
Dua kabar penting mendominasi perhatian pembaca kumparanBISNIS sepanjang Selasa (14/4): capaian rekor stok beras Indonesia dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Mari kita telaah lebih dalam rangkuman berita-berita populer tersebut.
Stok Beras Indonesia Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah: 4,72 Juta Ton
Kabar menggembirakan datang dari sektor pangan. Stok beras Indonesia, khususnya Cadangan Beras Pemerintah (CBP), kini berada di level tertinggi sepanjang sejarah, menembus angka impresif 4,72 juta ton. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa prestasi ini merupakan buah dari kolaborasi lintas sektor yang intens, bertujuan memperkuat ketahanan pangan strategis nasional. Bahkan, pasokan beras diproyeksikan akan segera menyentuh angka 5 juta ton dalam waktu dekat, menandai sebuah keberhasilan monumental sejak Bulog didirikan.

Capaian istimewa pada stok beras ini bukanlah hasil yang instan. Amran merinci bahwa di balik kesuksesan ini terdapat dukungan anggaran pemerintah yang substansial. Pemerintah awalnya mengalokasikan Rp 16,6 triliun, yang kemudian ditingkatkan menjadi Rp 39 triliun, sebuah langkah krusial untuk memastikan level CBP tetap aman dan stabil.
Dukungan finansial yang kuat ini sangat vital dalam menjamin ketersediaan pangan bagi sekitar 115 juta jiwa penduduk Indonesia. Penguatan CBP, tegas Amran, adalah suatu keharusan mutlak bagi ketahanan pangan nasional. Keberhasilan penguatan cadangan beras pemerintah ini juga tidak terlepas dari peran kepemimpinan Presiden yang responsif serta soliditas antar kementerian, terutama Kementerian Keuangan, dalam berkoordinasi. Dengan capaian historis ini, pemerintah menatap masa depan dengan optimisme, meyakini bahwa CBP akan menjadi landasan yang kokoh untuk menjaga stabilitas harga pangan, mengantisipasi potensi gejolak pasokan, dan secara berkelanjutan menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.
IHSG Mengakhiri Hari dengan Kinerja Cemerlang, Melonjak 2,34 Persen ke Level 7.675

Di sisi lain, lantai bursa Indonesia diselimuti optimisme saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Selasa (14/3) dengan performa yang sangat positif. IHSG berhasil menguat secara signifikan, melonjak 175,764 poin atau 2,34 persen, dan parkir di level 7.675,951. Indeks unggulan LQ45 juga tak ketinggalan, menunjukkan kenaikan serupa dengan peningkatan 17,960 poin atau 2,41 persen, mencapai angka 764,315. Aktivitas perdagangan terbilang ramai, dengan total transaksi saham mencapai 3.108.619 kali, melibatkan volume perdagangan sebesar 52,997 miliar saham, dan nilai transaksi mencapai Rp 24,756 triliun. Sentimen positif ini didukung oleh dominasi saham-saham yang menguat, sebanyak 548 saham, berbanding 151 saham yang melemah dan 119 saham yang stagnan.
Beberapa saham bahkan mencatat kenaikan tertinggi atau top gainers pada sesi perdagangan sore itu, merefleksikan kuatnya sentimen positif dari para investor. Di antara saham-saham tersebut adalah PP Presisi (PPRE) yang melesat impresif 34,65 persen ke posisi 136, diikuti oleh Danasupra Erapacific (DEFI) yang naik 34,00 persen ke 67. Selanjutnya, Bekasi Asri Pemula (BAPA) melonjak tajam 33,33 persen ke 152, Intermedia Capital (MDIA) turut mengalami kenaikan signifikan 33,33 persen ke 72, serta Bakrie & Brothers (BNBR) yang menguat solid 27,04 persen ke 202.
Namun, di tengah euforia pasar saham, nilai tukar rupiah tercatat melemah tipis 0,13 persen atau 22 poin terhadap dolar AS, mengakhiri perdagangan di level Rp 17.127. Kendati demikian, tren penguatan di pasar saham tidak hanya menjadi fenomena di Indonesia. Sejumlah bursa saham utama di Asia lainnya, seperti Nikkei 225 di Jepang (naik 2,43 persen), Hang Seng di Hong Kong (naik 0,82 persen), SSE Composite di China (naik 0,95 persen), dan Straits Times di Singapura (naik 0,49 persen), juga kompak ditutup di zona hijau. Kondisi ini secara keseluruhan menggambarkan optimisme yang meluas di kawasan regional.




