ULTJ rights issue senilai Rp 16,94 triliun, analis sebut aksi ini jadi game changer

Hikma Lia

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Ultra Jaya Milk Industry & Trading Company Tbk (ULTJ) akan melakukan rights issue maksimal Rp 16,94 triliun. Melalui aksi korporasi itu, ULTJ akan melepas 7,88 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 2.150 per saham.

Advertisements

Dana hasil rights issue sekitar 86,01% akan digunakan untuk pengambilalihan 100% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh PT Frisian Flag Indonesia (FFI) atau sejumlah 24.440 lembar saham senilai Rp 14,57 triliun melalui skema inbreng.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai rencana rights issue untuk mengakuisisi FFI merupakan langkah strategis yang menjadi game changer di industri olahan susu nasional. Meski demikian, ia menyarankan investor untuk mengambil sikap wait and see terhadap saham ULTJ saat ini.

Advertisements

Penetapan harga pelaksanaan di Rp 2.150 per saham akan menjadi area jangkar bagi pergerakan harga saham ULTJ dalam jangka pendek. Meski penerbitan hingga 7,88 miliar saham baru berpotensi memicu dilusi bagi pemegang saham yang tidak mengeksekusi HMETD, tekanan jual pasar diperkirakan relatif minim karena porsi jumbo akuisisi diserap secara non-tunai oleh induk FFI, FrieslandCampina.

ULTJ, KOTA, MGLV Gelar Rights Issue, Cermati Proyeksi dan Rekomendasi Analis

Kehadiran pemain global bereputasi tinggi sebagai pengendali baru justru direspons positif oleh pasar sebagai katalis utama re-rating valuasi perusahaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Dari segi struktur permodalan dan posisi keuangan, transaksi ini secara drastis menguatkan struktur ekuitas ULTJ tanpa menambah beban utang finansial yang signifikan.

“Konsolidasi penuh aset FFI melipatgandakan total aset neraca ULTJ, sementara alokasi sisa dana rights issue sebesar kurang lebih Rp 2,37 triliun untuk modal kerja tunai akan memperkuat likuiditas operasional,” tutur Nafan kepada Kontan (5/11/2026). 

Nafan menilai hal ini secara langsung meningkatkan cash runway perseroan dalam mengamankan pasokan bahan baku serta meminimalisasi ketergantungan pada pinjaman bank jangka pendek, sehingga rasio pengungkit finansial (leverage) tetap berada di level yang sangat aman.

Langkah akuisisi FFI ini sekaligus melahirkan mega-konsolidasi industri dairy domestik yang memperkokoh posisi ULTJ sebagai pemimpin pasar.

ULTJ Bakal Gabungkan Bisnis dengan Frisian Flag, Sinergi dan Risiko Jadi Sorotan

ULTJ yang menguasai segmen susu segar siap minum (ready-to-drink UHT) melalui merek Ultra Milk kini bersinergi dengan kekuatan FFI pada segmen susu kental manis dan susu bubuk pertumbuhan.

“Portofolio yang bersifat saling melengkapi ini menciptakan grup olahan susu paling komprehensif di Indonesia tanpa risiko kanibalisasi produk. Selain itu, penggabungan jaringan distribusi kedua perseroan meningkatkan daya tawar gabungan terhadap saluran ritel modern serta menghasilkan efisiensi biaya rantai pasok (supply chain) yang signifikan,” jelasnya. 

Memasuki sisa tahun 2026 hingga 2027, Nafan menilai prospek kinerja ULTJ berada pada jalur pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Sisa tahun 2026 akan menjadi fase transisi untuk merampungkan proses RUPSLB, legalitas persetujuan regulator, serta persiapan integrasi operasional.

Begitu konsolidasi laporan keuangan FFI rampung sepenuhnya pada awal 2027, pendapatan usaha (top-line) ULTJ diproyeksikan melonjak tajam melampaui rekor-rekor sebelumnya.

Seiring berjalannya tahun 2027, realisasi sinergi dari efisiensi pengadaan bahan baku bersama, optimasi logistik, dan skala ekonomi produksi akan menekan beban pokok penjualan (COGS), yang pada akhirnya secara bertahap mendongkrak margin laba bersih (bottom-line) serta nilai pemegang saham secara berkelanjutan.

Ada Rencana Right Issue dan Akuisisi FFI, Intip Profil ULTJ hingga Kinerja Terkini

Advertisements

Also Read

Tags