Tertekan di Akhir Pekan, Simak Proyeksi Rupiah pada Perdagangan Senin (1/12)

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Nilai tukar rupiah menunjukkan pelemahan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat, 28 November 2025. Tren negatif ini diperkirakan akan berlanjut pada awal pekan, Senin, 1 Desember 2025, menurut analisis para ahli pasar keuangan.

Advertisements

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar spot tercatat melemah 0,23% secara harian, bergerak menuju level Rp 16.675 per dolar AS. Meskipun demikian, jika ditinjau dalam skala mingguan, mata uang Garuda justru menunjukkan penguatan sebesar 0,24% dari posisinya pada Jumat, 21 November 2025, yang berada di level Rp 16.716 per dolar AS.

Kondisi serupa terlihat pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI). Rupiah melemah tipis 0,10% secara harian mencapai Rp 16.661 per dolar AS. Namun, secara mingguan, Jisdor mencatat penguatan 0,34% dari level Rp 16.719 per dolar AS pada 21 November 2025.

Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham dari Mirae Untuk Awal Pekan (24/11)

Advertisements

Lukman Leong, Analis Doo Financial Futures, memproyeksikan bahwa tekanan terhadap rupiah akan terus berlangsung pada perdagangan Senin. Pelemahan ini utamanya dipengaruhi oleh sentimen eksternal, termasuk penguatan dolar AS di pasar global. Selain itu, kehati-hatian investor juga meningkat dalam mengantisipasi rilis data inflasi perdagangan Indonesia.

“Data inflasi ini berpotensi besar mempengaruhi arah kebijakan suku bunga Bank Indonesia di masa mendatang,” jelas Lukman kepada Kontan, Jumat (28/11/2025).

Pandangan senada juga disampaikan oleh Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas, Ibrahim Assuaibi. Ibrahim memperkirakan rupiah akan tertekan pada Senin mendatang akibat sentimen dari data ekonomi AS yang dirilis tertunda, yang sejauh ini menampilkan gambaran yang beragam terkait kesehatan ekonomi Amerika Serikat.

Didorong Ekspektasi Penurunan Suku Bunga, Cermati Proyeksi Rupiah Rabu (26/11)

Ibrahim menambahkan bahwa secara fundamental, data yang ada seharusnya mendorong penguatan rupiah. Namun, tren pelemahan yang berkelanjutan menunjukkan adanya keraguan di kalangan pasar untuk berinvestasi di pasar finansial Indonesia.

Dengan mempertimbangkan berbagai sentimen tersebut, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak fluktuatif namun berpotensi ditutup melemah di rentang Rp 16.670 hingga Rp 16.710 per dolar AS pada Senin, 1 Desember 2025. Sementara itu, Lukman Leong memperkirakan pergerakan rupiah akan berada dalam kisaran yang lebih luas, yaitu Rp 16.600 hingga Rp 16.750 per dolar AS.

Advertisements

Also Read

Tags