
BANYU POS JAKARTA. Unitlink berbasis saham kembali menunjukkan performa unggul pada awal tahun 2026. Berdasarkan data Infovesta secara year to date (ytd) per Januari 2026, rata-rata return unitlink saham tercatat sebesar 0,41%, tertinggi dibandingkan unitlink lainnya.
Secara rinci, terdapat 10 produk unitlink saham yang berhasil mencetak return tertinggi pada Januari 2026.
-
Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific – USD milik PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia menduduki posisi pertama dengan return sebesar 13,99%.
-
Manulife Dana Ekuitas Asia Pasific – IDR dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia mencatat return 13,69%, menempati posisi kedua.
-
PRUlink Rupiah Global Emerging Markets Equity Fund milik PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) berada di posisi ketiga dengan return 11,22%.
-
Smartwealth Dollar Asia Pacific Class B Fund dari PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) menempati posisi keempat dengan imbal hasil 10,40%.
-
Smartwealth Dollar Asia Pacific Fund milik Allianz Life berada di posisi kelima dengan return 10,39%.
-
FWD USD Equity Plus Fund dari PT FWD Insurance Indonesia meraih posisi keenam dengan imbal hasil 10,37%.
-
PRUlink US Dollar Global Emerging Markets Equity Fund milik Prudential Indonesia berada di posisi ketujuh dengan return 10,22%.
-
Mandiri Golden Offshore USD dari PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) mencatat return 9,04%, menempati posisi kedelapan.
-
Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah – USD dari PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia berada di posisi kesembilan dengan return 8,59%.
-
Manulife Dana Ekuitas Asia Pasifik Syariah – IDR milik Manulife Indonesia menutup daftar 10 besar dengan return 8,31%.
Unitlink Pendapatan Tetap dan Campuran Berpotensi Raih Hasil Positif, Ini Alasannya
Meski pasar modal di awal tahun ini masih diwarnai volatilitas, Investment Analyst Infovesta Utama Ekky Topan menilai peluang kinerja unitlink saham sepanjang 2026 masih cukup terbuka untuk mendekati capaian positif pada akhir tahun lalu. Namun, dia memperingatkan jalannya tidak akan mulus dengan fase naik-turun yang lebih sering terjadi.
“Ditambah, hasilnya akan sangat bergantung pada momen masuk, disiplin alokasi, serta kondisi pasar sudah kembali stabil atau belum,” ucap Ekky Topan kepada Kontan, Selasa (10/2).
Sepanjang 2025, unitlink berbasis saham juga mencatatkan kinerja tertinggi di antara unitlink lainnya. Data Infovesta mencatat rata-rata return unitlink saham sebesar 12,09% hingga Desember 2025.
Sementara itu, unitlink berbasis pasar uang mencatatkan return rata-rata kedua terbesar pada Januari 2026 sebesar 0,25%. Di sisi lain, unitlink pendapatan tetap mengalami kontraksi rata-rata sebesar 0,33%, sedangkan unitlink berbasis campuran mencatat kontraksi 0,45%.




