham MAPA. Berbeda dengan dua saham sebelumnya, saham MAPA sempat mengalami koreksi minor sebesar 0,87 persen pada perdagangan terakhir sehingga berada di posisi level harga 570 per saham. Meski mengalami penurunan harga, gerakan ini teramati didukung oleh mulai munculnya volume pembelian di pasar.

Secara analisis gelombang pergerakan harga, tim analis MNC Sekuritas menilai bahwa posisi saham MAPA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave B dari wave (B). Posisi wave ini menunjukkan potensi keberadaan area pembentukan dasar (bottoming) atau fase konsolidasi bawah yang menawarkan peluang akumulasi bagi para pembeli.

Investor yang tertarik pada saham ini disarankan menggunakan pendekatan strategi Buy on Weakness pada kisaran area akumulasi antara harga 535 hingga 570. Pembelian secara bertahap pada rentang harga ini dipandang cukup strategis untuk mendapatkan rata-rata harga posisi yang menguntungkan.

MNC Sekuritas memproyeksikan target kenaikan harga saham MAPA dapat menuju ke level 605 untuk target pertama, serta berpotensi berlanjut menuju target kedua di level 640. Namun, apabila pergerakan harga saham MAPA ternyata mengalami kelemahan yang berlanjut dan menembus batas penopang teknikalnya, maka langkah pencegahan risiko melalui penempatan stop loss perlu dilakukan secara ketat jika harga menembus di bawah level 525.

Analisis Teknis Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO)

Saham keempat yang menjadi rekomendasi unggulan MNC Sekuritas untuk perdagangan sesi ini adalah PT Pertamina Geothermal Energy Tbk dengan kode saham PGEO. Pada penutupan perdagangan sebelumnya, saham PGEO berhasil menunjukkan kinerja positif dengan menguat sebesar 2,76 persen ke posisi level harga 930 per saham. Penguatan harga ini juga disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian yang menandakan masuknya minat pasar yang cukup kuat pada saham tersebut.

Berdasarkan pemetaan teori gelombang teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan bahwa posisi saham PGEO saat ini berada pada fase yang sangat menarik, yakni di awal dari pembentukan wave 3 dari wave (C). Fase awal wave 3 secara teknikal kerap mengindikasikan awal dari tren penguatan yang relatif kuat dan memiliki akselerasi kenaikan harga yang cukup signifikan.

Melihat potensi pergerakan tersebut, investor dapat menerapkan strategi Buy on Weakness untuk mengumpulkan saham PGEO pada kisaran area harga 900 hingga 920. Penurunan terbatas ke area ini dapat dimanfaatkan sebagai titik masuk yang rasional dengan risiko yang terukur sebelum harga kembali bergerak melaju naik.

Terkait dengan sasaran penguatan harga, target kenaikan saham PGEO diproyeksikan berada pada level 975 untuk sasaran terdekat, dan target berikutnya yang lebih tinggi berada di rentang level 1.060. Sebagai bentuk manajemen risiko yang tepat dalam aktivitas perdagangan saham, batas toleransi penurunan harga atau stop loss dipatok pada level di bawah 890.

Advertisements

Also Read

Tags