Transformasi bisnis TOBA mulai terlihat, arus kas operasi berbalik positif

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA.  Transformasi bisnis PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mulai membuahkan hasil. Pergeseran portofolio dari batubara ke bisnis pengelolaan limbah dan kendaraan listrik mulai tercermin dari membaiknya arus kas operasi dan profitabilitas  pada semester I-2026.

Advertisements

Berdasarkan laporan keuangan yang terbit Jumat (28/8), arus kas operasi TOBA berbalik positif menjadi US$ 14,6 juta pada enam bulan pertama 2026, dari sebelumnya negatif US$ 31,6 juta pada periode yang sama tahun lalu. Di saat yang sama, laba bruto melonjak 102,9% menjadi US$28,23 juta dari US$ 13,91 juta.

Perbaikan tersebut saat pendapatan TOBA hanya tumbuh tipis 0,46% menjadi US$ 173,02 juta. Margin bruto justru meningkat menjadi 16,3% dari 8,1%, menunjukkan adanya perbaikan kualitas profitabilitas.

Advertisements

Rugi periode berjalan menyusut 83,2% menjadi US$ 19,42 juta dari US$ 115,34 juta pada semester I-2025. Salah satu pembeda utamanya, TOBA tidak lagi mencatat kerugian atas divestasi entitas anak seperti pada tahun sebelumnya yang mencapai US$96,87 juta.

Di sisi operasional, perubahan paling signifikan terlihat dari semakin dominannya bisnis non-batu bara. Segmen tersebut kini menyumbang 66,5% pendapatan konsolidasi TOBA, sementara bisnis batu bara berkontribusi 31,4%.

 Laba Semester 1 2026 Naik 34%, Harga Saham Blue Chip Ini Masih Di Bawah, Bel/Juali? 

Bisnis pengelolaan limbah menjadi motor utama perubahan tersebut. Pendapatan bisnis itu tumbuh 77,8% menjadi US$ 105,9 juta dan menyumbang 61,2% terhadap total pendapatan konsolidasi.

Walhasil, segmen ini memberikan kontribusi besar terhadap profitabilitas. Laba kotor naik 91,9% menjadi US$ 17,6 juta, sedangkan EBITDA melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi US$23,6 juta atau sekitar 92% dari EBITDA konsolidasi TOBA.

Analis Ajaib Sekuritas, Alvin Timothy mengatakan perubahan arus kas operasi menjadi indikator penting untuk melihat apakah transformasi bisnis TOBA mulai menghasilkan kualitas pendapatan yang lebih baik.

Dalam fase transformasi, pertumbuhan pendapatan saja belum cukup. Yang lebih penting adalah apakah bisnis baru tersebut mulai mampu menghasilkan cash flow.

“Berbaliknya arus kas operasi TOBA dari negatif menjadi positif menunjukkan kualitas operasionalnya mulai bergerak ke arah yang lebih baik,” ujar Alvin, dalam keterangannya, Senin (31/8). 

Menurut dia, meningkatnya kontribusi bisnis pengelolaan limbah juga mulai mengubah profil pendapatan TOBA yang sebelumnya lebih bergantung pada komoditas.

“Bisnis waste management memiliki karakter recurring revenue relatif lebih tinggi. Ketika kontribusinya mayoritas dan mulai menghasilkan EBITDA signifikan, TOBA memiliki basis pendapatan yang lebih beragam dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Sementara, bisnis kendaraan listrik melalui Electrum mulai menunjukkan tanda-tanda menuju profitabilitas. Pendapatan segmen ini melonjak 184% menjadi US$ 9,1 juta. Laba kotor berbalik positif US$ 400.000 dari rugi US$ 500.000. Sedangkan EBITDA menjadi positif US$ 500.000 dari posisi negatif pada semester I-2025.

Ekosistem Electrum juga terus berkembang dengan hampir 14.000 unit sepeda motor listrik dan 550 Battery Swapping Station. Frekuensi penukaran baterai telah melampaui 1,7 juta kali per bulan, dengan total jarak tempuh kendaraan mencapai 135 juta kilometer.

Penguatan kinerja operasional tersebut turut diikuti perbaikan neraca. Per akhir Juni 2026, TOBA memiliki kas US$ 94,7 juta. Utang bank jangka pendek turun 30,9% secara year to date, sementara total liabilitas jangka pendek berkurang 13,5%.

TOBA juga memperpanjang profil jatuh tempo utang melalui refinancing obligasi rupiah, yang menggeser sekitar US$ 27,5 juta kewajiban dari jatuh tempo jangka pendek.

Alvin menilai, tantangan TOBA berikutnya bukan lagi sekadar mengurangi ketergantungan terhadap batu bara. Melainkan membuktikan bisnis baru tersebut mampu menghasilkan EBITDA dan arus kas secara konsisten.

Advertisements

Also Read

Tags