IHSG anjlok usai BUMN ekspor dibentuk, Purbaya: Mungkin investor belum tahu

Hikma Lia

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan tanggapan terkait pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat terperosok ke zona merah. Kondisi ini menyusul pengumuman pemerintah tentang penunjukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai badan usaha tunggal yang bertanggung jawab atas ekspor tiga komoditas strategis nasional.

Advertisements

Pada perdagangan hari Rabu (20/5), IHSG terpantau ditutup anjlok sebanyak 52,18 poin atau setara dengan 0,82 persen, bertengger di level 6.318,5. Tren penurunan ini berlanjut pada sesi I perdagangan Kamis (21/5), di mana IHSG kembali anjlok signifikan sebesar 174,140 poin atau 2,76 persen, mencapai level 6.144,359.

Purbaya menjelaskan bahwa penurunan IHSG ini kemungkinan besar disebabkan oleh belum optimalnya pemahaman investor terhadap tujuan dan dampak positif dari mekanisme ekspor yang baru. Ia menambahkan, saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Kamis (21/5), “Pasar cenderung bereaksi dengan aksi jual saat dihadapkan pada ketidakpastian. Namun, begitu investor memahami dampak sesungguhnya, IHSG seharusnya akan kembali menguat secara signifikan.”

Menurutnya, keberadaan PT DSI akan menjadi instrumen vital dalam memberantas praktik under invoicing dan transfer pricing yang selama ini kerap merugikan negara dan perusahaan. Dengan mekanisme baru ini, para emiten yang bergerak di sektor ekspor dipercaya dapat meraup keuntungan berlipat ganda, karena nilai penjualan akan terefleksi secara murni dan transparan.

Advertisements

“Biasanya, uang menjadi ‘mainan’ oleh pemilik karena perusahaan yang di luar negeri seringkali terafiliasi dengan pemilik,” tutur Purbaya. Ia menegaskan bahwa setelah praktik-praktik merugikan seperti under invoicing diberantas, valuasi perusahaan, khususnya yang melantai di bursa saham, dijamin akan meningkat secara signifikan di masa mendatang. “Perusahaan akan untung, bahkan seharusnya bisa dua kali lipat untuk yang tercatat di bursa dan dilaporkan. Ini pasti akan meningkatkan valuasi dari perusahaan-perusahaan tersebut di bursa, jadi pelan-pelan akan naik secara signifikan,” tegasnya.

Senada dengan Menkeu, Chief of Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, turut menanggapi fenomena anjloknya IHSG. Pandu meyakini bahwa pasar akan berangsur pulih setelah sosialisasi intensif dilakukan kepada para pengusaha, yang diharapkan rampung dalam dua hari ke depan. “Tentunya sama kalau IHSG, ini kan mereka perlu mencari certainty juga, pengin tahu hasilnya, ya Insyaallah pasti baik lah, kan kita pasti akan melihat market, market-nya penting, optimis secepatnya,” ujar Pandu.

Berdasarkan dokumen pembentukan badan hukum dari Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), PT Danantara Sumberdaya Indonesia merupakan entitas baru yang pemegang sahamnya terdiri dari PT Danantara Investment Management (DIM) dan PT Danantara Mitra Sinergi. Saat ini, PT DSI fokus menangani ekspor komoditas strategis seperti minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, dan produk olahan besi ferro alloy.

Advertisements

Also Read

Tags