Emiten bank dan tambang royal tebar dividen, cek strategi rotasi sektoralnya

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Sejumlah perusahaan tercatat telah mengeluarkan laporan keuangan tahun 2025, dan tinggal menunggu waktu untuk membagikan dividen. Rotasi sektoral ke emiten-emiten pembagi dividen seperti emiten bank dan tambang dapat dilakukan investor saat ini.

Advertisements

Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer mengatakan wajar jika investor mulai melirik sektor dengan histori pembagian dividen rutin dan royal membagikan dividen seperti perbankan dan tambang.

“Menjelang musim dividen, wajar kalau banyak investor mulai melirik sektor yang historisnya rutin dan royal membagi dividen seperti perbankan dan tambang, apalagi di tengah pasar yang masih volatile dan kebutuhan akan arus kas yang lebih pasti,” ujar Mifta, Jumat (27/2/2026).

: Grup Bakrie (BNBR) Beri Sinyal Bagi Dividen usai Cetak Laba Rp493,85 Miliar

Advertisements

Dia menjelaskan di musim dividen ini, saham perbankan, khususnya bank berkapitalisasi pasar besar, umumnya memiliki fundamental yang solid serta rasio pembayaran dividen (payout ratio) yang lebih konsisten.

Sementara itu, saham-saham tambang yang juga rutin membagikan dividen menurutnya tetap menarik sepanjang harga komoditas bertahan kuat dan arus kas atau cash flow perusahaan terjaga.

: : Pilah-pilih Saham Royal Dividen di Tengah Musim Rilis Laporan Keuangan Emiten

Kendati demikian, Miftahul mengingatkan investor untuk tidak hanya terpaku pada besaran dividend yield untuk melakukan rotasi sektoral ke saham-saham royal dividen. Imbal hasil atau yield yang tinggi, kata dia, belum tentu berkelanjutan apabila laba perusahaan tengah mengalami tekanan.

“Dividend yield tinggi belum tentu berkelanjutan kalau laba sedang menurun,” tegasnya.

: : Astra (ASII) Usulkan Dividen Final 2025 Rp292 per Saham

Selain perbankan dan tambang, Miftahul menilai sektor energi, telekomunikasi, serta consumer defensif juga layak dicermati. Hal tersebut karena karakter bisnis yang relatif stabil.

Adapun untuk saham-saham konglomerasi dengan yield yang saat ini belum terlalu menarik, dia menyarankan investor untuk tidak terburu-buru melepas kepemilikan menjelang musim dividen. Dia menyarankan investor untuk melihat prospek pertumbuhan dan valuasi dari emiten-emiten konglomerat tersebut, untuk mencari katalis yang belum terrefleksi harga.

“Untuk saham konglomerat dengan yield yang belum menarik, tidak selalu harus langsung dilepas. Lihat dulu prospek pertumbuhan dan valuasinya, siapa tahu ada katalis yang belum terefleksi di harga,” tuturnya.

Adapun menurut Miftahul, pendekatan yang lebih bijak menjelang musim dividen saat ini adalah rotasi bertahap dan tetap berbasis fundamental, bukan sekadar mengejar dividen sesaat.

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read