IHSG sesi I ambrol 3,06% ke 7.152, ada 670 saham di zona merah!

Hikma Lia

BANYU POS, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tergelincir tajam pada sesi perdagangan pertama, Jumat (24/4/2026). Indeks komposit ini ambrol sebesar 3,06%, menutup sesi pada level 7.152,85. Pergerakan IHSG yang signifikan ini menandai tekanan berat di pasar modal Indonesia.

Advertisements

Berdasarkan data dari IDX Mobile, Indeks Harga Saham Gabungan dibuka dalam kondisi lesu pada posisi 7.378,07. Sepanjang sesi I, IHSG sempat bergerak dalam rentang 7.147 hingga 7.383. Kondisi pasar pada penutupan sesi menunjukkan dominasi sentimen negatif, di mana tercatat hanya 101 saham yang menguat, sementara 670 saham melemah, dan 188 saham bergerak stagnan. Kapitalisasi pasar juga terpantau di angka Rp12.780 triliun.

Penurunan Indeks Harga Saham Gabungan ini turut menyeret beberapa saham big cap unggulan ke zona merah. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) merosot 2,53% menjadi Rp3.080 per saham. Begitu pula PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang melemah 2,16% ke level Rp4.530 per saham.

Tidak hanya itu, saham-saham lain yang turut mengalami tekanan jual pada pagi ini meliputi BRPT yang ambles 5,48% ke Rp2.070, INDY turun 6,19% ke Rp3.640, serta BBCA yang terkoreksi 5,45% menjadi Rp6.075. Pelemahan luas ini mencerminkan kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi dan pasar.

Advertisements

: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Jumat 24 April 2026

Tim Riset Phintraco Sekuritas menjelaskan bahwa sentimen negatif yang menekan IHSG hari ini salah satunya berasal dari pelemahan Rupiah. Mata uang domestik sempat menyentuh level Rp17.300 per dolar AS dan ditutup pada Rp17.286 per dolar AS di pasar spot. Ini merupakan level penutupan terburuk bagi Rupiah sepanjang sejarah, sekaligus pelemahan terdalam di Asia, yang terjadi secara relatif cepat di luar estimasi pasar sebelumnya.

Selain sentimen Rupiah, kondisi geopolitik juga turut membebani pasar modal. Penutupan Selat Hormuz yang berlarut-larut menyebabkan harga minyak dunia bertahan di level tinggi. Situasi ini memicu kekhawatiran akan potensi inflasi yang melonjak dan melebarnya defisit anggaran belanja negara, menambah tekanan pada iklim investasi.

: Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini Kamis 23 April 2026

Dari sisi analisis teknikal, Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa posisi IHSG saat ini berada di akhir wave [iv] pada label hitam atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B pada label merah. “Hal tersebut berarti, IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan akan menguji 7.245-7.354 sekaligus menutup beberapa area gap-nya,” seperti dikutip dalam riset harian, Jumat (24/4/2026). Mengingat kondisi ini, IHSG diproyeksikan akan bergerak pada rentang support 7.351 dan 7.238, serta resistance 7.578 dan 7.700.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read