BANYU POS JAKARTA. Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mulai bangkit setelah tertekan tajam menyusul penghapusan batas bawah harga saham (floor price) Rp 50 menjadi Rp 1 per saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pada perdagangan Jumat (2/10/2026), saham GOTO ditutup menguat 7,14% ke level Rp 30 per saham. Meski demikian, dalam sepekan terakhir saham emiten teknologi tersebut masih terkoreksi sekitar 40%.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan GOTO R.A. Koesoemohadiani mengatakan perubahan dinamika harga saham dalam beberapa hari terakhir lebih banyak dipengaruhi faktor teknis. Di sisi lain, kinerja bisnis GOTO menunjukkan tren yang membaik.
“Fundamental bisnis terus menguat, meski harga saham masih dipengaruhi faktor teknis,” ujar Koesoemohadiani dalam keterbukaan informasi, Kamis (1/10/2026).
Strategi Keluar dari Saham GOTO Saat Harga Semakin Loyo
Pada kuartal II-2026, GOTO mencatat laba bersih Rp 252 miliar, melanjutkan laba selama dua kuartal berturut-turut. Pendapatan bersih mencapai Rp 5,7 triliun, sedangkan EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 1 triliun.
Manajemen GOTO juga menyebut pemegang saham yang sebelumnya mengantre untuk menjual saham kini memiliki kesempatan melakukan transaksi di pasar reguler setelah perubahan batas bawah harga saham.
GOTO Chart by TradingView
Dari sisi aksi korporasi, GOTO telah memperoleh persetujuan RUPSLB pada 18 Juni 2026 untuk melakukan buyback saham dengan anggaran hingga Rp 3,5 triliun untuk periode 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027.
Namun, pelaksanaan buyback tetap bergantung pada keputusan manajemen dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan perubahan ketentuan peraturan perundang-undangan.
GOTO Diproyeksi Bisa Balik Untung di 2026, Begini Rekomendasi Analis
GOTO juga akan meminta persetujuan RUPSLB pada 14 Oktober 2026 untuk mengurangi modal dengan menarik 32,18 miliar saham treasuri hasil program buyback periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025.
Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Kafi Ananta mengatakan tekanan harga GOTO perlu dilihat bersamaan dengan perbaikan kinerja perseroan.
Ia mencatat saham GOTO kini diperdagangkan di bawah satu kali nilai buku atau price-to-book value (PBV).
Menurut Kafi, tingginya nilai transaksi di tengah tekanan harga juga menunjukkan masih adanya minat pasar pada level harga tersebut. Namun, kondisi itu belum cukup untuk memastikan terjadinya pembalikan tren.
Pada perdagangan Jumat, nilai transaksi saham GOTO mencapai Rp 2,68 triliun dengan volume 97,54 miliar saham. Saham GOTO bergerak pada kisaran Rp 26-Rp 28 per saham sepanjang perdagangan sebelum ditutup di Rp 30.
Analis Kompak Rekomendasi Beli Saham GOTO, Harga Ditarget Naik dari 52 Jadi 90-1100
Kafi juga menilai level harga saat ini menjadi salah satu pertimbangan bagi GOTO dalam menjalankan program buyback senilai Rp 3,5 triliun.
Menurut dia, realisasi buyback dapat menjadi sinyal keyakinan manajemen terhadap nilai perusahaan sekaligus mendukung kepercayaan investor.
Sementara itu, Senior Equity Research Analyst Phillip Sekuritas Indonesia Edo Ardiansyah mengatakan pertumbuhan pendapatan dan perbaikan profitabilitas menjadi faktor penting dalam menilai prospek GOTO setelah tekanan jual mereda.
Edo menyebut konsensus analis menempatkan kisaran harga wajar GOTO di Rp 65-Rp 74 per saham. Namun, menurutnya, selisih tersebut baru lebih mudah terealisasi jika tekanan jual mereda dan investor kembali berfokus pada kinerja bisnis perseroan.
Antrean Jual Saham GOTO Masif, Investor Asing Sudah Keluar 2,08 Miliar Saham di Mei
Ia menambahkan, perkembangan fundamental dan pelaksanaan buyback akan menjadi faktor yang perlu diperhatikan pasar seiring perubahan kondisi perdagangan saham GOTO.




