Rupiah dibuka stagnan di level Rp 18.022 per dolar Amerika Serikat pada Senin pagi (3/8), menurut data Bloomberg. Kemudian mata uang Garuda menguat 0,14% menjadi Rp 17.997 per dolar AS selang beberapa menit.
Berdasarkan pantauan Katadata.co.id, rupiah menguat 0,26% ke level Rp 17.975 per dolar AS pada pukul 09.10 WIB.
Nilai tukar rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS pada perdagangan Senin (3/8), seiring membaiknya sentimen global setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan terhadap Iran.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama yang mendorong pelemahan dolar AS dan membuka ruang penguatan bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
“Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS oleh harapan damai di Timur Tengah setelah Trump mengatakan pada Minggu pagi bahwa ia telah membatalkan rencana serangan terhadap Iran menyusul permintaan dari Teheran dan negara-negara tetangganya di kawasan tersebut,” ujar Lukman kepada Katadata, Senin (3/8).
Menurut dia, keputusan itu meningkatkan optimisme pasar bahwa konflik di Timur Tengah tidak akan semakin meluas. Kondisi ini mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko dan mengurangi permintaan terhadap dolar AS sebagai aset safe haven.
Namun, Lukman menilai ruang penguatan rupiah masih terbatas. Investor memilih bersikap hati-hati sambil menantikan rilis sejumlah indikator ekonomi domestik yang dinilai akan menjadi penentu arah pergerakan pasar pada perdagangan hari ini.
“Penguatan akan terbatas, dengan investor menantikan rilis data-data ekonomi penting domestik siang ini,” katanya.
Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah bergerak di kisaran Rp 17.950 hingga Rp 18.100 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.




