Perkuat transformasi bisnis, segmen kendaraan listrik TBS Energi (TOBA) mulai moncer

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Di tengah akselerasi transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan, lini bisnis kendaraan listrik milik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) melalui entitas usahanya, Electrum, kini mulai menunjukkan geliat pertumbuhan yang amat signifikan. Pencapaian ini menegaskan posisi TOBA dalam peta masa depan mobilitas hijau di Indonesia.

Advertisements

Electrum, sebagai ujung tombak strategi diversifikasi TOBA, tidak hanya berfokus pada penyediaan kendaraan listrik semata. Perusahaan ini tengah merancang dan mengembangkan sebuah ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi penuh. Ini mencakup tidak hanya kendaraan itu sendiri, tetapi juga infrastruktur pendukung krusial, seperti sistem penukaran baterai atau battery swapping yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan kemudahan penggunaan bagi para penggunanya.

Fleksibilitas menjadi kunci dalam model bisnis yang ditawarkan Electrum. Mereka tidak hanya melayani penjualan langsung, tetapi juga menyediakan skema rental yang mengakomodasi segmen B2C (Business-to-Consumer) dan B2B (Business-to-Business), serta layanan berlangganan baterai (subscription). Penawaran ini diperkuat dengan kehadiran tiga jenis kendaraan listrik yang berbeda spesifikasinya, baik dari segi jarak tempuh maupun kecepatan, memungkinkan Electrum untuk merambah beragam segmen pasar dengan kebutuhan mobilitas yang unik.

Research Analyst MNC Sekuritas, Raka Junico, menggarisbawahi langkah diversifikasi TOBA ke bisnis kendaraan listrik sebagai strategi yang visioner dan tepat. Menurut Raka, kombinasi model bisnis yang mencakup penjualan dan rental menciptakan sinergi antara pertumbuhan bisnis yang pesat dan pendapatan berulang (recurring income), yang krusial dalam membangun keberlanjutan dan stabilitas finansial jangka panjang.

Advertisements

Kinerja bisnis kendaraan listrik TOBA pada kuartal I-2026 tercatat sangat impresif. Pendapatan yang bersumber dari penjualan dan sewa kendaraan listrik berhasil mencapai US$ 3,2 juta, sebuah lonjakan drastis sebesar 138% secara tahunan. Angka ini menjadi bukti nyata penerimaan pasar yang kuat terhadap solusi mobilitas listrik yang ditawarkan.

Dari perspektif operasional, adopsi kendaraan listrik juga menunjukkan peningkatan yang solid. Jumlah kendaraan listrik yang beredar di masyarakat mencapai 9.082 unit, meningkat 78% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Seiring dengan itu, infrastruktur pendukung pun terus diperluas, dengan jumlah charging station yang mencapai 426 unit, tumbuh 37% YoY. Lebih menarik lagi, jumlah transaksi battery swap per bulan telah menembus angka 1,1 juta kali, menunjukkan intensitas penggunaan yang tinggi. Skema rent-to-own juga mencatat respons positif dengan total 1.300 unit kendaraan yang telah diadopsi.

“Meskipun kontribusinya saat ini masih relatif kecil terhadap total pendapatan perusahaan, pertumbuhan yang luar biasa tinggi ini membuka potensi peningkatan kontribusi secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan,” jelas Raka pada Senin (11/5/2026), menyoroti prospek cerah bisnis ini.

Secara konsolidasi, TOBA membukukan pendapatan sebesar US$ 86,3 juta pada kuartal I-2026, mencatat pertumbuhan 21% secara tahunan. Dalam komposisi ini, segmen kendaraan listrik menyumbang sekitar 3,7% dari total pendapatan, melonjak dari 1,9% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan kontribusi ini menunjukkan bahwa bisnis kendaraan listrik bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan pendorong pertumbuhan yang semakin penting bagi perusahaan.

Raka lebih lanjut menilai bahwa sinergi antara pertumbuhan pesat di bisnis kendaraan listrik dan pengelolaan limbah yang juga menunjukkan profitabilitas solid, akan menjadi fondasi kokoh bagi transformasi bisnis TOBA. “Kedua segmen ini dinilai mampu menjadi pilar utama dalam membangun profil bisnis yang lebih berkelanjutan dan resilient di masa depan,” tutupnya, menegaskan visi strategis TOBA untuk masa mendatang.

Advertisements

Also Read

Tags