Ondo Finance Gandeng FLOQ, Jajaki Tokenisasi Saham AS di Indonesia

Hikma Lia

Teknologi blockchain kini tidak lagi hanya diidentikkan dengan mata uang kripto murni, melainkan telah berkembang menjadi infrastruktur atau rel baru bagi aset keuangan konvensional. Melalui proses yang dikenal sebagai tokenisasi, berbagai aset dunia nyata (real-world assets) seperti saham dan exchange-traded fund (ETF) kini dapat ditransformasikan ke dalam bentuk token digital yang berjalan di atas jaringan blockchain. Langkah inovatif ini mulai dijajaki di Indonesia melalui kolaborasi strategis antara Ondo Finance dan FLOQ. Kedua belah pihak telah resmi menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) untuk menjajaki penyediaan akses terhadap saham dan ETF Amerika Serikat (AS) bagi para pengguna di Indonesia melalui pemanfaatan teknologi tokenisasi tersebut.

Advertisements

Eksplorasi Aset Global Berkualitas Tinggi

Dalam penjajakan kerja sama ini, fokus utama diarahkan pada sejumlah aset keuangan global yang memiliki likuiditas tinggi dan reputasi kuat di pasar modal Amerika Serikat. Beberapa aset saham teknologi raksasa yang berpotensi masuk dalam pembahasan kolaborasi ini mencakup saham Nvidia, Apple, Amazon, Alphabet, Meta, dan Tesla. Perusahaan-perusahaan ini merupakan pilar utama dari indeks pasar modal global yang memiliki daya tarik luar biasa bagi investor internasional. Selain saham individu, kolaborasi ini juga mempertimbangkan produk exchange-traded fund (ETF) terkemuka seperti SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY) dan Invesco QQQ. Dengan membawa aset-aset berkualitas tinggi ini ke dalam ekosistem blockchain, investor di Indonesia diharapkan dapat memiliki alternatif baru dalam mengakses portofolio investasi berskala global secara lebih efisien.

Advertisements

Mengenal Infrastruktur Ondo Stocks

Untuk merealisasikan visi tersebut, Ondo Finance memanfaatkan platform khusus yang mereka kembangkan, yaitu Ondo Stocks. Platform ini dirancang secara khusus untuk menyediakan akses secara onchain terhadap saham dan ETF Amerika Serikat bagi para investor yang memenuhi syarat di luar wilayah Amerika Serikat. Seluruh produk tokenisasi yang tersedia di dalam platform ini diterbitkan secara resmi oleh Ondo Global Markets (BVI) Limited. Keamanan dan keabsahan aset yang mendasari (underlying assets) produk tokenisasi ini dijaga dengan sangat ketat. Aset-aset tersebut, yang terdiri dari saham AS, ETF, serta kas terkait, disimpan dengan aman melalui broker-dealer yang terdaftar secara resmi di Amerika Serikat. Keandalan infrastruktur Ondo Finance dibuktikan dengan cakupan layanannya yang saat ini telah mencakup lebih dari 430 saham dan ETF. Kepercayaan pasar terhadap ekosistem ini juga tercermin dari nilai total aset yang terkunci atau total value locked (TVL). Pada Mei 2026, akumulasi TVL di dalam platform Ondo Stocks dilaporkan telah berhasil melampaui angka US$ 1 miliar, sebuah pencapaian yang menunjukkan pertumbuhan adopsi teknologi ini di tingkat global.

Mekanisme Kerja dan Perbedaan dengan Kepemilikan Saham Konvensional

Penerapan teknologi tokenisasi membawa paradigma baru dalam dunia investasi yang sangat berbeda dengan metode tradisional. Dalam skema tokenisasi yang dijalankan oleh Ondo Stocks, token digital digunakan untuk merepresentasikan eksposur ekonomi terhadap aset pasar modal yang menjadi dasarnya melalui infrastruktur blockchain. Hal ini berarti investor memegang token yang nilainya bergerak selaras dengan aset dasarnya di pasar saham AS, namun mekanisme operasionalnya sepenuhnya berjalan di atas jaringan terdesentralisasi. Model representasi eksposur ini memiliki perbedaan mendasar dengan kepemilikan saham secara langsung melalui perusahaan sekuritas konvensional. Pada kepemilikan saham tradisional, investor terdaftar secara langsung di lembaga kustodian sentral dan memiliki hak-hak hukum penuh sebagai pemegang saham langsung. Oleh karena itu, para calon investor sangat perlu memahami dengan saksama struktur produk tokenisasi ini. Pemahaman mendalam harus mencakup hak-hak yang melekat pada token tersebut, mekanisme penerbitan (issuance) serta penebusan (redemption) token, hingga berbagai risiko inheren yang unik pada produk tokenisasi, yang secara signifikan berbeda dari karakteristik kepemilikan saham secara konvensional.

Analisis Pertumbuhan Pasar Aset Digital di Indonesia

Langkah Ondo Finance dan FLOQ untuk menjajaki pasar Indonesia dilakukan pada momentum yang sangat tepat, di mana minat masyarakat terhadap instrumen keuangan digital terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data resmi yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah konsumen aset keuangan digital dan kripto di Indonesia telah mencapai angka 22,93 juta akun pada bulan Juli 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 1,03% jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, menandakan bahwa adopsi dan ketertarikan masyarakat terhadap ekosistem digital masih terus bertumbuh secara konsisten. Namun, dinamika pasar juga menunjukkan adanya fluktuasi pada aktivitas perdagangan. Pada periode yang sama, nilai transaksi aset kripto di tanah air mengalami penurunan sebesar 28,20% secara bulanan. Nilai transaksi tercatat turun menjadi Rp 20,52 triliun pada Juli 2026, dari yang sebelumnya mencapai Rp 28,58 triliun pada Juni 2026. Meskipun terjadi penurunan volume transaksi jangka pendek, basis pengguna yang sangat besar dan terus tumbuh ini menjadi fondasi yang sangat kuat bagi pengembangan produk-produk keuangan berbasis blockchain yang lebih inovatif dan variatif di masa depan.

Sinergi Kemitraan dan Kepatuhan Regulasi

Potensi pasar yang masif ini diakui secara langsung oleh para pelaku industri global. Rania Rahardja, selaku Senior Director Asia Pacific Ondo Finance, mengemukakan bahwa besarnya komunitas aset digital di Indonesia menjadikan negara ini sebagai salah satu pasar yang paling menarik untuk pengembangan tokenisasi sekuritas di kawasan regional. Ondo Finance berkomitmen untuk terus membangun infrastruktur teknologi yang andal guna membawa saham dan ETF berkualitas tinggi ke dalam ekosistem onchain. Kehadiran FLOQ sebagai mitra lokal dinilai sangat strategis untuk menjajaki bagaimana produk pasar publik berbasis tokenisasi ini dapat menjangkau pengguna yang memenuhi syarat di Indonesia, dengan tetap memprioritaskan kepatuhan terhadap seluruh aspek regulasi yang berlaku di tanah air.

Senada dengan pandangan tersebut, CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa perkembangan pesat ekosistem aset digital di Indonesia telah membuka gerbang peluang yang lebar untuk mengeksplorasi akses terhadap produk keuangan global. Menurutnya, Indonesia kini telah berhasil membangun ekosistem aset digital dalam skala yang sangat besar. Oleh karena itu, fase perkembangan berikutnya bukan lagi sekadar menambah jumlah aset digital yang ada di pasar, melainkan mulai menjajaki bagaimana produk keuangan global yang berkualitas serta infrastruktur pasar baru yang inovatif dapat diakses secara aman dan efisien oleh masyarakat Indonesia.

Edukasi dan Manajemen Risiko sebagai Pilar Utama

Di tengah antusiasme terhadap inovasi teknologi ini, aspek edukasi dan manajemen risiko tetap menjadi prioritas yang tidak boleh diabaikan. Mengingat produk tokenisasi memiliki struktur hukum, teknis, dan karakteristik operasional yang jauh berbeda dibandingkan dengan perdagangan saham konvensional maupun aset kripto murni, pemahaman yang komprehensif menjadi kunci utama bagi perlindungan investor. Upaya edukasi yang terencana akan menjadi bagian integral dari proses penjajakan kerja sama ini. Investor harus dibekali dengan informasi yang transparan mengenai bagaimana teknologi blockchain mengamankan aset mereka, bagaimana likuiditas token dijamin, serta bagaimana regulasi lokal dan internasional saling berinteraksi dalam melindungi hak-hak pengguna. Melalui pendekatan yang seimbang antara inovasi teknologi dan edukasi risiko yang kuat, adopsi tokenisasi aset di Indonesia diharapkan dapat berjalan secara sehat, aman, dan berkelanjutan.

Advertisements

Also Read

Tags