Perang Iran-AS picu gejolak pasar saham, literasi investasi jadi kunci

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA – Ajaib Sekuritas menilai penguatan edukasi dan literasi bagi investor menjadi kunci penting dalam kondisi pasar saham yang saat ini tertekan oleh perang antara Amerika Serikat dan Iran.

Advertisements

Direktur Utama Ajaib Sekuritas Juliana menegaskan bahwa setiap konflik global hampir selalu membawa efek domino terhadap perekonomian, baik secara makro maupun mikro. Dampaknya pun bisa beragam, mulai dari sektor yang diuntungkan hingga saham emiten yang justru tertekan.

“Kalau bicara perang, pengaruhnya pasti ada ke pasar. Ada saham yang naik, ada juga yang turun. Tapi yang paling penting dipahami investor adalah fundamentalnya, kenapa suatu saham atau sektor bisa bergerak seperti itu,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

: Catat Deretan Saham Lapis Dua Pilihan Jelang Lebaran Potensi Cuan THR

Advertisements

Menurutnya, kondisi global yang tidak menentu membuat pasar saham lebih sensitif terhadap sentimen. Meski begitu, ketahanan ekonomi Indonesia dan kebijakan pemerintah menjadi faktor penting yang dapat menjaga stabilitas pasar domestik.

Dia menilai, dalam situasi seperti ini ada beberapa sektor yang sebenarnya berpotensi mencatat kinerja lebih baik. Namun hingga kini, kenaikan di sektor-sektor tersebut masih belum terlalu signifikan meskipun tanda-tandanya sudah mulai terlihat.

: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis, 12 Maret 2026

Di tengah dinamika pasar tersebut, dia menilai perusahaan sekuritas memiliki peran penting untuk mengedukasi investor agar tidak mengambil keputusan secara emosional. Investor, kata dia, harus memahami bahwa setiap produk investasi memiliki risiko.

“Kami selalu mengingatkan nasabah bahwa investasi itu ada risikonya. Jangan sampai hanya karena harga sedang naik, investor langsung all out tanpa mempertimbangkan risiko. Kalau akhirnya rugi dan kapok, itu justru membuat mereka enggan kembali ke pasar,” jelasnya.

: : IHSG Ditutup Melemah 0,37% Hari Ini (12/3), Terimpin Saham Komoditas NCKL, INCO, BREN

Sementara itu, aktivitas transaksi di pasar saham Indonesia sendiri menunjukkan tren meningkat. Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia bahkan sempat mendekati Rp30 triliun, mencerminkan tingginya partisipasi investor.

Sejalan dengan tren tersebut, Ajaib juga mencatat pertumbuhan jumlah investor yang masih berada di level double digit. Menariknya, sekitar 80 persen investor Ajaib berasal dari luar wilayah Jabodetabek, menunjukkan bahwa minat investasi mulai menyebar ke berbagai daerah di Indonesia.

Perusahaan pun menargetkan bukan sekadar meningkatkan jumlah akun, tetapi juga memperluas literasi keuangan di daerah dengan tingkat inklusi yang masih rendah.

“Banyak masyarakat di daerah yang sebelumnya menjadi korban investasi bodong karena kurangnya literasi. Dengan teknologi, mereka sekarang bisa mengakses investasi yang lebih aman dan transparan,” ungkapnya.

Ke depan, Ajaib menaruh perhatian besar pada aspek keamanan digital. Isu keamanan data dan ancaman siber dinilai semakin krusial seiring meningkatnya aktivitas transaksi di platform investasi digital.

Advertisements

Also Read