BANYU POS JAKARTA.
PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) kembali menjadi sorotan publik setelah melaporkan progres realisasi dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) mereka. Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2026, terungkap bahwa mayoritas dana yang terkumpul dari proses IPO YUPI masih tersimpan utuh, menunjukkan transparansi dan perencanaan yang cermat dari emiten produsen permen jelly ini.
Aksi korporasi YUPI pada 25 Maret 2025 berhasil meraup dana segar senilai Rp 612,63 miliar. Setelah dipotong biaya penawaran umum yang mencapai Rp 15,96 miliar, dana bersih yang berhasil dihimpun YUPI dari IPO tersebut adalah sebesar Rp 596,67 miliar.
Adhi Karya (ADHI) Catat Kontrak Baru Rp 18,1 Triliun di 2025, Target RKAP Terlampaui
Berdasarkan prospektus yang telah dipublikasikan, YUPI berencana mengalokasikan sebagian besar dana ini. Sebanyak 72% dari total dana bersih, atau sekitar Rp 429,60 miliar, direncanakan untuk digunakan sebagai belanja modal guna mendukung ekspansi dan peningkatan kapasitas produksi perusahaan.
Sementara itu, sisa dana sebesar 29% atau setara dengan Rp 167,06 miliar akan dialokasikan sebagai modal kerja. “Penggunaan dana ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang YUPI untuk memperkuat operasional dan menjaga likuiditas perusahaan,” demikian ungkap Presiden Direktur YUPI, Yohanes Teja, dalam keterbukaan informasi yang sama.
Hingga laporan terbaru, keseluruhan sisa dana hasil penawaran umum perdana saham senilai Rp 596,67 miliar tersebut masih tersimpan aman di Bank CIMB Niaga, menunggu realisasi penggunaan sesuai rencana.
Dana tersebut tidak hanya tersimpan, melainkan juga produktif dengan imbal hasil bunga sebesar 5% per bulan, sesuai dengan jangka waktu penyimpanan satu bulan yang disepakati. Langkah ini menunjukkan manajemen keuangan yang hati-hati dari YUPI sembari menunggu momentum terbaik untuk implementasi rencana penggunaan dana.
Sebagai informasi tambahan, dalam hajatan IPO-nya pada awal tahun lalu, YUPI melepas sebanyak 256,33 juta lembar saham ke publik dengan harga penawaran Rp 2.390 per saham, menarik minat investor yang besar terhadap prospek bisnis permen jelly ini.
Di tengah perencanaan penggunaan dana IPO, YUPI juga menunjukkan komitmen kepada para pemegang sahamnya. Perkembangan teranyar mencatat YUPI telah membagikan dividen interim sebesar Rp 300 miliar, atau setara dengan Rp 35,11 per saham. Angka ini mencerminkan 63,44% dari total laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk selama sembilan bulan pertama tahun 2025, menegaskan kinerja positif perusahaan.
Rupiah Melemah, Sikap The Fed yang Cenderung Hawkish dan Defisit Anggaran Menghantui




