Membeli saham biasanya dilakukan melalui perusahaan sekuritas atau aplikasi investasi yang terhubung dengan pasar modal. Namun, perkembangan teknologi blockchain kini memungkinkan saham atau produk yang mengikuti harga saham dibuat dalam bentuk token digital. Token tersebut kemudian dapat disimpan dan diperdagangkan melalui jaringan blockchain.
Konsep ini dikenal sebagai tokenized stock atau saham yang ditokenisasi. Secara sederhana, teknologi ini mencoba membawa perdagangan yang berkaitan dengan saham ke dalam sistem digital yang juga digunakan oleh aset kripto. Yuk, simak lebih lanjut apa itu tokenized stock dan bagaimana cara kerjanya.
1. Tokenized stock mengubah saham menjadi token digital
Secara sederhana, tokenized stock adalah token digital yang dibuat untuk mewakili saham atau mengikuti nilai saham suatu perusahaan. Token tersebut dicatat dan dapat dipindahkan melalui teknologi blockchain, yaitu sistem pencatatan digital yang juga digunakan dalam banyak aset kripto. Bentuk tokenized stock pun bisa berbeda-beda, tergantung pada cara penerbit membuat dan mendukung token tersebut.
Misalnya, sebuah platform dapat menawarkan token yang mengikuti nilai saham Apple atau Nvidia. Dalam beberapa model, saham asli benar-benar disimpan sebagai aset dasar sehingga nilai token didukung oleh saham tersebut dengan perbandingan satu banding satu. Namun, ada juga produk yang hanya mengikuti naik turunnya harga saham tanpa memberikan kepemilikan saham asli, sehingga kita perlu memahami produknya sebelum membeli.
2. Tidak semua tokenized stock didukung saham asli
Cara kerja tokenized stock dapat berbeda antara satu produk dan produk lainnya. Ada token yang dibuat dengan dukungan saham asli, tetapi ada pula yang hanya mengikuti pergerakan harga saham tertentu. Perbedaan tersebut penting karena menentukan apa yang sebenarnya kita dapatkan ketika membeli token tersebut.
Pada produk yang didukung saham asli, penerbit dapat membeli atau menyimpan saham sebagai aset dasar sebelum menawarkan token digital kepada pengguna. Sementara itu, produk lain hanya dirancang agar nilainya bergerak mengikuti harga saham yang menjadi acuannya. Karena itu, sebelum membeli, kita perlu mengetahui apakah token tersebut benar-benar didukung saham atau hanya memberikan eksposur terhadap pergerakan harganya.
3. Memiliki tokenized stock belum tentu sama dengan memiliki saham
Salah satu hal kesalahpahaman yang sering muncul adalah menganggap membeli tokenized stock sama dengan membeli saham biasa. Padahal, kepemilikan token belum tentu membuat kita tercatat sebagai pemegang saham resmi perusahaan. Hak yang biasanya dimiliki investor saham bergantung pada cara produk tersebut dibuat dan diterbitkan.
Misalnya, pemegang saham biasa dapat memperoleh hak tertentu, seperti hak suara dalam rapat pemegang saham dan pembayaran dividen. Pemilik tokenized stock belum tentu mendapatkan hak yang sama secara langsung, meskipun nilai token mengikuti harga saham perusahaan tersebut. Oleh sebab itu, penting untuk membaca ketentuan produk agar kita mengetahui apakah token memberikan kepemilikan saham atau hanya mengikuti nilai saham.
4. Perdagangan lebih fleksibel meskipun risikonya tetap ada
Salah satu alasan tokenized stock menarik perhatian adalah fleksibilitas yang ditawarkan teknologi blockchain. Bergantung pada platform dan aturan yang berlaku, beberapa produk dapat diperdagangkan di luar jam perdagangan pasar saham tradisional. Teknologi ini juga berpotensi membuat transaksi dan kepemilikan aset dapat dilakukan dengan lebih cepat dan fleksibel.
Namun, tokenized stock tetap memiliki risiko yang perlu diperhatikan. Selain risiko harga saham yang dapat naik dan turun, kita juga perlu mempertimbangkan keamanan platform, kondisi penerbit token, serta aturan yang dapat berbeda di setiap negara. Sebelum membeli, pastikan kita memahami siapa penerbit token, bagaimana token tersebut didukung, dan hak apa saja yang benar-benar diberikan kepada pemiliknya.
Tokenized stock hadir untuk membuat aset yang berkaitan dengan saham bisa diperdagangkan menggunakan teknologi blockchain. Bagi investor, model ini dapat menawarkan akses yang lebih fleksibel, termasuk perdagangan di luar jam pasar pada platform tertentu. Namun, kita tetap perlu melihat aturan dan struktur setiap produk karena tidak semua tokenized stock memberikan kepemilikan saham asli.
Mulai Rp11 Ribu, Begini Cara Kerja Tokenized ETF Saham AS Emas Fisik vs Tokenized Gold, Mana yang Lebih Optimal?




