Altcoin mulai unjuk gigi, simak prospek HYPE, NEAR dan AAVE

Hikma Lia

BANYU POS JAKARTA. Pergerakan pasar aset kripto pada kuartal IV 2026 mulai menunjukkan perhatian yang lebih luas ke sejumlah altcoin di luar bitcoin dan ether. Sejumlah aset mencatat penguatan signifikan dalam beberapa periode terakhir, di tengah perkembangan fundamental pada masing-masing ekosistem.

Advertisements

Berdasarkan data CoinMarketCap per Jumat (2/10/2026) pukul 22.00 WIB, Hyperliquid (HYPE) berada di level US$ 89,90. HYPE menguat 1,27% dalam sehari dan 10,51% dalam sepekan. Namun, secara bulanan HYPE masih turun 2,43%, sedangkan dalam 90 hari terakhir naik 27,84%.

Sementara itu, NEAR Protocol (NEAR) berada di level US$ 4,87, naik 0,59% dalam sehari. NEAR terkoreksi 3,71% dalam sepekan, tetapi mencatat kenaikan 162,74% dalam 30 hari dan 143,62% dalam 90 hari.

Advertisements

Adapun Aave (AAVE) berada di level US$ 182,75. AAVE menguat 9,91% dalam sehari, 23,34% dalam sepekan, 44,53% dalam 30 hari, dan 106,94% dalam 90 hari.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis mengatakan, bitcoin dan ether masih menjadi aset utama di pasar kripto karena memiliki likuiditas relatif tinggi dan menjadi tujuan utama investor institusional. Namun, sejumlah altcoin juga memiliki perkembangan fundamental yang menarik untuk dicermati pada kuartal IV.

Nilai Transaksi Kripto Domestik Melonjak, Investor Mulai Beralih ke Altcoin

“Di luar Bitcoin dan Ethereum, ada beberapa aset dan tema yang menarik untuk dicermati berdasarkan perkembangan fundamentalnya,” kata Yudhono kepada Kontan, Jumat (2/10/2026).

Salah satu aset yang disorot adalah HYPE. Menurut Yudhono, Hyperliquid menarik karena pertumbuhan perdagangan derivatif secara on-chain serta pengembangan pasar untuk aset nonkripto, seperti saham, komoditas, dan indeks.

Melalui HIP-3, pengembang dapat meluncurkan pasar perpetual berbasis aset tersebut. Perkembangan ini membuka peluang bagi peningkatan aktivitas perdagangan on-chain.

Meski demikian, Yudhono mengatakan pergerakan token HYPE tetap dipengaruhi oleh beberapa faktor.

“Hal ini membuka peluang pertumbuhan aktivitas perdagangan on-chain, meskipun nilai token HYPE tetap dipengaruhi oleh penggunaan jaringan, mekanisme token, dan risiko pasar,” ujarnya.

Selain HYPE, NEAR Protocol menjadi altcoin lain yang menarik diperhatikan. Yudhono menyoroti pengembangan NEAR pada sektor chain abstraction dan kecerdasan buatan (AI).

Rebound Bitcoin Diproyeksi Ringkih pada Agustus, Waspada Euforia Altcoin

Melalui NEAR Intents, protokol tersebut mengembangkan infrastruktur untuk pertukaran aset lintas blockchain. Sementara itu, NEAR AI diarahkan untuk mendukung agen AI yang dapat berinteraksi dengan aplikasi dan melakukan transaksi.

Jika adopsi aplikasi berbasis AI dan transaksi lintas jaringan terus berkembang, NEAR berpotensi memperoleh manfaat dari peningkatan penggunaan ekosistemnya.

Namun, Yudhono mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tersebut belum tentu langsung diikuti kenaikan harga token. Karena itu, aktivitas pengguna dan permintaan aktual terhadap jaringan tetap perlu diperhatikan.

Dari sektor decentralized finance (DeFi), Yudhono melihat AAVE sebagai salah satu aset yang menarik. Aave terus mengembangkan pemanfaatan protokolnya sekaligus memperluas integrasi dengan aset keuangan tradisional.

Dalam pembaruan September 2026, Aave Labs melaporkan Aave V4 telah melampaui US$ 1 miliar dalam deposit dan diperluas ke jaringan baru. Aave juga mengembangkan integrasi yang memungkinkan aset saham tertokenisasi digunakan sebagai jaminan melalui Equities Hub di jaringan Base.

Menurut Yudhono, perkembangan tersebut menunjukkan upaya memperluas pemanfaatan DeFi ke aset keuangan tradisional.

Bitcoin Jatuh ke US$64.000, Investor Beralih ke Altcoin yang Melejit hingga 228%!

Meski demikian, terdapat sejumlah risiko yang perlu diperhatikan, mulai dari pinjaman, likuidasi, keamanan smart contract, hingga tata kelola protokol. Pertumbuhan penggunaan Aave juga perlu dilihat apakah sejalan dengan peningkatan permintaan terhadap token AAVE.

Tokenized Stocks

Selain ketiga altcoin tersebut, tokenized stocks atau saham yang direpresentasikan dalam bentuk token blockchain juga menjadi tema yang menarik pada kuartal IV 2026.

Yudhono mengatakan kapitalisasi pasar tokenized stocks telah melampaui US$3 miliar pada September 2026. Sementara itu, transfer saham tertokenisasi secara on-chain mencapai lebih dari US$ 100 miliar sepanjang kuartal III 2026.

Menurutnya, perkembangan tersebut mencerminkan meningkatnya minat terhadap perpaduan pasar keuangan tradisional dengan teknologi blockchain. Tokenisasi juga berpotensi memberikan fleksibilitas dalam perdagangan serta membuka integrasi dengan aplikasi DeFi.

Meski demikian, tokenized stocks tidak selalu memberikan hak kepemilikan, hak suara, maupun perlindungan yang sama dengan saham konvensional.

“Karena itu, status hukum, struktur penerbitan, likuiditas, dan mekanisme penjaminan setiap produk perlu diperiksa secara terpisah,” tutup Yudhono.

Pasar Kripto Diprediksi Bangkit, Cek Prospek Bitcoin dan Altcoin Potensial

Advertisements

Also Read

Tags