Cara cairkan reksa dana atau saham saat butuh dana mendadak

Hikma Lia

Investasi kini bisa dilakukan dengan mudah lewat berbagai platform digital. Pilihan instrumennya pun semakin beragam, termasuk reksa dana dan saham. Masyarakat dapat menyesuaikannya dengan kondisi keuangan atau tujuan investasinya.

Advertisements

Meski begitu, ada kalanya seseorang perlu mencairkan investasi karena alasan tertentu, termasuk butuh dana mendadak untuk keperluannya. Dalam situasi seperti ini, investor seharusnya sudah paham bahwa proses pencairan reksa dana dan saham tidak sama. Ada beberapa tahapan dan ketentuan yang perlu diperhatikan agar prosesnya berjalan lancar.

Lantas, bagaimana cara mencairkan reksa dana atau saham saat butuh dana mendadak? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ulasannya yang bisa disimak

Advertisements

1. Cara mencairkan reksa dana saat butuh dana mendadak

Sebelumnya, kamu perlu tahu bahwa proses pencairan reksa dana membutuhkan waktu. Alasannya karena ada prosedur yang harus dilakukan Manajer Investasi (MI) ketika investor ingin mencairkan investasinya. Berikut ini panduan cara mencairkan reksa dana.

Ajukan penjualan di platform investasi

Pada investasi reksa dana, pencairan bisa dilakukan dengan menjual kembali aset reksa dana yang dimiliki lewat platform investasi tempat kamu membelinya. Caranya pun cukup mudah dan sebagian besar platform harusnya sama.

  1. Masuk ke aplikasi atau platform investasi yang kamu gunakan

  2. Masuk ke bagian portofolio atau menu reksa dana, lalu pilih produk yang ingin dicairkan

  3. Klik “Jual” atau “Cairkan”

  4. Pilih opsi untuk menjual reksa dana, lalu tentukan jumlahnya yang ingin dicairkan

  5. Cek kembali jumlah reksa dana yang akan dijual dan rekening tujuan pencairan, lalu lakukan konfirmasi

  6. Jika sudah, kamu tinggal menunggu dananya masuk.

Perhatikan waktu pencairan

Setelah pengajuan pencairan reksa dana dilakukan, dananya tidak langsung masuk ke rekening. Waktu pencairannya bisa bervariasi, tergantung pada jenis reksa dana dan ketentuan asetnya.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri telah menetapkan aturan bahwa batas waktu pencairan reksa dana adalah maksimal 7 hari kerja (tidak termasuk weekend dan hari libur nasional). Karena itu, penting untuk mengecek estimasi waktu pencairan terlebih dahulu, terutama jika kamu sedang benar-benar butuh dana dalam waktu dekat.

Cek biaya dan ketentuan pencairan

Saat pencairan reksa dana, biasanya platform terkait akan membebankan biaya penjualan atau tarif administrasi untuk transfer ke rekening tujuan. Perlu diketahui, tidak semua nominalnya sama. Bahkan, untuk pilihan transfer tertentu bisa dijadikan gratis alias tanpa biaya administrasi.

2. Cara mencairkan saham saat butuh dana mendadak

Sama halnya dengan reksa dana, pencairan saham juga tidak bisa dilakukan secara instan. Ada prosedur yang harus diikuti dengan runtut sampai selesai. Berikut panduan mencairkan saham.

Jual saham melalui aplikasi sekuritas

Jika ingin mencairkan investasi saham, kamu harus menjual saham yang dimiliki melalui aplikasi sekuritas atau platform yang digunakan. Secara umum, langkanya mirip dan tidak terlalu rumit.

  1. Masuk ke aplikasi sekuritas atau platform yang digunakan membeli saham

  2. Masuk ke bagian portofolio, kemudian pilih saham yang ingin kamu cairkan.

  3. Klik “Jual”

  4. Tentukan jumlah lot saham yang ingin dijual dan masukkan harga jual sesuai ketentuan yang tersedia.

  5. Periksa kembali jumlah saham dan harga jual, kemudian konfirmasi pesanan.

  6. Jika sudah terjual, hasil penjualan biasanya masuk ke rekening sekuritas

  7. Setelahnya, cukup tarik dana ke rekening bank yang kamu miliki

  8. Selesai, deh.

Berapa lama dana pencairan saham masuk ke rekening?

Pada transaksi penjualan saham, dana yang didapat tidak langsung masuk ke rekening sekuritas atau RDN. Biasanya, kamu masih perlu menunggu beberapa hari sesuai regulasi T+2 bursa.

Jika sudah masuk ke rekening sekuritas atau RDN, barulah kamu melakukan penarikan ke rekening pencairan.

3. Tips agar investasi tetap bisa diakses saat kondisi darurat

Kebutuhan mendadak bisa datang kapan saja, sehingga penting untuk memastikan kondisi keuangan tetap fleksibel. Jangan sampai ketika membutuhkan uang, kamu justru harus menjual aset investasi dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

  • Pisahkan dana darurat dan investasi

Ada baiknya kamu menyiapkan dana darurat secara terpisah dari investasi agar bisa langsung dipakai ketika ada kebutuhan mendadak. Dengan begitu, kamu tidak perlu terburu-buru menjual saham atau reksa dana ketika butuh uang dalam waktu singkat.

  • Pilih instrumen investasi sesuai kondisi

Di sini, kamu perlu pertimbangkan jangka waktu investasinya. Jika dana kemungkinan dibutuhkan dalam waktu dekat, hindari menempatkannya seluruhnya pada instrumen yang memiliki risiko tinggi atau membutuhkan waktu pencairan lebih lama.

  • Jangan investasikan seluruh uang

Tidak ada salahnya untuk berinvestasi. Namun, setidaknya tetap sisakan sebagian uang sebagai dana darurat yang mudah diakses. Cara ini membuat kamu punya cadangan uang ketika muncul kebutuhan tak terduga tanpa harus mengganggu portofolio investasi.

  • Pahami cara pencairan investasi

Sebelum membeli suatu produk, cari tahu cara menjual dan mencairkannya, termasuk berapa lama dana bisa masuk ke rekening. Informasi ini penting agar kamu tidak kebingungan ketika membutuhkan dana secara mendadak.

Demikianlah tadi ulasan mengenai cara klaim dan mencairkan reksa dana atau saham saat butuh dana mendadak. Semoga membantu!

3 Lembaga Pemeringkat Bursa Saham Global Terbaik Kenapa Memahami Profil Risiko Penting Sebelum Memulai Investasi? Apa Perbedaan Harta PPS dan Investasi PPS? Ini Penjelasannya

Advertisements

Also Read

Tags