
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT BNI Sekuritas masih optimistis terhadap prospek pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026. Hal ini seiring valuasi pasar saham domestik yang dinilai masih tergolong murah secara historis.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman mengatakan dari sisi valuasi, IHSG saat ini berada pada level yang cukup menarik jika dilihat dari rasio price to earnings (PE) maupun price to book value (PBV).
Menurutnya, rasio PE IHSG saat ini berada mendekati minus dua standar deviasi di bawah rata-rata historisnya.
“Kalau kita lihat dari segi PE maupun PBV, valuasi IHSG masih cukup murah. Bahkan dari sisi PE, posisinya masih dekat dengan minus dua standar deviasi di bawah rata-rata, level yang hampir tidak pernah terlihat dalam hampir 20 tahun,” ujar Fanny dalam Ramadhan Market Update BNI Sekuritas, Rabu (11/3/2026).
Intip Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini (12/3), IHSG Diproyeksi Kembali Melemah
Selain itu, indikator earnings yield spread terhadap obligasi juga menunjukkan saham masih lebih menarik dibandingkan instrumen pendapatan tetap.
Menurut Fanny, kondisi tersebut mencerminkan potensi aliran dana investor yang masih berpeluang mengalir ke pasar saham.
“Earnings yield spread over bond menunjukkan bahwa secara relatif investasi di saham masih lebih menarik dibandingkan obligasi,” jelasnya.
Jika dilihat dari sisi sektoral, Fanny menilai mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia juga saat ini diperdagangkan pada valuasi yang relatif murah.
Ia mengatakan sebagian besar sektor saat ini berada di bawah minus satu standar deviasi dari rata-rata valuasi historisnya.
“Kalau kita lihat one year forward valuation per sektor, rata-rata hampir semua sektor sudah berada di bawah minus satu standar deviasi,” ungkapnya.
Beberapa sektor yang dinilai cukup menarik secara valuasi antara lain consumer non-cyclicals, financials, serta sektor kesehatan.
Wall Street Bergejolak: S&P 500, Dow Ditutup Melemah Terseret Eskalasi Perang Iran
Dengan mempertimbangkan faktor valuasi tersebut, BNI Sekuritas memproyeksikan IHSG berpotensi bergerak di kisaran 7.200 hingga 7.800 dalam satu tahun ke depan.
“Target IHSG dari BNI Sekuritas berada di kisaran 7.200 sampai 7.800 untuk satu tahun ke depan berdasarkan pendekatan valuasi,” kata Fanny.




