IHSG berpeluang bergerak terbatas pada Rabu (19/8), saham-saham ini bisa ditimbang

Hikma Lia

BANYU POS –  JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan akan bergerak terbatas pada perdagangan Rabu (19/8/2026).

Advertisements

Pada Selasa (18/8/2026), IHSG ditutup menguat 47,942 poin atau 0,75% ke 6.449,83.

Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan,  IHSG ditutup menguat 0,75% di tengah koreksi bursa global dan regional Asia, serta pelemahan nilai tukar rupiah. 

Advertisements

“Penguatan IHSG didorong oleh emiten-emiten konglomerasi,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (18/8/2026).

Analis BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan, penguatan hari ini terutama ditopang sektor energi yang naik 7,10%, dengan saham BYAN menjadi kontributor terbesar setelah melonjak sekitar 20% di tengah sentimen akuisisi. 

IHSG Rawan Profit Taking, Simak Saham Pilihan Analis untuk Rabu (19/8)

“Selain itu, saham BRMS dan EMAS juga turut menopang indeks,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (18/8/2026).

Dari domestik, pasar masih mencermati Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang berlangsung 18–19 Agustus 2026, dengan konsensus memperkirakan BI Rate dipertahankan di 5,75%. 

Rilis utang luar negeri Indonesia kuartal II-2026 sebesar US$ 454,4 miliar juga menjadi perhatian. Sementara, RAPBN 2027 menjadi sentimen tambahan terkait arah kebijakan fiskal dan pertumbuhan ekonomi.

Dari global, pasar mencermati perlambatan ekonomi China dan Jepang serta perkembangan ketegangan AS-Iran yang berpotensi mempengaruhi harga minyak dan inflasi. 

“Investor juga menunggu FOMC Minutes pada Kamis dini hari, terutama untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September,” paparnya.

Herditya memproyeksikan IHSG rawan terkoreksi pada perdagangan Rabu (19/8/2026) dengan support 6.407 dan resistance 6.465.

“Investor akan mencermati rilis BI rate yang diperkirakan masih sama dan juga FOMC Minutes yang diperkirakan akan membahas kebijakan ke depannya,” ungkapnya.

Wall Street Tertekan, Saham Teknologi Jatuh di Tengah Memanasnya Konflik AS-Iran

Investor pun disarankan Herditya untuk mencermati saham BRMS dengan target harga Rp 695 – Rp 725 per saham, PGEO Rp 1.160 – Rp 1.205 per saham, dan TAPG Rp 1.890 – Rp 1.945 per saham.

Reza melihat, IHSG bergerak relatif terbatas di kisaran support 6.400–6.430 dan resistance 6.490 untuk Rabu (19/8/2026). 

Secara teknikal, IHSG membentuk gap up dan ditutup di 6.449,83 hari ini, namun candle terakhir membentuk shooting star di area previous high 6.491. 

“Ini menunjukkan adanya potensi profit taking di sekitar resistance, sehingga penguatan kemungkinan masih terbatas dan pasar cenderung konsolidasi terlebih dahulu,” katanya.

Sentimen utama yang akan dicermati adalah hasil RDG Bank Indonesia pada 19 Agustus. BI-Rate saat ini berada di 5,75%, dan pasar memperkirakan BI masih mempertahankan level tersebut.

”Dari global, investor akan mencermati FOMC Minutes yang dijadwalkan rilis 19 Agustus waktu AS, untuk melihat arah kebijakan The Fed menjelang September,” paparnya.

Reza merekomendasikan beli untuk EMTK, ADRO, dan BWPT dengan target harga masing-masing Rp 530 – Rp 550 per saham, Rp 2.600 – Rp 2.700 per saham, dan Rp 97 – Rp 100 per saham.

Advertisements

Also Read

Tags