KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pergerakan harga emas diperkirakan semakin bergejolak dalam beberapa bulan ke depan. Selain ketidakpastian geopolitik, lonjakan harga minyak dan ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed diperkirakan menjadi faktor utama yang menentukan arah logam mulia hingga akhir tahun.
Mengutip Bloomberg, pada Jumat (7/8/2026) pukul 19.24 WIB, harga emas spot berada di level US$ 4.314 per ons troi, menguat 1,77% dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Analyst PT Finex Bisnis Solusi Futures, Brahmantya Himawan, menjelaskan bahwa pergerakan harga minyak saat ini sangat memengaruhi ekspektasi inflasi global.
Manajer Investasi Andalkan Valuasi Saham Murah untuk Dongkrak Kinerja Reksadana
“Harga minyak akan menentukan arah inflasi global. Saat ini pasar mulai menilai bahwa normalisasi distribusi energi berlangsung lebih lambat dari perkiraan. Jika harga energi tetap tinggi, tekanan inflasi juga akan bertahan sehingga kebijakan moneter AS berpotensi tetap ketat,” ujar Brahmantya.
Berdasarkan Trading Economics, Jumat (7/8/2026) pukul 19.32 WIB, harga minyak Brent berada di level US$ 81,83 per barel, sedangkan minyak mentah WTI diperdagangkan di level US$ 76,96 per barel
Jika tekanan inflasi dari sektor energi ini terus bertahan, pasar memproyeksikan The Fed akan kembali menaikkan suku bunga acuannya.
“Saat ini peluang kenaikan suku bunga pada September mulai meningkat. Beberapa pelaku pasar bahkan memperkirakan probabilitasnya sudah berada di kisaran 60%–65%, didorong oleh kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah membuat harga energi tetap tinggi sehingga inflasi sulit kembali ke target,” ujar Brahmantya.
Kondisi tersebut dapat menjadi sentimen negatif bagi harga emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil. Ketika suku bunga berpotensi naik, daya tarik emas cenderung berkurang karena investor beralih ke aset yang menawarkan imbal hasil lebih tinggi.
“Ruang penguatan emas masih ada, tetapi kemungkinan bergerak lebih bertahap dibanding sebelumnya,” ujar Brahmantya.
Hingga akhir tahun, ia memperkirakan harga emas masih berpeluang bergerak dalam rentang US$ 4.000 hingga US$ 4.500 per ons troi. Arah pergerakan logam mulia ini ke depan akan sangat bergantung pada tarik-menarik antara risiko geopolitik, pergerakan harga minyak, serta arah kebijakan suku bunga The Fed.
IHSG Naik 1,03% Hari Ini (7/8), Simak Reviewnya Sepekan




