Charoen Pokphand (CPIN) tebar dividen Rp2,95 triliun, cair 12 Juni 2026

Hikma Lia

BANYU POS – , JAKARTA — Kabar gembira datang bagi para investor PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN), salah satu emiten unggas terkemuka. Perseroan secara resmi mengumumkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 dengan total nilai fantastis mencapai Rp2,95 triliun, atau setara dengan Rp180 per saham. Keputusan ini menunjukkan komitmen CPIN untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang sahamnya.

Advertisements

Keputusan krusial mengenai pembagian dividen ini telah disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 20 Mei 2026. Menurut Corporate Secretary CPIN, Hadijanto Kartika, total dividen tunai yang akan dibagikan mencapai Rp2.951.640.000.000, yang seluruhnya bersumber dari laba bersih perseroan sepanjang tahun 2025. “Charoen Pokphand Indonesia akan membagikan dividen tunai untuk periode tahun buku 2025 sebesar Rp2.951.640.000.000 atau setara Rp180 per saham,” tegas Hadijanto dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis (21/5/2026).

Untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar, CPIN telah menetapkan jadwal pembayaran dividen yang rinci. Tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 2 Juni 2026, diikuti oleh tanggal ex dividen di pasar yang sama pada 3 Juni 2026. Sementara itu, bagi transaksi di pasar tunai, tanggal cum dividen adalah 4 Juni 2026 dan tanggal ex dividen pada 5 Juni 2026. Tanggal daftar pemegang saham yang berhak menerima dividen (recording date) ditetapkan pada 4 Juni 2026. Puncak dari rangkaian jadwal ini adalah tanggal pembayaran dividen tunai, yang menurut Hadijanto, akan dilakukan pada 12 Juni 2026.

Manajemen Charoen Pokphand Indonesia memastikan bahwa seluruh jadwal dan tata cara pembayaran dividen ini telah dikoordinasikan secara matang dengan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), serta Biro Administrasi Efek perseroan. Hal ini dilakukan untuk menjamin transparansi dan kelancaran proses. Lebih lanjut, CPIN juga memberikan jaminan kepada para investor bahwa pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 ini tidak akan berdampak negatif pada kelangsungan dan stabilitas operasional perusahaan, sebuah sinyal positif bagi prospek bisnis mereka.

Advertisements

Kinerja keuangan CPIN sepanjang tahun 2025 memang menjadi dasar kuat bagi keputusan dividen ini. Perseroan berhasil membukukan laba bersih yang impresif, mencapai Rp5,63 triliun. Selain itu, kekuatan finansial Charoen Pokphand Indonesia juga tercermin dari saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya, yang melonjak hingga Rp33,96 triliun. Angka ini semakin diperkuat dengan total ekuitas CPIN yang mencapai Rp34,15 triliun pada akhir Desember 2025, menandakan posisi keuangan yang sangat solid untuk mendukung kebijakan pro-investor ini.

: Uji Tahan Banting Emiten Unggas CPIN, JPFA, MAIN, di Tengah Tren Meroket Harga Bahan Baku

: : Outlook Raksasa Unggas CPIN-JPFA di 2026 Usai Laba Tumbuh Dua Digit

: : Adu Nyaring Kokok Duo Emiten Unggas JPFA-CPIN di 2025

Charoen Pokphand Indonesia Tbk – TradingView
_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements

Also Read