Austindo Nusantara Jaya (ANJT) beri penjelasan ke bursa soal kredit Rp 4,84 triliun

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) baru-baru ini memberikan klarifikasi penting kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) mengenai fasilitas pinjaman senilai Rp 4,84 triliun. Penjelasan ini menjadi sorotan mengingat nilai transaksi material yang signifikan terhadap ekuitas perseroan.

Advertisements

Fasilitas term loan jumbo sebesar Rp 4,84 triliun tersebut secara resmi diperoleh ANJT dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) pada tanggal 19 Desember 2025. Pinjaman strategis ini dialokasikan untuk memperkuat permodalan dan mendukung operasional empat perusahaan terkendali di bawah naungan ANJT, menunjukkan komitmen perseroan dalam pengembangan bisnis anak usahanya.

Distribusi pinjaman ini dirancang untuk optimalisasi kinerja masing-masing entitas. Pertama, PT Sahabat Mewah dan Makmur (SMM) menerima alokasi terbesar dengan limit sebesar Rp 1,63 triliun. Kedua, PT Kayung Agro Lestari (KALE) mendapatkan fasilitas pinjaman senilai Rp 1,39 triliun, keduanya merupakan pilar integral dalam strategi pertumbuhan ANJT.

Selanjutnya, Ketiga, PT Austindo Nusantara Jaya Agri (ANJA) memperoleh limit sebesar Rp 760 miliar. Sementara itu, Keempat, PT Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (ANJAS) turut mendapatkan bagian sebesar Rp 1,06 triliun. Pembagian ini disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan dan rencana pengembangan masing-masing anak perusahaan.

Advertisements

Setoran Pajak Kripto Tembus Rp719,6 Miliar, Segini Kontribusi Indodax

Permintaan penjelasan dari BEI muncul karena nilai fasilitas pinjaman ini mencapai lebih dari 70,76% dari total ekuitas perseroan, menjadikannya transaksi yang bersifat material sesuai regulasi bursa. Hal ini memerlukan transparansi penuh dan penjelasan strategis dari pihak ANJT kepada publik dan regulator.

Menurut Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan ANJT, Hilman Lukito, fasilitas term loan dari BRI ini merupakan langkah strategis yang diambil ANJT. Tujuannya adalah untuk memperbaiki dan menata kembali struktur pendanaan perseroan secara keseluruhan, demi menciptakan fondasi keuangan yang lebih solid dan efisien di masa mendatang.

Hilman menambahkan, dana pinjaman ini secara spesifik dialokasikan untuk refinancing atau pembayaran kembali utang jangka pendek yang ada. Selain itu, pinjaman ini juga akan digunakan untuk mendukung kebutuhan pendanaan serta akselerasi pengembangan usaha dari masing-masing perusahaan terkendali, sebagaimana tercantum dalam keterbukaan informasi perseroan tanggal 23 Januari 2026.

Sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman tersebut, ANJT menjaminkan sejumlah aset strategis yang dimilikinya. Aset-aset ini meliputi tanaman, tanah, bangunan, serta fasilitas pabrik kelapa sawit yang dimiliki oleh masing-masing perusahaan terkendali. Penjaminan ini menunjukkan komitmen kuat ANJT terhadap kewajiban pinjamannya.

Emiten Konsumer Siklikal Melaju di Awal Tahun 2026, Ini Rekomendasi Sahamnya

Dalam kesempatan itu, Hilman juga menegaskan bahwa perseroan senantiasa menerapkan pengelolaan risiko secara hati-hati dan terukur. Ini termasuk memastikan bahwa setiap perusahaan terkendali memiliki kapabilitas finansial untuk memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku, menjaga keberlanjutan operasional perusahaan secara keseluruhan.

Meski mengakui adanya peningkatan pada rasio keuangan perseroan, seperti Debt to Equity Ratio (DER) dan Debt to Asset Ratio (DAR), Hilman menjamin bahwa angka-angka tersebut masih berada dalam batas yang wajar dan dapat dikelola dengan baik. Hal ini menegaskan bahwa langkah restrukturisasi pendanaan ini tetap berada dalam koridor kesehatan finansial perusahaan dan tidak menimbulkan risiko berlebihan.

Advertisements

Also Read

Tags