IHSG Turun ke 6.517, Saham BBRI, KOTA, dan ADRO Ramai Diburu

Hikma Lia

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan pergerakan yang sangat dinamis pada perdagangan hari Senin (31/8). Pada penutupan perdagangan sesi pertama, indeks acuan pasar modal tanah air tersebut tercatat mengalami penurunan tipis sebesar 0,01 persen atau melemah sekitar 0,88 poin. Dengan koreksi minor tersebut, IHSG mendarat dan tertahan di level 6.517. Meskipun indeks bergerak di zona merah, aktivitas pasar tetap menunjukkan gairah yang cukup tinggi, yang ditandai dengan derasnya aliran modal masuk dari investor luar negeri. Sentimen pasar yang bervariasi sepanjang paruh pertama hari perdagangan ini mencerminkan sikap kehati-hatian para pelaku pasar dalam merespons dinamika ekonomi domestik maupun global.

Advertisements

Aktivitas Aksi Beli Bersih oleh Investor Asing

Menariknya, meskipun indeks acuan mengalami koreksi yang sangat tipis, investor asing justru memanfaatkan momentum ini untuk melakukan akumulasi portofolio saham. Berdasarkan data transaksi yang dihimpun hingga siang hari ini, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy senilai Rp 183,56 milar. Fenomena ini menunjukkan bahwa pelaku pasar internasional masih memiliki kepercayaan yang kuat terhadap prospek fundamental emiten-emiten yang melantai di bursa domestik. Di tengah tekanan jual lokal yang menahan laju indeks, kehadiran investor asing sebagai pembeli bersih memberikan bantalan likuiditas yang cukup kuat bagi IHSG agar tidak terperosok lebih dalam ke zona merah.

Advertisements

Dalam aksi akumulasi tersebut, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi target buruan utama para investor asing di pasar reguler. Emiten perbankan pelat merah ini mencatatkan transaksi beli bersih asing yang sangat signifikan, yakni mencapai Rp 163,99 miliar. Selain BBRI, investor asing juga mengarahkan fokus investasinya pada saham sektor properti dan komoditas. Saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) berada di urutan kedua yang paling banyak dibeli asing dengan nilai transaksi mencapai Rp 83,62 miliar. Menyusul di posisi berikutnya adalah saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) yang berhasil mengantongi nilai beli bersih asing sebesar Rp 53,88 miliar sepanjang sesi pertama perdagangan.

Statistik dan Likuiditas Perdagangan Sesi Pertama

Merujuk pada data perdagangan resmi dari Bursa Efek Indonesia, aktivitas transaksi di pasar saham sepanjang sesi pertama hari ini tergolong sangat likuid dan ramai. Volume transaksi perdagangan yang berhasil dibukukan mencapai angka 26,362 miliar lembar saham. Seluruh saham tersebut ditransaksikan dengan frekuensi yang cukup padat, yakni sebanyak 1,39 juta kali transaksi. Dari aktivitas perdagangan yang luar biasa aktif ini, total nilai transaksi yang tercipta hingga siang hari ini mencapai Rp 10,32 triliun. Likuiditas pasar yang tebal ini juga tercermin dari nilai kapitalisasi pasar keseluruhan di bursa yang tercatat berada di level Rp 11.444 triliun.

Jika melihat peta sebaran saham secara keseluruhan, mayoritas saham sebenarnya bergerak di zona positif meskipun indeks acuan ditutup melemah tipis. Tercatat sebanyak 392 saham berhasil ditutup menguat, sedangkan 229 saham mengalami penurunan harga. Sementara itu, sebanyak 166 saham lainnya bergerak stagnan atau tidak mengalami perubahan harga sama sekali jika dibandingkan dengan posisi penutupan pada hari sebelumnya. Distribusi pergerakan harga ini menunjukkan bahwa tekanan jual pada sesi pertama ini lebih banyak terkonsentrasi pada beberapa saham berkapitalisasi besar tertentu yang memiliki bobot signifikan terhadap indeks, sementara saham-saham dengan kapitalisasi menengah dan kecil justru banyak yang mengalami apresiasi.

Analisis Sektoral: Industri Menguat, Sektor Emas Tertekan

Meskipun secara keseluruhan indeks ditutup di zona merah, performa sektoral menunjukkan kinerja yang cukup menggembirakan bagi sebagian pelaku pasar. Dari sebelas sektor yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, tujuh sektor di antaranya justru berhasil menutup sesi pertama di zona hijau. Salah satu motor penggerak utama penguatan sektoral ini adalah sektor industri yang berhasil tumbuh sebesar 1,8 persen secara sektoral. Di dalam sektor industri ini, beberapa emiten mencatatkan kenaikan harga yang cukup signifikan. Sebagai contoh, saham PT United Tractors Tbk (UNTR) mengalami pertumbuhan sebesar 0,94 persen dan parkir di level Rp 24.225 per lembar saham. Selanjutnya, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) juga ikut menguat sebesar 2,04 persen menuju level Rp 100 per lembar saham. Tidak ketinggalan, saham PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) turut mencatatkan kenaikan sebesar 2,59 persen ke level Rp 1.385 per lembar saham.

Di sisi lain, tekanan cukup berat melanda sektor bahan baku, khususnya emiten-emiten yang bergerak di industri pertambangan emas. Sepanjang sesi pertama perdagangan hari ini, saham-saham di sektor emas terpantau mengalami koreksi yang cukup merata. Berdasarkan data perdagangan, pergerakan harga saham di sektor ini menunjukkan volatilitas yang tinggi dengan beberapa tingkat harga yang dicapai. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat mengalami penurunan sebesar 2,22 persen ke level Rp 3.090, dan dalam dinamika transaksi lainnya juga sempat terkoreksi sebesar 0,94 persen ke level Rp 3.150.

Sementara itu, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mengalami pelemahan sebesar 4 persen hingga menyentuh level Rp 720, serta terpantau bergerak turun 1,31 persen ke level Rp 755 pada pencatatan transaksi lainnya. Saham PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) juga tidak luput dari tekanan jual, di mana harganya merosot sebesar 4,32 persen ke level Rp 1.330, dan dalam pergerakan sesi pertama tersebut juga sempat tercatat anjlok sebesar 3,46 persen ke level Rp 1.395. Tekanan di industri emas ini juga dirasakan oleh PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) yang harga sahamnya mengalami penurunan tipis sebesar 0,27 persen menuju level Rp 9.100 per lembar saham.

Daftar Saham Paling Aktif Berdasarkan Nilai Transaksi

Dari sisi nilai transaksi individual emiten, saham PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) menjadi saham yang paling aktif dan paling banyak diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp 581,83 milar pada siang hari ini. Angka transaksi yang fantastis ini menempatkan KOTA sebagai pusat perhatian utama para pelaku pasar pada paruh pertama hari perdagangan. Di posisi kedua, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) mengekor dengan total nilai transaksi yang tidak kalah besar, yaitu senilai Rp 360,03 milar. Sementara itu, saham dari sektor perbankan pelat merah lainnya, yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), menempati urutan ketiga dengan nilai transaksi perdagangan mencapai Rp 316,6 milar pada paruh pertama hari ini.

Kondisi Pasar Saham Regional Asia

Koreksi tipis yang dialami oleh IHSG pada siang hari ini tampaknya juga sejalan dengan tren negatif yang melanda bursa saham di kawasan Asia. Mayoritas indeks bursa saham di negara-negara tetangga terpantau kompak ditutup di zona merah hingga siang hari ini. Indeks Nikkei di Jepang tercatat mengalami penurunan sebesar 0,63 persen dan parkir di level 65.989. Di wilayah Hong Kong, indeks Hang Seng juga mengalami koreksi sebesar 0,71 persen menuju level 25.402. Pelemahan yang lebih dalam terjadi di bursa Korea Selatan, di mana indeks Kospi merosot hingga 1,55 persen ke level 6.683. Sementara itu, indeks Shanghai Composite di China juga tidak mampu bertahan di zona hijau dan harus rela melemah sebesar 0,2 persen ke level 3.944 pada perdagangan siang ini.

Daftar Top Gainers Siang Ini

Meskipun pasar saham secara umum mengalami tekanan, beberapa saham berhasil mencatatkan kenaikan persentase harian yang sangat signifikan dan masuk ke dalam jajaran saham-saham terunggul siang ini:

  • PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) memimpin kenaikan dengan melonjak sebesar 25,47 persen ke level Rp 202 per lembar saham.
  • PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM) menyusul di posisi kedua dengan kenaikan sebesar 24,82 persen ke level Rp 880 per lembar saham.
  • PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menempati posisi ketiga dengan penguatan sebesar 9,09 persen ke level Rp 2.280 per lembar saham.

Daftar Top Losers Siang Ini

Sebaliknya, beberapa saham harus mengalami tekanan jual yang cukup dalam dan terjerembab ke dalam jajaran saham-saham dengan penurunan terdalam pada sesi pertama hari ini:

  • PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) memimpin penurunan dengan melemah sebesar 5,58 persen ke level Rp 2.200 per lembar saham.
  • PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) berada di posisi berikutnya dengan koreksi sebesar 4,32 persen ke level Rp 1.330 per lembar saham.
  • PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) menempati peringkat ketiga dengan penurunan harga sebesar 4 persen dan parkir di level Rp 720 per lembar saham.

Advertisements

Also Read

Tags