3 saham data center pilihan analis: Ada TLKM, ISAT dan DSSA

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Perkembangan industri data center di Indonesia membuka peluang pertumbuhan bagi sejumlah emiten yang memiliki eksposur terhadap infrastruktur digital.

Advertisements

Lonjakan kebutuhan cloud computing, kecerdasan buatan (AI), hingga transformasi digital perusahaan menjadi katalis yang diperkirakan menopang prospek saham sektor tersebut hingga akhir 2026.

Pertumbuhan kebutuhan komputasi turut tercermin dari kapasitas terpasang IT data center nasional yang mencapai 580 megawatt (MW) pada semester I-2026. Kapasitas tersebut diproyeksikan meningkat signifikan hingga sekitar 3,5 gigawatt (GW) pada 2030.

Advertisements

Seiring dengan prospek pertumbuhan tersebut, sejumlah analis memberikan rekomendasi terhadap saham emiten yang memiliki bisnis data center dan infrastruktur digital.

Cari Modal hingga Restrukturisasi, Emiten Ramai-Ramai Gelar Private Placement

Berikut rekomendasi saham sektor data center untuk perdagangan Senin (31/8/2026):

1. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta merekomendasikan add untuk saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dengan target harga Rp 3.030 per saham.

Salah satu katalis utama TLKM berasal dari potensi monetisasi dan divestasi 70% saham anak usahanya, NeutraDC. Nilai transaksi divestasi tersebut diperkirakan mencapai US$ 1,0 miliar hingga US$ 1,5 miliar.

Langkah tersebut diarahkan untuk menarik operator data center global guna memperkuat kapabilitas operasional NeutraDC dalam melayani penyewa hyperscaler.

Saat ini, NeutraDC mengoperasikan kapasitas aktif sebesar 90,4 MW. Perusahaan menargetkan total kapasitas mencapai 300 MW pada 2030 dengan dukungan fasilitas yang tersebar di Cikarang, Batam, dan Singapura.

Selain ekspansi bisnis data center, prospek TLKM juga ditopang oleh pemulihan bisnis inti telekomunikasi, efisiensi operasional, potensi pembagian dividen, serta program buyback saham.

2. PT Indosat Tbk (ISAT)

Analis BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta merekomendasikan buy untuk saham PT Indosat Tbk (ISAT) dengan target harga Rp 3.430 per saham.

Eksposur Indosat terhadap bisnis data center berasal dari kepemilikan 25% saham di BDx Indonesia. Selain itu, perseroan memiliki potensi kepemilikan 30% saham dalam proyek Neocloud AI Zankore.

BDx saat ini mengoperasikan 30 MW kapasitas di tiga kampus pusat data tepi (edge) serta 72 MW kapasitas hyperscale di CGK4 Jatiluhur. Pengembangan tersebut didukung komitmen daya dari PLN hingga 1,2 GW.

Di sisi lain, Zankore tengah mengembangkan proyek AI Factory tahap pertama berkapasitas 200 MW di Batang. Fasilitas tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada semester I-2027 dan ditargetkan berkembang hingga mencapai kapasitas 1 GW.

Berdasarkan perhitungan sum-of-the-parts (SOTP), kontribusi proyek Zankore berpotensi meningkatkan nilai ekuitas ISAT hingga 35%.

Kinerja Emiten Properti Masih Tertekan di Era Suku Bunga Tinggi

3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas merekomendasikan buy saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan target harga Rp 1.500 per saham.

DSSA terus memperkuat portofolio infrastruktur digital melalui pengoperasian 24 pusat data tepi (edge data center) berkapasitas total 10 MW dengan merek SM+.

Perseroan juga mengembangkan fasilitas hyperscale SMX01 di Jakarta dengan nilai investasi US$ 300 juta melalui skema joint venture bersama LG.

Fasilitas yang mengusung standar Tier IV tersebut dilengkapi teknologi pendingin cair atau liquid-cooling. SMX01 ditargetkan siap beroperasi pada kuartal IV-2026 dengan kapasitas awal 18 MW dan dapat dikembangkan hingga 60 MW.

Pengembangan bisnis ini menjadi bagian dari transformasi DSSA dari perusahaan yang memiliki basis bisnis pertambangan batubara menuju ekosistem teknologi dan infrastruktur digital.

Transformasi tersebut dinilai berpotensi memperluas cakupan pasar sekaligus meningkatkan kualitas arus kas bebas perseroan.

Advertisements

Also Read

Tags