Garap Pasar Surabaya Barat, Jantra Grupo (KAQI) Kucurkan Rp 5,8 Miliar

Hikma Lia

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) Ekspansi ke Surabaya Barat, Bidik Pasar Kaki-Kaki Kendaraan Listrik dan Segmen B2B

PT Jantra Grupo Indonesia Tbk dengan kode emiten KAQI secara resmi memperkuat cengkeraman bisnisnya di sektor otomotif, khususnya dalam spesialisasi jasa perbaikan kaki-kaki kendaraan. Langkah strategis ini ditandai dengan peresmian cabang kedua perseroan di kawasan Surabaya Barat pada tanggal 29 Agustus 2026. Ekspansi ini dilakukan bukan tanpa alasan, melainkan sebagai respons taktis untuk menangkap peluang pasar yang sangat potensial di wilayah Jawa Timur, khususnya dalam memenuhi kebutuhan perawatan komponen vital kendaraan masyarakat setempat.

Advertisements

Keputusan untuk membuka cabang baru ini didorong oleh kondisi operasional di cabang Surabaya Timur yang saat ini telah beroperasi dalam kapasitas maksimal. Kebutuhan pemilik kendaraan akan jasa perbaikan kaki-kaki mobil yang berkualitas terus meningkat, sehingga kapasitas yang ada di cabang pertama tidak lagi mampu menampung seluruh permintaan pasar secara optimal. Melihat situasi tersebut, manajemen KAQI mengidentifikasi Surabaya Barat sebagai lokasi yang sangat strategis dan menjanjikan untuk ekspansi berikutnya guna menjaga kualitas layanan tetap prima tanpa adanya antrean yang terlalu panjang bagi konsumen.

Analisis Studi Kelayakan dan Potensi Pasar Kendaraan Listrik

Direktur Keuangan dan Bisnis Jantra Grupo Indonesia, Simon Arosokhi Gulo, memberikan penjelasan mendalam mengenai keputusan strategis ini. Berdasarkan studi kelayakan yang komprehensif, wilayah Surabaya Barat memiliki potensi pendapatan yang sangat menjanjikan bagi perseroan. Cabang baru ini sengaja dipersiapkan untuk menjangkau basis konsumen yang lebih luas, termasuk untuk menangkap segmen pasar yang sedang berkembang pesat saat ini, yaitu para pemilik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Surabaya dan daerah sekitarnya.

Advertisements

Perkembangan infrastruktur yang masif di Surabaya Barat menjadi salah satu katalis utama di balik optimisme perseroan. Kawasan ini tumbuh menjadi pusat hunian modern dan bisnis baru yang menarik minat masyarakat kelas menengah ke atas. Seiring dengan perkembangan tersebut, populasi pengguna kendaraan listrik di wilayah ini juga menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kendaraan listrik memiliki karakteristik bobot yang cenderung lebih berat karena keberadaan baterai berkapasitas besar, sehingga memberikan beban kerja yang lebih tinggi pada sistem suspensi dan kaki-kaki kendaraan. Oleh karena itu, kehadiran KAQI di wilayah ini dinilai sangat tepat waktu dan relevan dengan kebutuhan pasar modern yang mulai beralih ke era elektrifikasi.

Struktur Pendanaan Investasi dan Target Pengembalian Modal

Untuk merealisasikan pembangunan cabang Surabaya Barat ini, KAQI telah mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 5,8 miliar. Alokasi dana tersebut digunakan secara efisien melalui penerapan skema penyewaan lahan jangka panjang dengan durasi kontrak selama 12 tahun. Langkah ini dipilih untuk meminimalkan pengeluaran modal awal yang terlalu besar dibandingkan dengan opsi pembelian tanah secara langsung, sehingga likuiditas perusahaan tetap terjaga dengan baik dan dana cadangan dapat dialokasikan untuk keperluan operasional lainnya.

Melalui perhitungan bisnis yang matang, Simon Arosokhi Gulo memproyeksikan bahwa periode pengembalian modal atau payback period dari investasi di Surabaya Barat ini dapat tercapai dalam waktu yang relatif singkat, yaitu sekitar 28 bulan. Dengan proyeksi pengembalian modal yang terukur ini, ekspansi tersebut diharapkan dapat segera memberikan dampak positif bagi kesehatan keuangan perusahaan dan memperkuat kontribusi wilayah Jawa Timur terhadap total pendapatan konsolidasi KAQI secara keseluruhan.

Kehadiran cabang baru ini diyakini akan memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai salah satu tulang punggung pendapatan perseroan. Manajemen KAQI menargetkan bahwa operasional dari dua cabang yang ada di Surabaya (Surabaya Timur dan Surabaya Barat) akan mampu menyumbang kontribusi hingga 10,5% terhadap total pendapatan konsolidasi perusahaan hingga akhir tahun 2026. Target kontribusi yang cukup besar ini sekaligus akan mempertahankan predikat Jawa Timur sebagai salah satu wilayah kontributor utama dalam portofolio bisnis KAQI secara nasional.

Strategi Manajemen Modal Kerja Melalui Skema Konsinyasi

Di samping strategi ekspansi fisik, KAQI juga menerapkan manajemen modal kerja yang sangat ketat dan efisien demi menjaga arus kas perusahaan tetap sehat selama masa pertumbuhan ini. Salah satu strategi unggulan yang diterapkan adalah penggunaan skema konsinyasi dengan para pemasok suku cadang resmi. Melalui skema ini, perseroan tidak perlu melakukan pembelian putus di awal untuk seluruh persediaan suku cadang, melainkan hanya membayar komponen yang telah digunakan atau terjual kepada konsumen.

Penerapan skema konsinyasi ini memberikan keuntungan ganda bagi KAQI. Pertama, strategi ini secara efektif mencegah terjadinya penumpukan persediaan (overstock) di gudang yang berpotensi mengendapkan kas perusahaan dalam jangka panjang pada aset yang tidak produktif. Kedua, skema ini memastikan bahwa ketersediaan komponen dan suku cadang di setiap cabang selalu terjaga dengan baik, sehingga layanan kepada pelanggan tidak terganggu oleh masalah kelangkaan stok. Efisiensi modal kerja ini menjadi kunci penting bagi keberlanjutan operasional perseroan di tengah ekspansi yang agresif.

Penjajakan Pasar B2B dan Pengelolaan Armada Korporasi

Selain fokus menggarap segmen ritel atau business-to-consumer (B2C) yang selama ini menjadi kekuatan utama, KAQI kini mulai melebarkan sayapnya untuk menjajaki segmen business-to-business (B2B). Langkah diversifikasi pasar ini diambil setelah melihat adanya peluang bisnis yang sangat besar dari kebutuhan pengelolaan armada kendaraan operasional (fleet management) milik berbagai perusahaan swasta maupun instansi pemerintah di wilayah Jawa Timur yang memerlukan perawatan kaki-kaki kendaraan secara berkala dan profesional.

Sebagai langkah awal dalam menggarap potensi pasar B2B tersebut, perseroan saat ini tengah berada dalam tahap penjajakan kerja sama strategis dengan salah satu bank pemerintah daerah di Jawa Timur. Kerja sama ini nantinya akan difokuskan pada pengelolaan dan pemeliharaan rutin armada kendaraan operasional milik bank tersebut. Jika kemitraan ini berhasil disepakati, hal ini akan membuka keran pendapatan baru yang stabil dan berkelanjutan bagi KAQI melalui kontrak pemeliharaan jangka panjang, sekaligus memperkuat kredibilitas perseroan di mata klien korporasi.

Menjaga Momentum Pertumbuhan Melalui Ekspansi Berkelanjutan

Momentum pertumbuhan dan ekspansi KAQI dipastikan tidak akan berhenti di Surabaya Barat saja. Perseroan telah menyusun agenda bisnis yang terstruktur untuk terus memperluas jaringan layanannya ke wilayah-wilayah potensial lainnya di Indonesia guna memaksimalkan pangsa pasar. Target ekspansi berikutnya yang telah dijadwalkan oleh manajemen adalah pembukaan cabang baru di Kota Kudus, Jawa Tengah.

Cabang baru di Kudus ini direncanakan akan resmi beroperasi pada minggu ketiga bulan September 2026. Langkah taktis ini diambil guna menjaga konsistensi pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional perseroan di tingkat nasional, sekaligus memastikan bahwa KAQI dapat terus menjangkau konsumen di berbagai daerah strategis yang membutuhkan layanan perawatan kaki-kaki kendaraan dengan standar kualitas tinggi.

Advertisements

Also Read

Tags