Harga batu bara menguat, laba ITMG naik 2 digit tapi arus kas operasi anjlok 78%

Hikma Lia

PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan kinerja positif sepanjang paruh pertama tahun ini. Pendapatan dan laba bersih perseroan tumbuh dua digit, meski volume produksi batu bara dan arus kas operasi mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Advertisements

Mengutip laporan keuangan perseroan, ITMG mencatat pendapatan sebesar US$ 1 miliar pada semester I 2026, meningkat 9% secara tahunan atau year on year (YoY) dibandingkan US$ 919 juta pada semester I 2025. 

Pertumbuhan pendapatan ditopang oleh peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 5%, dari 11,7 juta ton menjadi 12,3 juta ton. Selain itu, harga jual rata-rata atau average selling price meningkat 4%, dari US$ 78 per ton menjadi US$ 81 per ton. 

Advertisements

“Kenaikan harga jual rata-rata tersebut sejalan dengan menguatnya harga acuan batu bara,” ungkap manajemen ITMG dalam keterangannya, dikutip pada Selasa (11/8). 

Dari sisi produksi, ITMG mencatat volume produksi batu bara sebesar 9,9 juta ton sepanjang semester I 2026, turun 5% dibandingkan 10,4 juta ton pada semester I 2025. Namun, produksi pada kuartal II 2026 meningkat 13% dibandingkan kuartal sebelumnya, menjadi 5,3 juta ton. 

Sementara itu, volume penjualan batu bara milik sendiri justru meningkat 11% menjadi 10,5 juta ton. Di sisi lain, penjualan batu bara pihak ketiga turun 20% menjadi 1,8 juta ton. 

Kenaikan pendapatan turut mendorong perbaikan profitabilitas perseroan. Laba kotor ITMG tercatat sebesar US$ 256 juta, naik 14% dari US$  225 juta pada semester I 2025. Marjin laba kotor juga meningkat dari 24% menjadi 26%. 

Laba operasional mencapai US$ 142 juta, tumbuh 14% secara tahunan. Sementara EBITDA tercatat sebesar US$ 181 juta, naik 11% dibandingkan US$  164 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Alhasil, ITMG membukukan laba bersih US$ 110 juta, tumbuh 17% dibandingkan US$ 94 juta pada semester I 2025. Margin laba bersih juga meningkat dari 10% menjadi 11%. 

Kendati demikian, pertumbuhan kinerja tersebut dibayangi oleh kenaikan sejumlah biaya.  Beban pokok pendapatan meningkat 7% menjadi US$  744 juta. Perseroan menyebut kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh meningkatnya biaya penambangan dan pengangkutan batu bara akibat lebih tingginya nisbah kupas atau strip ratio serta kenaikan biaya bahan bakar yang mengikuti peningkatan harga minyak dunia. 

Beban penjualan juga meningkat dari US$ 81 juta menjadi US$ 88 juta, sejalan dengan peningkatan volume penjualan. Sementara itu, beban umum dan administrasi naik 40% menjadi US$ 26 juta. Dengan demikian, total beban operasional mencapai US$ 114 juta pada semester I 2026.  

Di sisi lain, beban keuangan berhasil ditekan 32%, dari US$ 6 juta menjadi US$ 4 juta. ITMG juga mencatat pendapatan lainnya bersih sebesar US$ 2 juta, berbalik dari beban lainnya bersih sebesar US$ 3 juta pada semester I 2025. 

Beban pajak penghasilan meningkat menjadi US$ 49 juta, dari US$ 43 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya, sejalan dengan kenaikan laba sebelum pajak. 

Sementara itu, royalti kepada pemerintah naik 7% menjadi US$ 111 juta, terutama akibat peningkatan volume penjualan.  

Dari sisi neraca, total aset ITMG per 30 Juni 2026 mencapai US$ 2,417 miliar, relatif stabil dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar US$ 2,406 miliar. Kas dan setara kas tercatat sebesar US$ 738 juta, sedangkan deposito jangka pendek mencapai US$66 juta. Jika digabungkan, keduanya setara dengan sekitar 33% dari total aset perseroan. 

Total liabilitas naik tipis menjadi US$ 506 juta, dari US$ 498 juta pada akhir 2025. Adapun total ekuitas mencapai US$ 1,910 miliar, sedikit meningkat dari US$ 1,908 miliar. 

Kenaikan ekuitas terutama ditopang oleh pertumbuhan laba ditahan menjadi US$1,521 miliar, meski sebagian terimbangi oleh pembelian saham treasuri sebesar US$ 27 juta sepanjang semester pertama 2026.

Tekanan Besar pada Arus Kas 

Namun, perhatian juga tertuju pada arus kas operasi ITMG yang mengalami tekanan cukup besar. Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi hanya mencapai US$ 62 juta pada semester I 2026, anjlok 78% dibandingkan US$ 281 juta pada semester I 2025.  

Dalam laporan perseroan disebutkan, arus kas operasi yang lebih rendah tersebut terutama dipengaruhi oleh lower tax refund receipts dan higher payment to suppliers.

“Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh lebih rendahnya penerimaan pengembalian pajak sebesar US$ 169 juta dan pembayaran kepada pemasok yang lebih tinggi sejalan dengan meningkatnya beban pokok pendapatan,” tulis manajemen.

Di sisi investasi, ITMG membukukan arus kas masuk bersih sebesar US$ 6 juta, berbalik dari arus kas keluar US$ 45 juta pada semester I 2025. Perubahan tersebut terutama berasal dari meningkatnya realisasi deposito jangka pendek yang telah jatuh tempo. 

Sementara itu, arus kas yang digunakan untuk aktivitas pendanaan turun 25%, dari US$ 183 juta menjadi US$ 136 juta, terutama karena pembayaran dividen yang lebih rendah, meskipun terdapat pembayaran pinjaman bank dan liabilitas sewa yang lebih tinggi.  

Dengan demikian, kas dan setara kas ITMG pada akhir Juni 2026 berada di level US$ 738 juta, turun 9% dari US$ 808 juta pada akhir 2025.

Cina dan Jepang jadi Pasar Ekspor Utama 

Dari sisi pasar penjualan, Cina dan Jepang menjadi dua pasar ekspor utama ITMG. Pendapatan dari Cina mencapai US$ 271 juta, naik 11% secara tahunan. Sementara pendapatan dari Jepang mencapai US$ 269 juta, tumbuh 32% YoY. 

Pendapatan dari Filipina juga meningkat signifikan sebesar 137% menjadi US$ 104 juta. Thailand bahkan mencatat pertumbuhan 287% menjadi US$ 42 juta. 

Sebaliknya, pendapatan dari India turun 66% menjadi US$ 39 juta. Pasar domestik juga mengalami penurunan 15% menjadi US$ 175 juta.  

Secara keseluruhan, kinerja ITMG pada semester I 2026 menunjukkan bahwa peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata mampu menopang pertumbuhan pendapatan serta laba, meski produksi batu bara dan arus kas operasi mengalami penurunan. 

Perseroan juga mencatat perbaikan sejumlah rasio profitabilitas. Return on assets (ROA) meningkat dari 4% menjadi 5%, sementara return on equity (ROE) naik dari 5% menjadi 6%. Margin laba bersih juga meningkat menjadi 11% dari sebelumnya 10%. 

Di sisi leverage, rasio total liabilitas terhadap ekuitas turun menjadi 0,26 kali dari 0,28 kali. Rasio pinjaman terhadap ekuitas juga turun dari 0,03 kali menjadi 0,01 kali.  

ITMG menyatakan akan terus mengembangkan portofolio bisnisnya di sektor energi terbarukan dan mineral strategis, sejalan dengan arah transformasi perusahaan serta komitmen terhadap aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG. 

Advertisements

Also Read

Tags