Harga emas dekati rekor, platinum melonjak dipicu inflasi AS

Hikma Lia

BANYU POS NEW YORK.
Harga emas kembali menunjukkan kekuatannya, bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, sementara platinum melanjutkan reli spektakuler yang nyaris menembus level US$ 2.000 per troy ounce. Lonjakan harga komoditas logam mulia ini terutama dipicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari perkiraan, memicu ekspektasi pasar akan langkah pemangkasan suku bunga yang lebih agresif oleh Federal Reserve.

Advertisements

Pada Jumat (19/12/2025) pukul 00.00 WIB, harga emas di pasar spot tercatat naik 0,54% mencapai US$ 4.361 per ons troi. Angka ini hanya selisih US$ 20 dari rekor tertinggi yang sempat dicapai pada Oktober lalu. Penguatan ini diperkuat oleh laporan indeks harga konsumen inti (core CPI) AS untuk bulan November yang menunjukkan laju kenaikan paling lambat sejak awal tahun 2021. Data tersebut semakin memperkuat keyakinan investor bahwa The Fed akan melanjutkan siklus pemangkasan suku bunga pada tahun depan.

The Fed sendiri telah memangkas suku bunga acuan untuk ketiga kalinya secara berturut-turut pekan lalu, sebuah langkah yang secara inheren positif bagi daya tarik logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil bunga. Meskipun bank sentral masih bersikap ambigu mengenai kecepatan pelonggaran moneter memasuki tahun 2026, pasar saat ini menilai probabilitas pemangkasan suku bunga pada Januari sekitar 25% dan hampir sepenuhnya memperkirakan satu kali pemangkasan pada April. Ekspektasi ini turut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS untuk menurun.

Wall Street Dibuka Menguat Didorong Data Inflasi AS yang Lebih Rendah

Advertisements

Selain faktor moneter, ketegangan geopolitik juga turut menjadi katalis kuat yang menambah daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai. Peristiwa di Venezuela, di mana Presiden AS Donald Trump memerintahkan blokade terhadap semua kapal tanker minyak yang terkena sanksi, telah memberikan dorongan signifikan terhadap harga logam sepanjang minggu ini. Peningkatan kehadiran militer AS di wilayah tersebut semakin menambah tekanan pada pemerintahan Presiden Venezuela Nicolás Maduro, sementara Meksiko dan Brasil telah menawarkan diri sebagai mediator dalam konflik tersebut.

“Arah imbal hasil riil kini menjadi lebih mendukung,” ungkap Dilin Wu, strategi riset dari Pepperstone Group Ltd., Australia. Ia menambahkan, “Ditambah dengan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut dan tipisnya likuiditas di akhir tahun, logam mulia kembali memainkan perannya sebagai stabilisator portofolio yang krusial.”

Tahun ini, kinerja emas sangat mengesankan dengan lonjakan harga sekitar dua pertiga dan berada di jalur untuk mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Reli tajam ini didorong oleh kuatnya pembelian dari bank sentral di seluruh dunia serta aliran masuk yang signifikan ke produk ETF berbasis emas. Tak kalah gemilang, platinum telah naik selama enam sesi berturut-turut, di mana nilainya lebih dari dua kali lipat sepanjang tahun ini, diproyeksikan mencetak kenaikan tahunan terbesar sejak data Bloomberg mulai tersedia pada tahun 1987.

Lonjakan harga ini terjadi di tengah pasar London yang mulai menunjukkan tanda-tanda ketatnya pasokan, dengan bank-bank besar menyimpan logam di AS sebagai strategi lindung nilai terhadap potensi risiko tarif. Ekspor ke Tiongkok juga tercatat sangat kuat sepanjang tahun ini. Optimisme terhadap permintaan Tiongkok semakin meningkat setelah kontrak berjangka baru mulai diperdagangkan di Bursa Berjangka Guangzhou. Minat terbuka (open interest) dan volume perdagangan di Guangzhou melonjak drastis untuk kontrak terdekat bulan Juni, dengan harga di bursa tersebut naik jauh di atas tolok ukur internasional, memberikan dorongan tambahan bagi reli global.

Harga platinum sendiri sempat menyentuh level tertinggi sejak tahun 2008, menandakan euforia di pasar. Sementara itu, perak bergerak sedikit turun dan paladium menunjukkan kenaikan. Di sisi lain, Indeks Bloomberg Dollar Spot terlihat menurun tipis, menambah daya tarik relatif bagi komoditas yang diperdagangkan dalam dolar.

Musim Dividen Akhir Tahun Dinilai Menarik, Ini Strategi Investor Bidik Cuan

Advertisements

Also Read

Tags