BANYU POS JAKARTA. PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), emiten menara telekomunikasi yang terafiliasi dengan grup Djarum, berhasil membukukan kinerja finansial yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Pencapaian positif ini menegaskan posisi kuat perseroan di tengah dinamika pasar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, TOWR mencatatkan pendapatan sebesar Rp 13,32 triliun. Angka ini menandai pertumbuhan solid sebesar 4,65% secara tahunan (Year on Year/YoY), naik dari Rp 12,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar pendapatan berasal dari segmen sewa, yang menyumbang Rp 11,67 triliun. Selain itu, pendapatan jasa dan lainnya juga menunjukkan performa cemerlang dengan kenaikan 31,34% YoY, mencapai Rp 1,65 triliun.
Pada sisi profitabilitas, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk TOWR mencapai Rp 3,67 triliun di tahun 2025. Raihan ini menunjukkan peningkatan sebesar 10,28% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat Rp 3,33 triliun, merefleksikan efisiensi operasional dan manajemen biaya yang efektif.
Kinerja cemerlang juga turut dirasakan oleh entitas-entitas usaha di bawah naungan TOWR. PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 1,34 triliun, melesat 35,94% secara tahunan dari Rp 974,31 miliar. Di waktu yang sama, SUPR juga membukukan pendapatan sebesar Rp 1,91 triliun, tumbuh 5,13% YoY dari perolehan di tahun 2024 sebesar Rp 1,81 triliun.
Sorotan khusus pantas diberikan kepada PT Inti Bangun Sejahtera Tbk (IBST), yang menunjukkan pembalikan kinerja finansial yang sangat signifikan. Setelah sebelumnya mencatatkan rugi bersih sebesar Rp 1,85 triliun, IBST berhasil membalikkan keadaan dengan membukukan laba bersih Rp 411,44 miliar di tahun 2025. Meskipun pertumbuhan pendapatan IBST hanya 1,09% YoY menjadi Rp 871,89 miliar, keberhasilan ini utamanya didorong oleh efisiensi luar biasa dalam menekan jumlah pokok pendapatan hingga 51,18% secara tahunan, menjadi Rp 242,94 miliar.
Hartono Tanuwidjaja, Director & Chief of Staff or Group Investor Relations Sarana Menara Nusantara, menjelaskan bahwa kunci keberhasilan ini adalah fokus manajemen pada keunggulan inti dan implementasi program peningkatan berkelanjutan. “Skala operasional yang sudah kami miliki, manajemen biaya yang ketat, serta efisiensi terus kami jalankan dengan optimal,” ujar Hartono.
Hartono menambahkan, salah satu keunggulan kompetitif TOWR adalah posisinya sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi digital independen terbesar di Indonesia dengan layanan terlengkap. Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi industri saat ini, seperti merger antara XL Axiata dan SmartFren, yang dinilai membuka peluang pertumbuhan signifikan melalui ekspansi strategis ke teknologi 5G dan peningkatan kualitas layanan.
Prospek TOWR juga mendapat respons positif dari kalangan analis. Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Daniel Widjaja dan Wilbert Arifin, mempertahankan rekomendasi beli untuk saham TOWR dengan target harga Rp 900 per saham. Valuasi ini merefleksikan 8,2 kali EV/EBITDA di tahun 2026, yang menunjukkan keyakinan terhadap potensi jangka panjang perusahaan.
Menurut Daniel dan Wilbert dalam riset yang dirilis pada Kamis (26/3), prospek TOWR masih sangat solid, didukung oleh pertumbuhan pendapatan dan EBITDA yang stabil. Selain itu, kontribusi data untuk memperkuat segmen Fiber to The Home (FTTH) serta potensi kenaikan tenancy dari Fixed Wireless Access (FWA) menjadi pendorong utama. Meski demikian, risiko tetap perlu diwaspadai, terutama jika penambahan jumlah tenant melambat dari ekspektasi atau terjadi kendala dalam eksekusi inisiatif pertumbuhan di masa depan.




