Jelang laga terakhir musim ini, Anto Van Java resmi lepas 15 persen saham PSIS Semarang ke keluarga Fariz Julinar

Hikma Lia

Pergantian kepemilikan saham kembali mengguncang tubuh PSIS Semarang, klub kebanggaan berjuluk Mahesa Jenar. Junianto, yang lebih dikenal publik sebagai Anto Van Java, dikabarkan telah resmi melepas seluruh 15 persen saham miliknya. Pihak keluarga Datu Nova, yang saat ini memegang kendali mayoritas klub, menjadi penerima akuisi saham tersebut.

Advertisements

Kabar penting ini pertama kali mencuat ke permukaan melalui unggahan di akun Instagram milik Fariz Juli Narmaurisal, suami dari Datu Nova. Dalam postingannya, Fariz mengungkapkan bahwa proses akuisi saham dari Anto Van Java telah mencapai kesepakatan final, tepat menjelang pertandingan terakhir musim ini yang akan dilakoni PSIS Semarang.

“Bismillah semangat ini bertambah sebelum pertandingan terakhir musim ini PSIS Semarang besok di Sleman. Bapak Anto Van Java menyerahkan saham 15 persen miliknya di PSIS Semarang untuk diakusisi saya beserta keluarga untuk melanjutkan merawat dan menjaga klub ini,” tulis Fariz, mengutip pernyataannya. Ia turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam kepada Anto Van Java beserta keluarga atas kepercayaan yang telah diberikan kepada keluarganya untuk melanjutkan estafet perjalanan klub kebanggaan warga Semarang ini.

Langkah Anto Van Java untuk melepas sahamnya di PSIS Semarang ini disinyalir sebagai bagian dari strateginya untuk fokus penuh pada pengembangan Kendal Tornado FC. Klub yang berlaga di Liga 2 ini menarik perhatian lantaran kini berada dalam satu grup kompetisi dengan PSIS Semarang, menciptakan potensi persaingan yang menarik di masa mendatang.

Advertisements

Sebelumnya, Anto Van Java dikenal telah mengakuisisi klub Tornado FC yang berasal dari Pekanbaru. Ia kemudian memindahkan basis klub tersebut, atau homebase, ke kampung halamannya di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kehadiran Kendal Tornado FC di kancah sepak bola nasional diprediksi akan menjadi prioritas utama bagi pengusaha asal Kendal tersebut.

Perlu diingat, Anto Van Java sebenarnya memiliki sejarah panjang dengan PSIS Semarang. Ia sempat menjadi salah satu pemegang saham signifikan di klub tersebut, dengan kepemilikan mencapai 30 persen. Namun, porsi kepemilikannya sempat mengalami penurunan drastis menjadi hanya 15 persen setelah terjadinya konflik internal terkait pengelolaan klub dengan pemilik saham mayoritas pada era sebelum keluarga Datu Nova mengambil alih.

Konflik yang terjadi pada waktu itu disebut-sebut melibatkan perbedaan pandangan fundamental antara Anto Van Java dengan jajaran pemilik saham mayoritas PSIS Semarang di bawah kepemimpinan keluarga Yoyok Sukawi. Situasi pelik ini berujung pada dilusi saham yang dimiliki Anto, hingga menyusut separuh dari jumlah awalnya.

Kini, dengan resminya pelepasan sisa saham tersebut, hubungan kepemilikan antara Anto Van Java dengan PSIS Semarang dipastikan telah berakhir. Meski demikian, kontribusi dan perannya dalam perjalanan klub Mahesa Jenar selama beberapa tahun terakhir akan tetap tercatat sebagai bagian penting dari sejarah klub.

Di sisi lain, akuisi saham oleh keluarga Datu Nova semakin mempertegas arah baru kepemimpinan di PSIS Semarang. Dukungan finansial yang kuat dan stabilitas manajemen menjadi harapan besar para suporter, agar klub dapat kembali bersaing secara lebih kompetitif dan meraih prestasi gemilang di musim-musim mendatang.

Sementara itu, publik sepak bola Jawa Tengah kini menantikan langkah-langkah strategis Anto Van Java bersama Kendal Tornado FC di panggung Liga 2. Terlebih, klub tersebut berpotensi besar untuk tumbuh menjadi kekuatan baru yang patut diperhitungkan, khususnya dari wilayah Pantura Jawa Tengah.

Advertisements

Also Read

Tags