
BANYU POS JAKARTA. Sektor perbankan berkapitalisasi besar, atau dikenal sebagai big banks, menghadapi tekanan jual signifikan pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia Jumat (6/2/2026) pukul 16.00 WIB. Mayoritas saham emiten perbankan raksasa tersebut terpantau berada di zona merah, menandai hari yang kurang bersahabat bagi investor di pasar modal.
Tren pelemahan ini sejalan dengan ambruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melorot 2,08% ke level 7.935 pada hari yang sama. Di antara empat pilar perbankan Tanah Air, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencatat penurunan harga terdalam, sementara PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengalami koreksi paling dangkal. Uniknya, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) justru menunjukkan ketahanan dengan menutup perdagangan tanpa perubahan harga.
Menelisik lebih dalam pergerakan harga masing-masing emiten, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) harus rela ditutup di level Rp 7.675 per saham pada pukul 16.00 WIB. Angka ini merefleksikan koreksi sebesar 1,60% dibandingkan penutupan perdagangan hari sebelumnya. Sepanjang sesi perdagangan, BBCA sempat menjajal level tertinggi Rp 7.775, namun tekanan jual kembali menyeret harganya turun menjelang penutupan.
Kontras dengan tren penurunan, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mempertahankan posisinya di harga Rp 5.050 per saham. Dibandingkan dengan penutupan Kamis (5/2), harga saham BMRI tercatat tidak bergeser sedikit pun, alias stagnan di level yang sama. Meskipun demikian, BMRI sempat bergerak dinamis sepanjang hari, mencapai harga tertinggi intraday Rp 5.050 sebelum kembali ke level penutupan ini.
Sementara itu, performa paling lesu di antara big banks hari ini tercatat pada saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Harga sahamnya ditutup anjlok ke level Rp 3.780 per saham. Penurunan signifikan sebesar 1,82% dibandingkan penutupan sehari sebelumnya ini menjadikan BBRI sebagai emiten dengan koreksi harga terdalam di antara empat bank besar.
Melengkapi gambaran pergerakan, saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mengakhiri perdagangan di posisi Rp 4.530 per saham. Meskipun ikut terkoreksi, penurunan 0,88% dibandingkan penutupan sebelumnya ini relatif paling dangkal di kelompok saham perbankan besar, menunjukkan resistensi yang sedikit lebih baik di tengah tekanan pasar yang melanda.




