OJK: Kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia mulai pulih

Hikma Lia

BANYU POS – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai, kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia mulai pulih meski ketidakpastian ekonomi global masih membayangi.

Advertisements

Indikasi tersebut tercermin dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam sebulan terakhir, tingginya aktivitas penghimpunan dana (fundraising), serta terus bertambahnya jumlah investor di pasar modal.

Temui 100 Investor Global, OJK: Reformasi Integritas Pasar Modal Tuai Apresiasi

Advertisements

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kondisi pasar modal saat ini menunjukkan tren yang lebih baik dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

“Kalau kita melihat trennya memang ada perbaikan. Kami juga melihat fundraising di pasar modal Indonesia menjadi berita yang sangat baik di tengah dinamika yang terjadi saat ini,” ujar Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin (3/8/2026).

Menurut Friderica, hingga akhir Juli 2026 nilai penghimpunan dana di pasar modal telah mencapai lebih dari Rp 113 triliun.

Selain itu, masih terdapat sejumlah penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) dan aksi korporasi lainnya yang berada dalam pipeline.

“Kami juga melihat ada IPO dan lain-lain di pipeline. Ini menunjukkan confidence terhadap market Indonesia juga masih baik,” katanya.

Nusantara Infrastructure (META) Bidik Kontribusi Bisnis Air Bersih Capai 48%

Tak hanya dari sisi penghimpunan dana, OJK juga melihat peningkatan jumlah investor sebagai sinyal positif bagi perkembangan pasar modal domestik.

Friderica mengungkapkan, jumlah Single Investor Identification (SID) meningkat signifikan dalam setahun terakhir. Dari sekitar 20 juta SID pada tahun lalu, kini jumlahnya telah mendekati 30 juta SID.

“Tahun lalu sekitar 20 juta. Sekarang belum satu tahun sudah meningkat hampir 10 juta, sehingga jumlah SID di pasar modal Indonesia sudah hampir 30 juta. Ini tentu menjadi berita yang sangat baik,” ujarnya.

Di sisi lain, nilai aset kelolaan (asset under management/AUM) industri investasi juga terus bertumbuh.

OJK optimistis peluncuran berbagai instrumen investasi baru akan semakin meningkatkan partisipasi masyarakat di pasar modal.

“Kami juga melihat akan ada beberapa produk baru dan kami yakin ini akan semakin meningkatkan minat masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia,” imbuhnya.

Rupiah Terus Melemah ke Rp 18.033 Per Dolar AS Tengah Hari Ini (4/8), Asia Bervariasi

Reformasi pasar modal berlanjut

Friderica menambahkan, OJK terus melanjutkan reformasi integritas pasar modal yang telah digulirkan sejak awal tahun.

Sejumlah kebijakan yang sebelumnya diumumkan kini telah direalisasikan secara bertahap.

Di antaranya peningkatan ketentuan free float, perluasan keterbukaan informasi bagi investor dengan kepemilikan di atas 1%, pengungkapan ultimate beneficial owner (UBO) untuk kepemilikan di atas 10%, hingga penyajian data investor yang lebih rinci.

Selain itu, OJK menyempurnakan sistem pengawasan transaksi melalui penguatan indikator High Shareholding Concentration (HSC) dengan penambahan parameter price impact ratio.

Langkah tersebut diharapkan dapat menekan potensi praktik manipulasi maupun coordinated trading di pasar modal.

“Ini sangat diapresiasi investor karena dapat mengurangi potensi manipulated trading maupun coordinated trading di pasar modal Indonesia,” kata Friderica.

OJK juga memastikan proses penegakan hukum (enforcement) terhadap berbagai pelanggaran di pasar modal terus berjalan. Sejumlah sanksi telah dijatuhkan, sementara beberapa kasus lainnya akan segera diumumkan kepada publik.

“Kami berkomitmen untuk terus konsisten melakukan reformasi integritas di pasar modal, terutama dari sisi enforcement,” tegasnya.

IHSG Sesi I Naik 0,57% ke 6.270 Selasa (4/8), Saham MDKA, INCO, dan INDY Melesat

IHSG menguat pada sesi I

Sejalan dengan membaiknya sentimen pasar, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Selasa (4/8/2026).

Mengutip data RTI, hingga penutupan sesi I pukul 12.00 WIB, IHSG naik 0,57% atau 35,66 poin ke level 6.270,16. Sebanyak 381 saham menguat, 229 saham melemah, dan 178 saham bergerak stagnan.

Penguatan indeks ditopang mayoritas sektor, di tengah sentimen positif dari dalam negeri, seperti data manufaktur yang masih berada di zona ekspansi dan inflasi yang terkendali, serta optimisme global menyusul reli Wall Street pada perdagangan sebelumnya.

Advertisements

Also Read

Tags