Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Bali, NTB, dan NTT yang baru dilantik, Sunaryo, segera melakukan konsolidasi dengan jajarannya. Suahasil menilai wilayah tersebut memiliki posisi strategis karena menjadi pintu keluar-masuk perjalanan internasional dan domestik serta arus barang.
Sunaryo dilantik Suahasil sebagai Kepala Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT pada Senin (5/10). Ia menggantikan pejabat sebelumnya yang memasuki masa pensiun pada 1 Oktober 2026.
Secara khusus, Suahasil meminta Sunaryo segera berangkat ke Bali setelah pelantikan dan melakukan konsolidasi dengan jajaran di wilayah tersebut.
“Kapan mau berangkat ke Bali? Malam ini langsung berangkat ke Bali, besok konsolidasi langsung dengan seluruh teman-teman di Bali,” kata Suahasil saat memberikan arahan dalam pelantikan pejabat Kementerian Keuangan, Senin (5/10).
Bendahara negara menilai Kanwil DJBC Bali bukan merupakan wilayah kerja biasa. Bali menjadi salah satu pintu penting bagi mobilitas internasional maupun domestik, sekaligus menjadi jalur keluar-masuk barang.
“Itu bukan Kanwil sembarangan, itu Kanwil yang mendapatkan sorotan dari semua pihak, internasional maupun domestik,” kata dia.
Suahasil menyatakan pentingnya perhatian terhadap seluruh aktivitas yang berada dalam lingkup pengawasan Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT.
“Semua perjalanan internasional, semua perjalanan domestik, bahkan barang yang keluar masuk itu adalah Kanwil yang sangat-sangat penting,” kata Suahasil.
Atas dasar itu, ia meminta Sunaryo segera melakukan konsolidasi internal setelah tiba di Bali. Ia juga menitipkan pengelolaan Kanwil DJBC Bali, NTB, dan NTT kepada pejabat baru tersebut.
“Saya percayakan Kanwil Bali dan Nusa Tenggara, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat kepada Pak Sunaryo,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Suahasil juga meminta seluruh jajaran Kementerian Keuangan segera menuntaskan target APBN 2026 sekaligus mempersiapkan pelaksanaan APBN 2027.
Ia meminta seluruh unit kerja di pusat maupun daerah melakukan konsolidasi untuk memastikan target penerimaan, belanja negara, dan pembiayaan dapat diselesaikan.
“Saya ingin memastikan bahwa target-target yang kita miliki dapat kita tuntaskan, baik target penerimaan, target untuk belanja negara, maupun target-target pembiayaan kita,” kata Suahasil.
Suahasil juga menyatakan Kemenkeu akan segera membahas realisasi APBN hingga akhir September 2026. Menurutnya, data tersebut akan mulai disusun menjadi narasi publik untuk disampaikan kepada media.
“Besok saya berencana kalau bisa hari ini atau besok paling lama kita membicarakan mengenai APBN tutup bulan September,” katanya.
Ia menambahkan, penerimaan pajak akan menjadi salah satu bagian penting yang diperhatikan dalam evaluasi tersebut.
“Pajak adalah bagian yang sangat penting dari APBN kita, karena itu saya mulai lihat angkanya dan nanti kita mulai susun narasi publik untuk angka-angka akhir September tersebut,” kata Suahasil




