Perintis Triniti (TRIN) tuntaskan pengalihan 19,81 juta saham buyback, saham naik 30%

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) akhirnya menuntaskan seluruh pengalihan saham hasil pembelian kembali saham (buyback) yang wajib dialihkan. Sebanyak 19,81 juta saham hasil buyback telah seluruhnya terjual melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan transaksi terakhir dilakukan pada 27 Agustus 2026.

Advertisements

Direktur Utama TRIN Ishak Chandra dalam keterbukaan informasi di BEI pada Kamis (3/9/2026) menjelaskan,  seluruh pengalihan saham selama Agustus 2026 dilakukan melalui mekanisme penjualan di Bursa Efek.

Aksi pengalihan saham pada bulan tersebut dimulai pada 3 Agustus 2026 dengan menjual 955.000 saham pada harga rata-rata Rp 312,85 per saham. Setelah transaksi tersebut, akumulasi saham yang telah dialihkan mencapai 955.000 saham dengan sisa saham yang wajib dialihkan sebanyak 18,86 juta saham.

Advertisements

Winner Nusantara (WINR) Tambah Saham Laxo Global Jadi 90%, Bidik Recurring Income

Penjualan berlanjut dengan volume yang cukup besar pada pekan pertama Agustus. Pada 4 Agustus, TRIN mengalihkan 1,01 juta saham pada harga rata-rata Rp 313,78. Sehari berikutnya, sebanyak 1,29 juta saham kembali dialihkan pada harga Rp 317,88.

Pada 6 Agustus, volume pengalihan meningkat menjadi 1,86 juta saham dengan harga rata-rata Rp329,51. Kemudian pada 7 Agustus, TRIN kembali menjual 2,33 juta saham pada harga rata-rata Rp323,23.

Dengan serangkaian transaksi tersebut, jumlah saham yang telah dialihkan hingga 7 Agustus mencapai 7,44 juta saham.

Penjualan berlanjut sepanjang pertengahan Agustus. Pada 10 Agustus, sebanyak 1,51 juta saham dialihkan dengan harga rata-rata Rp 319,77, disusul 275.000 saham pada 11 Agustus dengan harga Rp 312,55.

Pada 12 Agustus, TRIN menjual 1,55 juta saham dengan harga rata-rata Rp 308,23. Selanjutnya, pada 13 Agustus sebanyak 1,17 juta saham dialihkan pada harga Rp302,26 dan 206.700 saham pada 14 Agustus dengan harga Rp 296,62.

Hingga 14 Agustus 2026, akumulasi saham yang telah dialihkan mencapai 12,15 juta saham, menyisakan sekitar 7,66 juta saham.

Memasuki pekan berikutnya, TRIN kembali mempercepat pengalihan. Pada 18 Agustus, perusahaan menjual 2,39 juta saham dengan harga rata-rata Rp 304,33. Kemudian pada 19 Agustus, sebanyak 1,59 juta saham dialihkan pada harga Rp 312,82.

Transaksi kembali melonjak pada 20 Agustus dengan penjualan 2,29 juta saham pada harga rata-rata Rp 329,48. Sehari kemudian, TRIN mengalihkan 1,07 juta saham pada harga rata-rata Rp 350,74 per saham, yang menjadi harga rata-rata transaksi tertinggi dalam rangkaian pengalihan selama Agustus berdasarkan data tersebut.

BEI Masih Menanti POJK Demutualisasi

Setelah transaksi 21 Agustus, sisa saham hasil buyback yang wajib dialihkan tinggal 327.900 saham.

TRIN kemudian menyelesaikan hampir seluruh sisa tersebut pada 26 Agustus dengan menjual 277.900 saham pada harga rata-rata Rp 324,76. Hanya tersisa 50.000 saham yang kemudian dituntaskan melalui transaksi terakhir pada 27 Agustus 2026.

Pada transaksi terakhir itu, TRIN mengalihkan 50.000 saham dengan harga rata-rata Rp 334 per saham. Dengan demikian, total saham hasil buyback yang telah dialihkan mencapai 19.811.800 saham, sementara sisa saham yang wajib dialihkan menjadi 0 saham.

Pengalihan saham tersebut merupakan bagian dari kewajiban atas program buyback TRIN yang sebelumnya telah diselesaikan pada 23 Mei 2022, setelah TRIN menyampaikan keterbukaan informasi pada 18 Februari 2022.

Dalam pelaksanaan buyback tersebut, TRIN membeli kembali saham dengan harga rata-rata Rp 280 per saham. Berdasarkan data keterbukaan informasi, terdapat 199 juta saham yang wajib dialihkan kembali.

Kesuksesan TRIN mengalihkan saham treasuri juga didukung pergerakan saham yang berada dalam tren menguat. Pada Jumat (4/9/2026) harga saham TRIN naik 17,51% di level Rp 416 per saham. Sementara itu dalam satu bulan terakhir saham TRIN naik 30%. 

Advertisements

Also Read

Tags