Kripto Anjlok! Kapitalisasi Pasar Lenyap Triliunan, Bitcoin & Saham Terkapar

Hikma Lia

BANYU POS – Gejolak kembali melanda pasar global pada hari Rabu (5/11), dipicu kekhawatiran atas valuasi kecerdasan buatan (AI) dan tekanan makroekonomi yang semakin kuat. Aksi jual masif tak hanya menghantam saham-saham di Amerika Serikat, tetapi juga menyeret aset digital ke zona merah. Kapitalisasi pasar kripto bahkan terpangkas hingga Rp 4.768 triliun hanya dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

Advertisements

Menurut laporan news.bitcoin pada Rabu (5/11), nilai pasar kripto global mengalami kerugian sekitar USD 289 miliar, setara dengan Rp 4.768 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.500 per USD). Bitcoin, yang sebelumnya menjadi bintang dengan rekor harga di atas USD 126.000 (Rp 2,08 miliar), sempat terperosok ke level USD 98.995 (Rp 1,63 miliar) sebelum akhirnya sedikit pulih ke USD 102.049. Akibat penurunan ini, Bitcoin kehilangan lebih dari 6% nilainya dalam 24 jam terakhir, dan sekitar 20% dari level tertinggi yang dicapainya pada bulan Oktober.

Kondisi serupa juga terjadi di pasar saham Amerika Serikat. Indeks Nasdaq ambles 486 poin ke posisi 23.348, sementara Dow Jones merosot 251 poin menjadi 47.085. S&P 500 pun tak luput dari tekanan, melemah 80 poin ke 6.771. Lebih dari USD 730 miliar (Rp 12.045 triliun) kapitalisasi pasar saham Amerika Serikat lenyap hanya dalam satu sesi perdagangan.

Ironisnya, logam mulia yang biasanya dianggap sebagai aset “safe haven” pun ikut merasakan dampaknya. Harga emas turun 1,66% menjadi USD 3.933 (Rp 64,9 juta) per ons, sementara perak terkoreksi 1,98% menjadi USD 47,05 (Rp 776 ribu) per ons. Platinum dan palladium juga tak luput dari tekanan jual. “Bahkan aset lindung nilai pun ikut ambil cuti hari ini,” tulis news.bitcoin, menggambarkan luasnya dampak koreksi pasar.

Advertisements

Sektor saham kripto menjadi salah satu korban terparah. Saham perusahaan penambang Bitcoin mengalami penurunan tajam, dengan Hut 8 memimpin penurunan sebesar 12,52% ke USD 48,11 (Rp 793 ribu). Riot Platforms, Terawulf, dan Cleanspark masing-masing juga mengalami penurunan sekitar 6,8%.

Marathon Digital dan Bitdeer juga melemah lebih dari 6%, sementara IREN dan Cipher terkoreksi tipis sekitar 1%. “Lantai tambang Bitcoin hari ini benar-benar berubah menjadi ladang ranjau,” demikian bunyi laporan tersebut, menggambarkan kondisi yang sulit bagi para penambang.

Bursa aset kripto pun tak luput dari dampak negatif. Saham Coinbase anjlok 6,99%, MicroStrategy (MSTR) turun 6,68%, dan Circle Internet Group kehilangan 5,61%. Bursa Bullish juga terseret turun 8,97%. ETF Bitcoin spot seperti IBIT milik BlackRock bahkan jatuh lebih dari 5% sebelum penutupan pasar. Mulai dari saham blue chip hingga perusahaan blockchain, hampir semua sektor terlihat rontok secara bersamaan saat investor berbondong-bondong mencari perlindungan.

Sentimen investor kini bergeser drastis dari greed (ketamakan) menjadi fear (ketakutan). Banyak trader yang menutup posisi leverage mereka di tengah lonjakan volatilitas pasar. “Volatilitas baru saja mengingatkan siapa bosnya,” tulis laporan tersebut, menggambarkan kondisi pasar yang kembali bergejolak.

Sejumlah analis memperkirakan bahwa koreksi ini masih berpotensi berlanjut jika tekanan makro, terutama dari sektor teknologi dan AI, belum mereda. Indikator RSI (Relative Strength Index) Bitcoin kini mendekati area oversold, yang mengindikasikan potensi pantulan jangka pendek, meskipun tekanan jual masih mendominasi.

Dengan demikian, pasar kripto bersiap menghadapi pekan yang penuh ketidakpastian, di mana sentimen global dan aksi para whale (pemegang aset kripto dalam jumlah besar) akan menjadi faktor penentu arah pasar selanjutnya.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi mengenai perkembangan pasar kripto. Artikel ini bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Ringkasan

Pasar global, termasuk kripto dan saham, mengalami gejolak pada hari Rabu (5/11) akibat kekhawatiran valuasi AI dan tekanan makroekonomi. Kapitalisasi pasar kripto global terpangkas Rp 4.768 triliun dalam waktu kurang dari 24 jam, dengan Bitcoin mengalami penurunan signifikan, kehilangan lebih dari 6% nilainya.

Pasar saham Amerika Serikat juga mengalami penurunan, dengan indeks Nasdaq, Dow Jones, dan S&P 500 melemah. Sektor saham kripto, termasuk perusahaan penambang Bitcoin dan bursa aset kripto, menjadi korban terparah, dan sentimen investor bergeser dari ketamakan menjadi ketakutan.

Advertisements

Also Read

Tags