BANYU POS JAKARTA. PT Central Omega Resources Tbk (DKFT) melanjutkan tren pertumbuhan kinerja keuangan yang solid hingga akhir semester I-2026. Produsen nikel ini membukukan penjualan sebesar Rp 1,01 triliun atau tumbuh 5,91% year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yaitu Rp 950,65 miliar.
Meski meningkat dari sisi nilai, volume penjualan bijih nikel DKFT justru menyusut 34,29% yoy dari 1,84 juta ton pada semester I-2025 menjadi 1,21 juta ton pada semester I-2026.
Bersamaan dengan itu, beban pokok penjualan DKFT berkurang 4,57% yoy menjadi Rp 444,49 miliar pada semester I-2026, dari periode sebelumnya yaitu Rp 465,79 miliar.
Ada Penyesuaian RKAB, Central Omega (DKFT) Cetak Kinerja Positif di Kuartal I-2026
DKFT membukukan kenaikan EBITDA 13,24% yoy dari Rp 481,39 miliar pada semester I-2025 menjadi Rp 545,14 miliar pada semester I-2026. Emiten ini pun mencetak laba bersih sebesar Rp 403,03 miliar pada semester I-2026 atau tumbuh 29,90% yoy dibandingkan Rp 310,27 miliar yang diraih pada semester I-2025.
Tak hanya itu, laba per saham DKFT ikut melesat 28,09% dari Rp 56 pada semester I-2025 menjadi Rp 72 pada semester I-2026.
Direktur Central Omega Resources, Feni Silviani Budiman mengatakan, kinerja positif ini mencerminkan keberhasilan strategi efisiensi biaya dan disiplin operasional perusahaan.
“Meskipun volume penjualan terkoreksi, optimasi margin dan fleksibilitas pemasaran memungkinkan kami mempertahankan EBITDA sebesar Rp 545 miliar serta meningkatkan laba per saham sebesar 28% menjadi Rp 72,” ungkap dia dalam keterbukaan informasi, Selasa (28/7/2026).
Untuk ke depannya, DKFT tetap fokus untuk menjaga efisiensi dan memaksimalkan nilai tambah guna memberikan hasil optimal bagi para pemegang saham.
Simak Jadwal Pembagian Dividen Tunai Final Central Omega Resources (DKFT)




